<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238</id><updated>2011-10-10T10:35:44.385-07:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Koleksi Foto Antik'/><category term='Lowongan Kerja Cepat'/><category term='Tokoh Kita'/><category term='Artikel Lepas'/><category term='Infotainment'/><category term='Kata Bijak'/><category term='Profil Daerah'/><category term='Artikel Seni'/><category term='Novel Putra Palmas'/><category term='Artikel Budaya'/><category term='Cerpen'/><category term='Syair Lagu Nusa Utara'/><category term='Film|Movie'/><category term='Drama'/><title type='text'>Negeri Nusa Utara</title><subtitle type='html'>Situs Terpercaya Orang Nusa Utara!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>89</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-1189615041040318883</id><published>2010-12-24T17:11:00.000-08:00</published><updated>2010-12-24T17:11:05.337-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel Putra Palmas'/><title type='text'>Malam Bertemu Kisah | Chapter I</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Bab I : MALAM BERTEMU KISAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;(PULUTAN, TALAUD – RUMAH MUNTIA ELO)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suara cicit kelelawar terbang rendah, yang tengah berpesta pada rerimbunan pohon pisang ikut menyumbangkan sound track malam yang dramatis. Suasana rumah remang, hanya mengandalkan cahaya bulan. Di kejauhan Gunung Piapi terlihat berdiri menjulang lebih tinggi dari biasanya. Samar-samar kabut tebal menutup puncaknya dan terlihat kian menakjubkan. Seakan-akan ingin menutup rapat semua misteri yang pernah dan masih tersimpan di sana. Aku sendiri sangat penasaran karena belum pernah menjajal ketinggian gunung yang sering dianggap keramat itu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu, menurut kisah orang-orang tua, di puncak gunung itu pernah hidup dua orang pandai besi, Larrossa dan Mannatta. Entah apa yang melatarbelakangi alasan dipilihnya puncak gunung sebagai tempat domisili mereka, yang pasti kemudian keberadaan mereka menentukan kelangsungan nasib orang-orang dari negeri Cina yang dikejar oleh seekor ular raksasa. Kedua pandai besi inilah yang menjamu kesaktian dari ular raksasa yang kulitnya tak mempan oleh senjata tajam karena kuatnya sisik-sisik yang membungkus seluruh tubuh ular itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pikir, barangkali wujud ular raksasa seperti di cerita ini dinamakan naga dalam legenda dan kepercayaan bangsa Cina. Hanya saja, naga kali ini bertabiat buruk, mengejar seorang gadis belia berparas elok untuk dipersunting sebagai istri, sehingga ia menemui konsekuensi perbuatannya, mati dengan tragis. Tubuhnya jatuh terhempas ke pantai, dan barangkali, karena proses alam atau entah proses mistis apa yang sampai sekarang tidak aku pahami, bangkai naga itu hingga kini berwujud batu. Membujur panjang dan separohnya tertanam dalam pasir. Akibat cerita itulah aku, malam ini, seperti sebelum-sebelumnya, senantiasa memandang dengan takzim puncak gunung Piapi yang kuanggap keramat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam ini gelap tanpa ada listrik. PLN mengalami keterlambatan pengiriman bahan bakar dari pelabuhan Bitung, setidaknya begitulah alasan pihak PERTAMINA. Kapal yang dijadwalkan berangkat dua hari lalu takut mengambil resiko menghadapi gempuran gelombang Desember yang tingginya mencapai 5 meter.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku sebenarnya bersyukur atas keadaan ini. Rencana pertemuan dengannya justru sangat membutuhkan keadaan seperti demi menjaga kerahasiaan. Muntia, seorang saudara dekat yang kini, entah karena alasan apa, tengah mengikuti perjuangan kemerdekaan bangsa Moro, perjuangan yang dianggap gerakan separatis di wilayah Philipina Selatan. Sebuah pesan balasan melalui handphone yang kuterima kemarin malam mengkonfirmasikan kesediaannya pada rencana pertemuan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari arah dapur yang terpisah dari bangunan utamanya muncul lelaki berperawakan tinggi. Langkahnya cepat menerobos kesunyian malam. Dipinggangnya tampak menyembul jelas sebuah senjata genggam. Seseorang yang mengawalnya berhenti dalam jarak 10 meter, tepat di samar-samar bayangan pohon Nangka tetangga sebelah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku, kendatipun sering menghadapi situasi pelik dan sering dianggap banyak orang sebagai manusia yang syaraf takutnya sudah putus, kali ini tetap saja bergidik. Muntia yang sekalipun masih sedarah denganku itu datang dalam sistem keamanan yang berlebihan. Senjata yang menyelip di pinggang pria setengah raksasa ini pasti masih jenis senjata andalannya dulu, Colt 45, jenis pistol yang umum digunakan oleh pejuang MNLF. Sedangkan si Muntia yang berdiri di kejauhan…jangan-jangan jenis FN atau Long Riffle 28. Agaknya kewaspadaan harus ditingkatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hawe* …?”, seru sosok yang mendekat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“TAGAROANG !”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan suara yang terkesan gemetaran, aku berusaha memastikan pada diri sendiri bahwa kode sandi yang baru saja dijawab tidak akan membatalkan rencana wawancara dengan salah seorang petinggi pejuang gerakan separatis Moro National Liberation Front ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Baiklah, Hawe. Aku sepakat diwawancarai atau sejenis diskusi denganmu bila pertama-tama kau menyetujui syarat teknis dari penulisan yang nantinya kau gunakan merangkai semua ocehanku”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa syarat penulisannya ?,” aku melongo heran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bila kau ingin menulis kalimat ujarku atau siapapun sejauh itu masih menyangkut kisahku, lalu memakai tanda petik sebagai pembuka dan penutup ujaran maka jangan pernah menggunakan tanda koma atau titik sebagai bagian ujaran”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Maksudnya ?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sebentar…! Untuk lebih jelasnya, kita perlu tulisan nyata”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia melangkah masuk ke dalam rumah, menuju kamar dan kembali dengan sebatang pulpen, selembar kertas serta sebuah lampu botol. Menulis tiga baris kalimat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Aku menembak polisi”, ujar Muntia.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;bukan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Aku menembak polisi,” ujar Muntia&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidak. Tolonglah cari contoh kalimat lain, setidaknya lebih netral. Saya anti kekerasan”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Baiklah kalau begitu”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan dicoret. Menulis kalimat ujar baru lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Aku mencintai Mawar putih”, ujar Muntia.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;bukan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Aku mencintai Mawar putih,” ujar Muntia&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kertas disodorkan. Perhatikan letak tanda komanya, sambungnya ketus. Aku senyum setuju.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mengapa harus berbeda dari sisi konvensi penulisan, apa ini menyangkut ideologi perjuanganmu ?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidak ! Ini lebih berhubungan dengan logika Semiotika. Bagaimana mungkin kekeliruan konvensi selama ini menempatkan dengan sewenang-wenang tanda koma masuk dan menjadi bagian dari kalimat ujar sedangkan seharusnya ia menjadi tanda pemisah dari ke dua frase demi membentuk sebuah kalimat? Pun, bila kau hubungkan dengan sisi perjuangan, maka benang merah dari perjuangan kami ini lebih terletak pada logika kebenaran. Mengenai sejarah dan realitas yang terjadi. Logika yang sama dengan dasar jurnalistik yang kau emban”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesaat aku tercengang. Berdehem pelan sembari menetralkan rasa kering di leher. Hampir saja aku tercekak oleh penjelasan yang benar-benar di luar dugaan. Sangat cerdas, gumamku. Tak pernah kusangka sebelumnya bahwa Hawe Muntia, sosok yang dulunya sangat lugu itu kini telah berubah menjadi pribadi yang sangat kritis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada rasa tidak nyaman menjalari telinga kala mendengar ‘kekeliruan konvensi’ yang disampaikan dengan suara yang agak dilebih-lebihkan. Entahlah. Tapi rasanya kata-kata Muntia yang baru saja didengar itu sekaligus berhasil menakar ketidaktahuanku terhadap teknis penulisan yang lebih wajar atau sesuai dengan apa dia sebut ‘logika semiotika’.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hal yang sama berlaku untuk tanda titik”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa bagimu ini penting?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya, setidaknya kita memulai segala sesuatu dengan kebenaran-kebenaran hakiki. Bisa dipertanggungjawabkan secara logika ilmu pengetahuan. ”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Baiklah, aku setuju !”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(MANADO – KAMAR PENGAP ALPIUS ELO)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Headset menempel di kedua telingaku sambil terus memperhatikan dengan seksama agar tidak ada bagian dialog manapun yang luput dari perhatianku. Kata-kata tersebut diketik dalam kejengkelan yang nyaris membuatku sanggup menghabiskan sebotol Cap Tikus**  yang berkadar alkohol kira-kira 40 persen. Sambil berusaha tetap menjaga objektifitas perasaan terhadap wawancara yang dilakukan, aku mulai menulis lagi dengan mata dipicingkan menghindari serbuan asap rokok yang memerihkan :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Aku Muntia, rela meladeni wawancara, diskusi, atau pembenaran-pembenaran lain yang intinya tetap sama berusaha sebaik mungkin menulis dalam bahasa Indonesia namun kata-kata Melayunya tidak di Indonesiakan. Dan maaf bagi yang paham aturan bahasa kalau aku lancang menulis di sepanjang cerita ini dengan menggunakan tanda baca seperti : /“Porodisa”, kataku/, yang tanda komanya ditempatkan setelah tanda kutip agar, mungkin di lain kali, setelah tanda koma itu masih bisa kutulis huruf-huruf seperti api. Kalau ada yang tidak setuju, maka aku akan memindahkan tintaku ke atas lempeng ombak.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya secara pribadi, aku sangat keberatan dengan sikap Muntia yang sangat kaku dan sok ahli bahasa pada pertemuan kami waktu itu. Tapi karena janjiku, maka biarkan syarat penulisannya yang terkesan agak konyol itu digunakan dalam tulisan selanjutnya. Kami sudah membuat kesepakatan tentang hal itu.□&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------&lt;br /&gt;* Hawe: &lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!----&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bahasa Talaud : sapaan yang berarti kawan; teman.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;**Cap tikus:Minuman beralkohol sejenis arak yang diproses dari hasil penyadapan air pohon Aren. Pada zaman pendudukan Kolonialisme Belanda, hasil ekstraksinya yang akan dijual, biasanya dituang ke dalam wadah botol yang berlogo Cap Tikus. Sejak saat itu penyebutan Cap Tikus lebih populer ketimbang nama lokalnya seperti ‘Sophi’ atau kosa kata lokal lain di Minahasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-1189615041040318883?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/1189615041040318883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=1189615041040318883&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/1189615041040318883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/1189615041040318883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/12/malam-bertemu-kisah-chapter-i.html' title='Malam Bertemu Kisah | Chapter I'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-680353820388295231</id><published>2010-12-24T16:29:00.000-08:00</published><updated>2010-12-24T16:29:20.891-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film|Movie'/><title type='text'>IP MAN 2</title><content type='html'>Continuing from where the first film left off, Wi9ng Chun master Ip Man and his family move to Hong Kong in the early 1950s after their escape from the Japanese, Ip Man decides to open a school to teach Wing Chun and propagate the martial art, as well make his living.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, as Ip Man’s fame is not well known in the region, he has a hard time looking for students. After more than a week, a young man named Wong Leung (Huang Xiaoming) appears and asks to be taught Wing Chun. Upon first meeting the unassuming Ip, Wong challenges him to a fight and declares he will take him as his master and pay his school fees if he loses. After a couple of rounds of sparring, Ip Man easily defeats Wong, sending the humioliated young man leaving and coming back with a group of his friends who attempt to gang up on Ip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, they are no match for Ip as he beats them. Stunned and impressed by his skills, Wong and his friends becamo his students. Eventually, Wong brings in additional students.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-680353820388295231?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/680353820388295231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=680353820388295231&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/680353820388295231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/680353820388295231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/12/ip-man-2.html' title='IP MAN 2'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-6947103431134819051</id><published>2010-12-24T16:26:00.000-08:00</published><updated>2010-12-24T16:27:16.155-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film|Movie'/><title type='text'>Avatar The Last Airbender</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The world is devided into four kingdoms, each represented by the element they harness, and place has lasted throughout the realms of Water, Air, Earth, and Fire under the supervision of the Avatar, a link to the spirit world and the only being capable of mastering the use of all four elements. When young Avatar Aang disappears, the Fire Nation launches an attack to eradicate all members of the Air Nomads to prevent interference in their future plans for world domination. 100 years pass and current Fire Lord Ozal continues to conquer and imprison anyone with elemental “bending” abilities into the Earth and Water Kigdoms. While siblings Katara and Sokka from a Southern Water Tribe find a mysterious boy trapped beneath the Ice outside their village.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The Avatar returns to the world searching for excitement, adventure and a good time! New friend, celebity status, and ruthless Fire Nation on his tail…can Aang face his destiny to save the world? Katara and Sokka, a brother and sister from the Southern Water Tribe, discover a twelve-year-old boy frozen in an iceberg. Could this be Avatar the world has been waiting for? Prince Zuko, a young Firebender whose mission in life is to capture the Avatar, tracks Aang to the Southern Water Tribe village where Katara and Sokka live. Aang is eager to take Sokka and Katara to Air Temple where he was raised, but  discovers then temple is not as he remember it. When locals of small island dicover Aang is the Avatar, they treat him like a celebrity, which ultimately leads to trouble!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aang and his friends continue their quest to the Northern Water Tribe, visiting various Earth Nation cities. They soon learn that Aang must master all bending element before the summer, when a comet will arrive that could empower the fire Nation making them virtually unstoppable. Aang, Katara, and Sokka are brought before a crazy old king, who seems to enjoy messing with the kids heads. Katara attempts to inspire the oppressed people of an Earth Nation city, occupied by the Fire Nation.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aang, Katara, and Sokka arrive at a town being terrorizewd by a mysterious force from the spirit world! During the winter solstice, Aang must reach Fire Nation temple while dodging Prince Zuko, Commander Zhao, and the Fire Sages who guard it. Pirates, rebels, the Fire Nation, and feuding tribes contribute to the greater responsibility Aang faces as the Avatar. Burdened and guilt-ridden because of his previous disappearance, we hear the suprising story of Aang’s past paralleled with Prince Zuko’s. finally arriving at their destination of the Northern Water Tribe, Aang must master Waterbending, and together with his friends, defend the city from Admiral Zhao’s greatest attack yet!***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-6947103431134819051?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/6947103431134819051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=6947103431134819051&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/6947103431134819051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/6947103431134819051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/12/avatar-last-airbender.html' title='Avatar The Last Airbender'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-4603437048782135239</id><published>2010-12-24T16:24:00.000-08:00</published><updated>2010-12-24T16:24:35.426-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film|Movie'/><title type='text'>TEKKEN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 2039, setelah Perang Dunia menghancurkan banyak peradaban seperti yang kita tahu, wilayah tidak lagi dijalankan oleh pemerintah, tapi oleh perusahaan, yang terkuat di antaranya adalah Mishima Zaaibatsu. Mishima menggelar King of Iron Fist Tournament, atau Tekken, di mana para pejuang bertarung sampai hanya satu yang dapat berdiri, yang pada gilirannya akan menerima bintang seumur hidup dan kekayaan.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita diperkenalkan kepada kekerasan dunia melalui mata Jin Kazama seorang petarung jalanan remaja yang memasuki turnamen dalam rangka untuk membalas kematian ibunya yang ia tumpahkan semua kesaolahan atas pemimpin yang paling kuat dan paling berkuasa atas Mishima Zaibatsu : Heihachi Mishima (Hiroyuki Tagawa). Dia tahu bahwa satu-satunya cara untuk dapat cukup dekat edengan Mishima agar dapat membunuhnya adalah dengan memenangkan turnamen, tetapi dengan begitu, ia mulai membongkar sendiri masa lalunya dan kekuatan jahat dalam dirinya serta memperlihatkan kegelapan kepada Tekken yang mengancam keberadaan kemanusiaan.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-4603437048782135239?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/4603437048782135239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=4603437048782135239&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/4603437048782135239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/4603437048782135239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/12/tekken.html' title='TEKKEN'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-5425497838990973240</id><published>2010-10-10T03:22:00.000-07:00</published><updated>2010-10-10T03:22:45.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Drama'/><title type='text'>Jalan-jalan Sunyi | Naskah Drama Drama yang Dimainkan 7 Orang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Naskah drama atau teater ini berjudul JALAN-JALAN SUNYI, merupakan naskah drama/teater rohani yang dimainkan oleh 7 orang atau lebih. Naskah ini ditulis oleh IE HADI G dan merupakan naskah yang secara sengaja disediakan cuma-cuma demi memenuhi kebutuhan naskah yang sangat tinggi mengingat tingkat pertunjukan drama/teater rohani semakin intens dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karakter:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang I&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang II&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang III&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang IV&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang V&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang VI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkemis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Batsyeba&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Magdalena&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pilatus&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barnabas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PLAY:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Sebuah tempat. Beberapa orang dalam diam. Ada yang memikul dan memegang wadah, juga ada yang memanggul potongan bambu. Bulan merah kala itu.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkemis :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;[masuk memegang obor]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Siapa yang selalu melewati jalan sunyi? Jalan di mana roh manusia masih senantiasa dihinggapi oleh Roh Keabadian dan lalu saling menyapa”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[&lt;b&gt;mendekati Orang I]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa yang ada di tanganmu?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang I :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Debu. Hanya debu dari dosa peradaban”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkemis :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;[mendekati Orang II]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Apa yang ada pada kepalamu?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang II :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Darah. Hanya darah dari pertikaian bumi”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkemis :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;[mendekati orang memanggul potongan bambu]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang VI :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ini adalah sekedar gulungan kisah. Kisah dari masa yang jauh dan telah berlalu. Kisah yang hanya untuk bercermin bila kita ingin bercermin”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkemis :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dosa peradaban. Darah pertikaian. Dan potongan kisah. Kepada siapa harus kalian berikan?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang III :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kepada waktu. Kepada waktu yang bergerak serta terus meringsek menuju pada penghabisannya. Dunia telah penuh penderitaan dan penyesatan. Namun tak ada yang mau meluruskannya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkemis :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Penderitaan dan penyesatan. Yang bisa meluruskannya hanya diri sendiri. Menempuh jalan yang menghidupkan nafas roh kita”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;[menabuh tabuhan]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang II :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tentang apakah dentum-dentum itu?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang V :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hanya tentang kisah bulan!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang II :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Atau tentang daun-daun resah?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang V :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tentang episode-episode yang baru saja mati!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang II :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Atau tentang batu-batu bisu?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang V :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidak. Ini tentang kisah-kisah airmata!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang II :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ataukah tentang…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang V :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jangan mengejar makna jika kau tak paham kisah bulan. Ini tentang lembaran kisah airmata bulan yang baru saja berakhir dan dibaca. Dari ujung mana harus diurai kekusutannya jangan kau tanyakan jika tak mengerti jawabannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang III :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Semua pengetahuan pada akhirnya ditujukan untuk manusia. Membuka jalan dan memberi tahu cara-cara untuk memerdekakan hidup. Hidup hanya semata bunga alang-alang, diterbangkan angin, di udara, jatuh ke tanah, lalu mati. Sehingga perlu manusia memiliki pengetahuan baik dan buruk, sebagai senjata, sebagai modal menjalani hidup. Lalu, kemudian, pilihan untuk memilih senjata, tergantung pada siapa yang berpengetahuan itu akan menggenggam apa. Perjuangan kemanusiaan menjadikan manusia menjadi kisah yang agung”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang V :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Buka kembali lembaran kisah itu. Biarkan setiap orang bercermin, lalu menjadi kisah itu sendiri”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang III :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Siapa yang melukiskan tinta-tinta kesedihan pada dinding malam? Siapa yang menulis takdir dari penderitaan?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang V :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Takdir manusia adalah untuk melawan takdir. Bila bumi adalah gambaran surga, mari melawan takdir penderitaan. Buka gulungan itu!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang I :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Pernahkah kau dengar sungai bernyanyi?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang V :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Buka gulungan itu!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang III :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Pernahkah kau dengar samudera raya membahanakan melodi-melodi terindah?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang V :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Buka gulungan itu!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang IV dan Orang VI :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Alkemis, sebutkan sepata kata…!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkemis :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hidupkan kisah itu sekarang!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;[menyalakan api]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Alkemis menabuh tabuhan. Orang IV dan Orang VI membuka gulungan kisah itu, dan setiap orang menjadi kisah itu sendiri. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barabas :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tetapkan penghapusan dosaku!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pilatus :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;[membakar lembar-lembar dosa]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dosamu sudah terhapus…dosamu sudah terhapus…dosamu sudah terhapus…!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Batsyeba :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dari keturunankulah yang telah ditakdirkan untuk memeluk takdir itu. Takdir penghapusan dosa manusia. Takdir yang memisahkan manusia dari dunianya. Takdirnya adalah membawa pedang, bukan damai. Pedang yang memisahkan anak laki-laki dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Magdalena :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Pedang bagi yang mencintai apapun lebih dari Dia. Aku mencintaiNya dengan cinta yang tak pernah kuberikan sebelumnya kepada siapapun juga. Dia, adalah anak yang dititipkan ke dalam rahim seorang perawan. Dialah anak yang dikandung dalam kesusahan. Maria, menanggung ketakutan dari tuduhan berbuat aib. Maria, menanggung ketakutan dari rajaman dan tebasan pedang. Maria, perempuan yang mulia karena dia dihibur oleh para malaikat saat kesedihan datang merundung. Maria…”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;[menyanyikan lagu Ave Maria]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pilatus :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku tak lagi bersalah pada orang itu. Aku berusaha melepaskanNya dari jeratan tuduhan yang tidak berdasar. Procla juga menasehatiku katanya: Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkemis :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kisah ini telah ditulis jauh sebelum kau berusaha melepaskan Sang Alkimia! Kau hanyalah salah satu tokoh dalam tragedi ini. Itulah tragedi penyelamatan manusia. Barabas, kau juga hanya salah satu tokoh. Namun kisahmu lebih panjang. Seseorang telah merekayasa dan mengaku bahwa dirimulah yang telah menuliskan sebuah kitab. Kitab Barabas. Kitab kebohongan itu”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Batsyeba :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Misteri Ilahi. Alkemis, itulah misteri Ilahi dan kita sama-sama sebagai tokoh dari lakon Ilahi itu. Aku istri Uria yang dirampas oleh Daud. Tetapi ternyata dari rahimkulah generasi itu lahir. Juga tentang Barabas, dia masih semata nama tokoh dari penyesatan di akhir zaman yang telah dituliskan oleh para alkemis-alkemis lainnya. Karena sebuah sisi, sisi gelap, akan terus mengintai sampai kita tak lagi ingin jadi manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkemis :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tutuplah gulungan itu, telah cukup. Mari kita kembali kepada peran kita yang sebenarnya, peran sebagai manusia. Mari mengarah ke Tuhan. Tinggalkan dunia lama. Sekarang menuju ke kehidupan roh yang baru. Penyesatan akan terus berjalan di muka bumi ini. Wahyu yang dituliskan di dalam kitab-kitab suci itu adalah nyata.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Alkemis kembali menabuh tabuhan. Orang IV dan Orang VI mengangkat kembali gulungan kisah itu, dan setiap orang tidak lagi menjadi kisah sebelumnya. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang I :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku mendapati sepinya hatiku pada daun-daun jatuh. Selamat berpisah. Aku mendapati malam menggigil bersama jantungku. Temuilah fatamorgana. Aku tak mendapati apa yang bisa kutaburkan dalam redup ceriaku. Hempaskan senyummu. Tebas kenanganku. Aku kini mau hidup tuk bertemu hari esok, karena debu peradaban bukanlah apa seharusnya kita genggam. Manusia lama adalah sebatas kenangan. Aku ingin jadi manusia yang baru”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang II :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Darah pertikaian bukanlah jalan. Mari genggam iman sebagai senjata bagi jiwa kita. Tinggalkan kisah lama”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;[Orang I dan II menumpahkan isi wadah yang ada pada mereka]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Orang-orang bergerak mendekati Alkemis. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang I, Orang II, Orang III, dan Orang V :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bertobat…!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkemis :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;[membaca mantra terus menerus sambil menabuh tabuhan]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Angin membuka pintu. Pintu membuka roh. Roh membuka kehidupan”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Orang IV dan Orang VI membungkus semua orang dengan gulungan kisah. Orang-orang bergerak sesuai dentuman irama yang ditabuh Alkemis dan terbungkus bersama ke dalam gulungan kisah itu.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkemis :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan kita menjadi kisah yang baru”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;***Selesai***&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-5425497838990973240?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/5425497838990973240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=5425497838990973240&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/5425497838990973240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/5425497838990973240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/10/jalan-jalan-sunyi-naskah-drama-drama.html' title='Jalan-jalan Sunyi | Naskah Drama Drama yang Dimainkan 7 Orang'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-8169032033469443394</id><published>2010-09-03T19:57:00.000-07:00</published><updated>2010-09-03T19:57:14.989-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Budaya'/><title type='text'>Kerajaan Tabukan | Iktisar Kerajaan-kerajaan Nusa Utara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah raja Makaampo meninggal, putranya Wuatengsemba menjadi raja Tabukan yang pertama dalam masa penjajahan Portugis dan Spanyol 1575-1610. wuatengsemba kawin dengan putrid Tansekoa, putri ratu Lohoraung. Wilayah kerajaan meliputi tanjung Selimahe sampai tanjung Padarehokang kecuali wilayah Tamako dari tanjung Lelapide sampai Toademanandu, yang tergabung dengan kerajaan Siau pada masa pemerintahan Makaampo dan kepulauan Talaud dikurangi dengan kerajaan Nanusa termasuk pulau Miangas diberikan kepada putri Doloweli, saudaranya, setelah kawin dengan raja Tahuna Tatehe Woba. Dalam pemerintahannyalah bangsa Portugis mengunjungi Tabukan.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raja Wuatengsemba diganti oleh putranya Gamabanua memerintah kerajaan Tabukan 1610-1645. Beliau kawin dengan putri Uhentinendeng putri dari raja Tatehe Woba dari Tahuna. Wilayah kerajaan berkurang dengan negeri Sawang diberikan kepada raja Tahuna untuk perkawinan raja dengan Uhentinendeng, pulau Kalama, dan Pulutan di Talaud diberikan kepada saudaranya Balango setelah menjadi raja Tagulandang, dan wilayah dari tanjung Lelapide sampai ke tanjung Pandarehokang diberikan kepada putri Ahungsehiwu setelah kawin dengan raja Manganitu Tolosan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa pemerintahannya bangsa Spanyol menyebarkan agama Roma Katholik, mendirikan gereja Padihe dan sekolah. Beliau mendapat gelar Markus Vasco da Gama Flinena pada tahun 1654. dalam masa pemerintahan raja Gama masuklah agama Islam dari Mindanao.***&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;[Sumber tulisan: Buku karya Shinzo Hayase, Domingo M. Non, dan Alex J. Ulaen yang berjudul “SILSILAS/TARSILAS (GENEALOGIES) AND HISTORICAL NARRATIVES IN SARANGGANI BAY AND DAVAO GULF REGIONS, SOUTH MINDANAO, PHILIPPINES, AND SANGIHE-TALAUD ISLANDS, NORTH SULAWESI, INDONESIA” halaman 253].&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-8169032033469443394?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/8169032033469443394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=8169032033469443394&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/8169032033469443394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/8169032033469443394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/09/kerajaan-tabukan-iktisar-kerajaan.html' title='Kerajaan Tabukan | Iktisar Kerajaan-kerajaan Nusa Utara'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-1653057716235623425</id><published>2010-09-03T19:55:00.000-07:00</published><updated>2010-09-03T19:55:48.928-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Budaya'/><title type='text'>Kerajaan Kolongan | Iktisar Kerajaan-kerajaan Nusa Utara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada jaman penjajahan bangsa Portugis dan Spanyol, raja Kolongan Pontoralage yang bersahabat dengan raja siau Wuisang telah memintakan pastor Diego Magelhaes datang di Kolongan. Permintaan tersebut dapat disanggupi oleh Padri dan ditemani oleh raja Wuisang ke Sangihe pada tahun 1568.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai di Kolongan raja dipermandikan dan dinikahkan. Kemudian pastor mengadakan permandian massal untuk para bobato dan penduduk di sungai Akembawi pada tanggal 10 Nopember 1568.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya kerajaan Kolongan hilang karena ditinggalkan penduduk yang disebabkan oleh:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Pertempuran dengan bangsa Portugis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Persengketaan keluarga dalam kerajaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Penyingkiran letusan gunung Awu, sebagaimana letusan pertama yang tercatat pada tahun 1641 dan kemudian tercatat pula dalam journal Padtbruge 1677.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penduduk Kolongan menyingkir ke Tahuna termasuk pahlawan Tatehe Woba yang mendirikan kerajaan Tahuna pada tahun 1600.***&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;[Sumber tulisan: Buku karya Shinzo Hayase, Domingo M. Non, dan Alex J. Ulaen yang berjudul “SILSILAS/TARSILAS (GENEALOGIES) AND HISTORICAL NARRATIVES IN SARANGGANI BAY AND DAVAO GULF REGIONS, SOUTH MINDANAO, PHILIPPINES, AND SANGIHE-TALAUD ISLANDS, NORTH SULAWESI, INDONESIA” halaman 252].&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-1653057716235623425?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/1653057716235623425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=1653057716235623425&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/1653057716235623425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/1653057716235623425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/09/kerajaan-kolongan-iktisar-kerajaan.html' title='Kerajaan Kolongan | Iktisar Kerajaan-kerajaan Nusa Utara'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-2425821408733435942</id><published>2010-09-03T18:00:00.000-07:00</published><updated>2010-09-03T18:01:25.620-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Budaya'/><title type='text'>Kerajaan Siau | Iktisar Kerajaan-kerajaan Nusa Utara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerajaan Siau banyak mendapat pengaruh dari bangsa Portugis dan Spanyol sehingga Spanyol mendirikan benteng Gurita di Ondong dan benteng Santa Rosa di Ulu Lento. Sebagai raja yang pertama ialah Lokombanua II diganti oleh anaknya Pasumah yang memerintah dari 1540-1561. Dalam pemerintahannya terjadi peristiwa Liwua Daha, yaitu pertempuran antara Paseng dan Ulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai raja berikutnya yang menggantikan raja Pasumah ialah raja Wuisang yang memerintah dari tahun 1561-1585. Dalam pemerintahannya bangsa Portugis berkuasa di Siau. Beliau adalah raja pertama yang menerima agama Kristen dan langsung dipermandikan oleh Pastor Diego Magelhaes pada 1563 di Manado dengan beroleh gelar: Don Jeronimo Wuisang. Pada tahun 1566 Pastor Pedro Maxarenhas tiba di Siau dan atas kebijaksanaannya raja dan rakyat dapat diperdamaikan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang menggantikan raja Wuisang ialah anaknya raja Winsulangi pada tahun 1585-1623. Pada jaman pemerintahannya raja Andi dari Mindanao menyerang Pehe 1586 karena membalas dendam atas kematian pahlawan Salawe yang dibunuh waktu perkunjungannya di Siaupada tahun 1584. Raja Winsulangi melarikan diri ke Ternate, nanti kembali pada tahun 1587 dan memindahkan ibukota kerajaan di Ondong.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1588 di Ondong Pastor Fransisco da Grosa menyebarkan Injil di sana dan meninggal juga di sana setelah 2 tahun. Kemudian datanglah Pastor Anthonio Pareyra 1592 bersama Kepala Padri Martha. Pada waktu pemerintahan raja Winsulangi Siau mendapat serangan dari Ternate, sehingga raja meminta bantuan kepada bangsa Spanyol di Manila. Putranya Batahi ikut bersama ayahnya pada waktu itu dan mendapat pendidikan di sana.***&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;[Sumber tulisan: Buku karya Shinzo Hayase, Domingo M. Non, dan Alex J. Ulaen yang berjudul “SILSILAS/TARSILAS (GENEALOGIES) AND HISTORICAL NARRATIVES IN SARANGGANI BAY AND DAVAO GULF REGIONS, SOUTH MINDANAO, PHILIPPINES, AND SANGIHE-TALAUD ISLANDS, NORTH SULAWESI, INDONESIA” halaman 252].&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-2425821408733435942?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/2425821408733435942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=2425821408733435942&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2425821408733435942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2425821408733435942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/09/kerajaan-siau-iktisar-kerajaan-kerajaan.html' title='Kerajaan Siau | Iktisar Kerajaan-kerajaan Nusa Utara'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-8730640693819394316</id><published>2010-09-02T07:28:00.000-07:00</published><updated>2010-09-02T07:28:51.649-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Budaya'/><title type='text'>Kerajaan Manado | Iktisar Kerajaan-kerajaan Nusa Utara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bangsa barat yang pertama-tama menemukan Manado ialah pelayar Portugis Simao d’Abreu pada tahun 1523. Kerajaan Manado pada waktu itu meliputi pulau-pulau sekeliling Minahasa dan sepanjang pantai Minahasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raja-raja yang pernah memerintah antara lain : Raja Don Fernando pada tahun 1644; raja Laloda Mokoagouw pada tahun 1644-1670, sebagai raja terakhir.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penduduk kerajaan Manado ialah suku Sangihe Sesuai pemberitaan Graafland, 1867.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerajaan Manado hilang diakibatkan oleh peperangan yang terjadi dengan raja-raja Bolaang, serta persengketaan-persengketaan dan juga kekurangan bahan makanan yang diakibatkan oleh merajalelanya kera, sesuai memori Padtbrugge 1682. sebagian besar penduduk berpindah ke pulau Sangihe dan yang lainnya berpindah ke Bitung kecil dekat Kiama dan sekitar Singkil sekarang ini yang sejak jaman itu disebut menurut nama asalnya Manado Tua. Pulau-pulau sekeliling Minahasa yang masuk kerajaan Manado Tua yaitu: P. Manado Tua, p. Siladeng, p. Bunaken, p. Mantehage, p. Nain, p. Talise, p. Bangka dan p. Lembeh.***&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;[Sumber tulisan: Buku karya Shinzo Hayase, Domingo M. Non, dan  Alex J. Ulaen yang berjudul “SILSILAS/TARSILAS (GENEALOGIES) AND HISTORICAL NARRATIVES IN SARANGGANI BAY AND DAVAO GULF REGIONS, SOUTH MINDANAO, PHILIPPINES, AND SANGIHE-TALAUD ISLANDS, NORTH SULAWESI, INDONESIA” halaman 251-252].&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-8730640693819394316?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/8730640693819394316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=8730640693819394316&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/8730640693819394316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/8730640693819394316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/09/kerajaan-manado-iktisar-kerajaan.html' title='Kerajaan Manado | Iktisar Kerajaan-kerajaan Nusa Utara'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-7256917174888720230</id><published>2010-09-02T07:26:00.000-07:00</published><updated>2010-09-02T07:26:11.723-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Mengatasi Impotensi &amp; Ejakulasi Dini | Tips Bercinta Bagi Dewasa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TH-z6VnY0nI/AAAAAAAAAR8/1IaibgflWi8/s1600/sexo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TH-z6VnY0nI/AAAAAAAAAR8/1IaibgflWi8/s200/sexo.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila anda merupakan orang yang selalu mendapat masalah saat berhubungan intim dengan pasangan anda maka sebaliknya tidak perlu berkecil hati atau bahkan mulai memutuskan untuk menjaga jarak hubungan dengan pasangan setia anda. Tindakan tersebut tentu saja tidak akan menyelesaikan masalah yang sedang dialami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tindakan yang paling tepat untuk dilakukan secepatnya adalah mengkomunikasikan masalah tanpa rasa malu dengan pasangan anda agar saling mengetahui dan memaklumi keadaan yang sedang terjadi.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komunikasi tersebut bisa jadi merupakan titik balik perubahan pandangan anda dalam bercinta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di bawah ini, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar anda mampu mengatasi dan menghindari masalah seks:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Menahan emosi seks. Salah satu penyebab ejakulasi dini adalah tidak bisa menahan emosi seks ketika bersetubuh. Kebanyakan pria selalu ingin cepat ejakulasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Menghalangi semua permasalahan terbawa ke tempat tidur. Hindari berhubungan seks bila amarah dan kejengkelan masih bersemayam di hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Variasi seks. Untuk menghilangkan kejenuhan dan memperindah hubungan seks, tidak ada salahnya berhubungan seks di luar tempat tidur. Di kamar mandi atau di ruang tamu. Mintai pendapat pasangan tentang variasi seperti apa yang sebaiknya anda lakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Luangkan waktu untuk berduaan dengan istri. Kesibukan seringkali menghalangi suami-istri untuk bersama, hingga tidak bisa menikmati kehidupan secara pribadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Peliharalah kesehatan dengan mengatur pola makan dan tetap berolahraga. Selain itu hindarilah minuman beralkohol secara berlebihan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-7256917174888720230?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/7256917174888720230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=7256917174888720230&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/7256917174888720230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/7256917174888720230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/09/mengatasi-impotensi-ejakulasi-dini-tips.html' title='Mengatasi Impotensi &amp; Ejakulasi Dini | Tips Bercinta Bagi Dewasa'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TH-z6VnY0nI/AAAAAAAAAR8/1IaibgflWi8/s72-c/sexo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-5724333734479413351</id><published>2010-08-29T04:42:00.001-07:00</published><updated>2010-08-29T04:42:26.854-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Seni'/><title type='text'>Olah Tubuh | Sekilas Panduan Dasar-dasar Akting dalam Teater</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam mempelajari seluk beluk seni pertunjukan teater atau drama, maka salah satu yang harus dikuasai adalah mengenai olah tubuh. Pada dasarnya olah tubuh hanyalah sebuah konsep latihan bergerak atau memaksimalkan tubuh beserta organ-organnya dalam menunjang akting seorang aktor/aktris.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara hakiki, &lt;b&gt;Olah tubuh&lt;/b&gt; memiliki pengertian dasar yang sama dengan makna yang terkandung dalam kata &lt;b&gt;Olahraga&lt;/b&gt;. Hanya tujuannya yang sedikit berbeda. Jika &lt;b&gt;olahraga&lt;/b&gt; mengutamakan tujuan kesehatan sebagaimana yang dikemukakan melalui semboyan universal "&lt;i&gt;Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula&lt;/i&gt;", maka dalam seni pertunjukan lebih bertujuan mempersiapkan kemampuan gerak tubuh aktor/aktris. Dengan berolah tubuh kita akan, mendapat keadaan atau kondisi tubuh yang maksimal. Selain itu olah tubuh juga mempunyai tujuan melatih atau melemaskan otot otot kita supaya elastis, lentur, luwes dan supaya tidak ada bagian bagian tubuh kita yang kaku selama memerankan sebuah karakter atau tokoh.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Latihan Olah Tubuh:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama sekali mari kita perhatikan dan rasakan dengan segenap panca indera yang kita punyai. Dengan memakai rasa kita perhatikan seluruh tubuh kita, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang mari kita menggerakkan tubuh kita. Jatuhkan kepala ke depan. Kemudian jatuhkan ke belakang, ke kiri, ke kanan. Ingat kepala/leher dalam keadaan lemas, seperti orang mengantuk.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Putar kepala pelan pelan dan rasakan lekukan-lekukan di leher, mulai dari muka. kemudian ke kiri, ke belakang dan ke kanan. Begitu seterusnya dan lakukan berkali kali. Ingat, pelan pelan dan rasakan!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Putar bahu ke arah depan berkali kali, juga ke arah belakang. Pertama satu-persatu terlebih dahulu, baru kemudian bahu kiri dan kanan diputar serentak. Putar bahu kanan ke arah depan, sedangkan bahu kiri diputar ke arah belakang. Demikian pula sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rentangkan tangan kemudian putar pergelangan tangan, putar batas siku, putar tangan keseluruhan. Lakukan berkali kali, pertama tangan kanan dahulu, kemudian tangan kiri, baru bersama sama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Putar pinggang ke kiri, depan, kanan, belakang. Juga sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ambil posisi berdiri yang sempurna, lalu angkat kaki kanan dengan tumpuan pada kaki kiri. Jaga jangan sampai jatuh. Kemudian putar pergelangan kaki kanan, putar lutut kanan, putar seluruh kaki kanan. Kerjakan juga pada kaki kiri sesuai dengan cara di atas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai pembuka dan penutup olah tubuh ini, lakukan lari-lari di tempat dan meloncat loncat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Macam Macam Gerak:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang memerlukan gerak dalam hidupnya. Banyak gerak yang dapat dilakukan manusia. Dalam latihan dasar teater, kita juga harus mengenal dengan baik bermacam macam gerak Latihan latihan mengenai gerak ini harus diperhatikan secara khusus oleh seseorang yang berkecimpung dalam bidang teater.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya gerak dapat dibagi menjadi dua, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Gerak teaterikal&lt;/b&gt;, adalah gerak yang dipakai dalam teater, yaitu gerak yang lahir dari keinginan bergerak yang sesuai dengan apa yang dituntut dalam naskah. Jadi gerak teaterikal hanya tercipta pada waktu memainkan naskah teater/drama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Gerak non teaterikal&lt;/b&gt;, adalah gerak kita dalam kehidupan sehari hari. Gerak yang dipakai dalam teater (gerak teaterikal) ada bermacam macam, secara garis besar dapat kita bagi menjadi dua, yaitu gerak halus dan gerak kasar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. Gerak Halus&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gerak halus adalah gerak pada raut muka kita atau perubahan mimik, atau yanq lebih dikenal lagi dengan ekspresi. Gerak ini timbul karena pengaruh dari dalam/emosi, misalnya marah, sedih, gembira, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2. Gerak Kasar&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gerak kasar adalah gerak dari seluruh/sebagian anggota tubuh kita. Gerak ini timbul karena adanya pengaruh baik dari luar maupun dari dalam. Gerak kasar masih dapat dibagi menjadi empat bagian. yaitu:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Business&lt;/b&gt;, adalah gerak gerak kecil yang kita lakukan tanpa penuh kesadaran Gerak ini kita lakukan secara spontan, tanpa terpikirkan (refleks). Misalnya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Sewaktu kita sedang mendengar alunan musik, secara tak sadar kita menggerak gerakkan tangan atau kaki mengikuti irama musik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Sewaktu kita sedang belajar/membaca, kaki kita digigit nyamuk. Secara refleks tangan kita akan memukul kaki yang tergigit nyamuk tanpa kehilangan konsentrasi kita pada belajar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Gestures&lt;/b&gt;, adalah gerak gerak besar yang kita lakukan. Gerak ini adalah gerak yang kita lakukan secara sadar. Gerak yang terjadi setelah mendapat perintah dari diri/otak kita untuk melakukan sesuatu, misalnya saja menulis, mengambil gelas, jongkok, dsb.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Movement&lt;/b&gt;, adalah gerak perpindahan tubuh dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Gerak ini tidak hanya terbatas pada berjalan saja, tetapi dapat juga berupa berlari, bergulung gulung, melompat, dsb.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Guide&lt;/b&gt;, adalah cara berjalan. Cara berjalan disini bisa bermacam-macam. Cara berjalan orang tua akan berbeda dengan cara berjalan seorang anak kecil, berbeda pula dengan cara berjalan orang yang sedang mabuk, dsb.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap gerakan yang kita lakukan harus mempunyai arti, motif dan dasar. Hal ini harus benar-benar diperhatikan dan harus diyakini benar-benar oleh seorang pemain apa maksud dan maknanya ia melakukan gerakan yang demikian itu. Dalam latihan gerak, kita mengenal latihan "gerak-gerak dasar". Latihan mengenai gerak-gerak dasar ini kita bagi menjadi tiga bagian, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Gerak Dasar Bawah: posisinya dalam keadaan duduk bersila. Di sini kita hanya boleh bergerak sebebasnya mulai dari tempat kita berpijak sampai pada batas kepala kita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Gerak Dasar Tengah: posisi kita saat ini dalam keadaan setengah berdiri. Di sini kita diperbolehkan bergerak mulai dari bawah sampai di atas kepala.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Gerak Dasar Atas: di sini kita boleh bergerak sebebas-bebasnya tanpa ada batas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam melakukan gerak-gerak dasar di atas kita dituntut untuk berimprovisasi/menciptakan gerak-gerak yang bebas, indah dan artistik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Latihan-latihan gerak yang lain:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Latihan Cermin. Dua orang berdiri berhadap-hadapan satu sama lain. Salah seorang lalu membuat gerakan dan yang lain menirukannya, persis seperti apa yang dilakukan temannya, seolah-olah sedang berdiri di depan cermin. Latihan ini dilakukan bergantian.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Latihan Gerak dan Tatap Mata. Sama dengan latihan cermin, hanya waktu berhadapan mata kedua orang tadi saling tatap, seolah kedua pasang mata sudah saling mengerti apa yang akan digerakkan nanti.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Latihan Melenturkan Tubuh. Seseorang berdiri dalam keadaan lemas. Kemudian seorang lagi membantu mengangkat tangan temannya. Setelah sampai atas dijatuhkan. Dapat juga sebelum dijatuhkan lengan / tangan tersebut diputar-putar terlebih dahulu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Latihan Gerak Bersama. Suatu kelompok yang terdiri dari beberapa orang melakukan gerakan yang sama seperti dilakukan oleh pemimpin kelompok tersebut, yang berdiri di depan mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Latihan Gerak Mengalir. Suatu kelompok yang terdiri beberapa orang saling bergandengan tangan, membentuk lingkaran. Kemudian salah seorang mulai melakukan gerakan ( menggerakkan tangan atau tubuh ) dan yang lain mengikuti gerakan tangan orang yang menggandeng tangannya. Selama melakukan gerakan, tangan kita jangan sampai terlepas dari tangan teman kita. Latihan ini dilakukan dengan memejamkan mata dan konsentrasi, sehingga akan terbentuk gerakan yang artistik.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-5724333734479413351?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/5724333734479413351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=5724333734479413351&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/5724333734479413351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/5724333734479413351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/08/olah-tubuh-sekilas-panduan-dasar-dasar.html' title='Olah Tubuh | Sekilas Panduan Dasar-dasar Akting dalam Teater'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-8864105547401309369</id><published>2010-08-26T20:37:00.000-07:00</published><updated>2010-08-26T20:37:38.847-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Drama'/><title type='text'>Mimpi dari Sebuah Jendela Waktu | Naskah Drama yang Dimainkan Oleh 8 Orang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Naskah drama atau teater ini berjudul MIMPI DARI SEBUAH JENDELA WAKTU, merupakan naskah drama/teater rohani yang dimainkan oleh 8 orang atau lebih. Naskah yang ditulis oleh IE HADI G ini merupakan naskah yang secara sengaja disediakan cuma-cuma demi memenuhi kebutuhan naskah yang sangat tinggi mengingat tingkat pertunjukan drama/teater rohani semakin intens dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BABAK I :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada sebuah tempat seorang seniman. Ruangan remang bahkan gelap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[suara orang menyanyi]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah manusia selalu bergerak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak pernah diam mengikuti waktu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah manusia selalu bertanya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terus mencari jika belum bertemu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mencari kebenaran sekalipun masih fatamorgana&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengais dalam doa sekalipun terus ada air mata&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[suara sesuatu yang ditabuh]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang sosok, Zero, duduk di sebuah kursi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZERO :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak tanda-tanda yang terjadi memberitahukan kejadian yang akan datang tapi kebanyakan manusia sering menganggap remeh. Dahulu sebuah bintang berjalan dan berhenti persis di atas sebuah kandang, di sebuah desa. Sebuah petunjuk yang memberitahukan kedatangan seseorang yang kelak akan mematahkan kuk-kuk dosa dunia. Tapi sedikit orang yang mengerti. Hanya tiga orang mengikuti tanda itu. Mereka masing-masing membawa hasil terbaik dari negri mereka. Persembahan yang hanya sepatutnya dipersembahkan bagi seorang raja. Saat kuk-kuk dosa telah dipatahkan, gempa yang sangat besar terjadi. Tanah retak. Bumi bergoncang. Baru orang memahami tanda, seorang yang hidup di antara mereka itu ternyata adalah Mesias.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alam tidak pernah berhenti memberikan tanda-tanda tentang kejadian yang akan datang. Gumpalan awan yang datang berarak, memberitahukan bahwa hari akan hujan. Itu hanya logika tanda alam sederhana. Seseorang yang pernah datang dengan tanda satu bintang yang berjalan itu akan datang lagi dengan lebih banyak tanda. Bintang-bintang, dan bukan cuma satu bintang, akan berjatuhan dari angkasa. Usia bumi akan berakhir. Kehidupan akan selesai. Kitab-kitab telah menuliskannya. Juga tentang gempa yang kelak akan terjadi, berulang-ulang. Bukankah gempa makin sering terjadi di bumi ini?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[bangkit, mengamati satu per satu isi ruangan tersebut dan keluar]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BABAK II :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mikha masuk, menyalakan lampu yang menerangi kanvas. dengan serius memandangi sebuah kanvas dengan lukisan yang belum selesai dilukis. Baru beberapa paduan warna dengan goresan-goresan yang tampak tidak bermakna. Kika dan Keke tidur pada sebuah meja, tertutup kain sehingga terlihat seperti patung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WASTIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[duduk sambil menyulam sesuatu]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zefa…Zefa…Zefa….! Di mana kau?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[jengkel]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zefa masuk dengan langkah perlahan sambil menarik sebuah rantai. Sekujur tubuhnya kusam dan kotor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WASTIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[duduk sambil menyulam sesuatu]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zefa, lama-lama aku bosan dengan tingkah lakumu yang makin menjengkelkan itu. Hari-hariku menjadi sangat gersang. Kau hanya peduli pada dirimu sendiri. Lihat dirimu. Kau makin larut saja ke dalam hal-hal semu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZEFA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah mengapa mimpi-mimpi itu terus datang. Hingga malam-malamku terus dipenuhi mimpi aneh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WASTIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup, Zefa. Aku tidak peduli mimpi apa yang selalu datang padamu. Kau malahan tidak pernah lagi memberikan perhatian padaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZEFA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tolong aku, Wastika. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WASTIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tolong apa?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZEFA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rantai aku. Rantai aku, Wastika. Rantai aku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WASTIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gila…kau telah gila. Kau telah gila, Zefa. Hiduplah kau dengan kegilaanmu itu. Aku tidak akan peduli. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[bangkit dan pergi]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia telah gila.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZEFA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[duduk dan merantai tubuhnya]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia…dia tidak akan pernah mengerti mengapa akhirnya kuputuskan untuk merantai tubuhku seperti ini. Dia tak pernah mengerti. Wastika yang malang. Telah panjang dan berliku jalan yang kulalui untuk mencarinya. Dia bukan Wastika. Dia adalah sebuah mimpi yang ingin kutemui. Entah ke mana dia. Entah ke mana lagi harus kutemukan dia. Sudah kutanya pada angin, ke mana kira-kira aku harus mencarinya. Angin menjawab tak tahu. Pada matahari sudah juga kutanyakan hal yang sama, dia diam, terbenam dan bersinar lagi, tapi tak menjawab apa-apa. Ke laut, ke semua, kutanyakan hal itu tapi tak ada yang mampu memberitahukan jawabannya. Kurantai tubuhku akhirnya, untuk menahan gejolak hati. Kusiksa tubuhku seperti ini, seperti jalan yang ditempuh kebanyakan orang bijak, menyiksa diri sendiri untuk mencapai keinginan dan tujuan spiritual. Aku ingin bertemu Dia. Sungguh, aku sangat ingin bertemu Dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia? Siapa?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZEFA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia bukan Wastika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tidak bertanya apakah dia itu Wastika atau bukan. Dia yang sementara kau bicarakan itu siapa? Dan untuk apa kau ingin menemuinya, sampai-sampai kau terlihat seperti orang gila seperti ini?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZEFA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia yang ditunggu sejak berabad-abad sebelumnya. Dia penunggang kuda putih, yang berjalan dalam angin, berjubah putih. Jika waktuNya telah tiba untuk datang menemui umat manusia, tanganNya menggenggam pedang yang berkilat-kilatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[diam sebentar]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[mengerut, bingung]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imajinasi yang hebat dari seorang penghayal. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZEFA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku senantiasa bertemu dengannya dalam mimpi. Mari, jumpai aku, katanya. Semalam dia kembali datang dalam mimpi. Pada malam berkabut di sebuah negeri yang tak kukenal, dia, anak manusia itu, keluar dari sebuah sungai. Lalu tiba-tiba langit terkoyak dengan dasyatnya, aku menjadi takut melihat apapun. Dari antara sela-sela jari, kulihat sesuatu turun dari langit. Aku makin gemetaran. Tak ingin lagi melihat apapun karena takut. Dalam mimpi itu, aku tersungkur ke tanah karena tubuhku jadi lemas dan ketakutan menyaksikan Anak Manusia itu tiba-tiba bercahaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia yang bercahaya ? Urusan mimpi saja bikin repot. Zefa, kau manusia yang paling aneh di jagad ini. Di jalanan sana banyak yang mengalami gangguan kejiwaan seperti kau. Mimpi dihasilkan oleh dunia bawah sadar kita; yang merupakan tempat menyimpanan atau memori dari kejadian-kejadian sehari-hari, angan-angan, obsesi-obsesi, dan lain-lain dari alam sadar kita. Angan-angan hari kemarin yang belum terwujud dan tentu saja sangat berlebihan akan menghasilkan penyimpangan jiwa. Itu sementara kau alami. Lihat dirimu. Bila penampilan manusia seperti caramu sekarang ini pasti semua orang yang melihat keanehan ini punya kesimpulan yang sama, kau gila.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZEFA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kau tidak paham makna mimpi ini. Tapi bagi diriku, perasaan, dan harapanku sangat penting. Aku ingin membangun imanku dan spiritualitasku melalui pencarianku atas petunjuk yang diperoleh melalui mimpi ini. Aku ingin bertemu denganNya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terus, apa hubungan makna mimpi, tujuan spiritual, dengan kegilaanmu itu? Jelaskan apa maksud rantai yang melilit tubuhmu itu?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZEFA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agama samawi, agama-agama pagan, bahkan semua kepercayaan di dunia ini menggunakan pemahaman yang sama.  Menyiksa diri demi untuk mencapai tujuan spiritual. Menahan lapar dan haus dengan berpuasa hakikatnya sama dengan rantai ini, hanya caranya yang berbeda. Kami sama-sama ingin berdialog dengan Tuhan. Dan rantai ini merupakan bagian dari imanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdialog dengan Tuhan ? Zefa, kau makin gila saja. Kau pikir dirimu itu adalah nabi zaman dahulu yang bisa berdialog dengan Tuhan. Betul-betul kau telah gila.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zefa diam, berjalan, memperhatikan sejenak sesuatu yang tertutup kain, lalu membukanya. Kika dan Keke, laki-laki dan perempuan itu, asyik tertidur pada sebuah meja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan ganggu mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kika dan Keke terbangun, terkejut dan ketakutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku sudah bilang, jangan ganggu mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZEFA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maaf, aku tidak tahu kalau sesuatu yang tertutup itu mereka berdua. aku pikir itu patung, karyamu terbaru. Atau juga barangkali adalah apa yang aku cari-cari. Tadi suaramu yang keras itu membangunkan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaulah yang membangunkan mereka, bukan aku. Mereka seharusnya tetap tertidur sepanjang hari. Menikmati mimpi-mimpi terbaru hari ini. Kau malah mengusik tidur mereka. Mimpi-mimpi mereka akhirnya jadi lenyap. Mereka punya mimpi yang sama mustahilnya denganmu. Mereka berdua adalah model dari lukisanku yang baru saja dimulai. Mimpi mereka adalah menjadi terkenal, lebih dari lukisannya. Sekalipun model dari lukisan Monalisa karya maestro Davinci tidak lagi dibicarakan dari masa ke masa tetapi mereka ingin yang sebaliknya. Dan mereka sama denganmu, gila…!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZEFA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maaf, sekali lagi maaf. Aku lebih baik pergi saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[ketakutan, dan keluar]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iya. Pergilah…! Kau manusia aneh dan gila. Enyahlah dari sini…!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[marah]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tune masuk, bertabrakan dengan Zefa yang hendak pergi. Kemudian duduk dekat Mikha.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TUNE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenapa dia?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang gila…! Kau kan tahu bahwa manusia yang berpenampilan aneh hanyalah orang gila.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TUNE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia itu Zefa kan? Kenapa dia? Apa dia sedang latihan akting, atau?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mendapat mimpi, lalu sibuk ingin bertemu dengan Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iya, Bos. Betul, Bos. Dia tidak ingin lagi jadi seniman, Bos. Karena yang ada di kepalanya hanya sebuah tujuan yang konyol, yaitu membangun iman dan tujuan spiritual.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KEKE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Benar sekali, Bos. Padahal menekuni dunia seni seperti yang sementara aku jalani sekarang ini memiliki tujuan spiritual yang sama dengan jalan yang dia tempuh sekarang ini. Nyatanya dia orang yang sangat tidak berbakat jadi seniman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tepat sekali, Bos. Padahal untuk bisa membangun iman dan tujuan yang aneh itu dia seharusnya tetap menjadi seniman. Karena dunia senilah yang sebagai salah satu hal yang bisa memberikan dasar-dasar kepekaan spiritual. Dahulu kan para nabi itu adalah seniman juga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TUNE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup! Kenapa tempat ini makin dipenuhi orang-orang aneh? Lama-lama orang banyak mengenal tempat yang aku bangun dengan susah payah ini sebagai tempatnya orang-orang gila, bukan tempatnya para seniman lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[mengangguk, lau tersenyum]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mikha, kau ingat dulu saat rambutmu panjangnya masih sepinggang?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya. Kenapa?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TUNE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat aku mengatakan bahwa kau gila karena rambutmu panjang, Sedangkan kau ini laki-laki. Lalu apa yang kau katakan waktu itu? Kau ingat?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[menggeleng]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TUNE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kau bilang padaku bahwa yang berambut panjang di dunia hanya ada tiga golongan waras. Yang pertama adalah golongan petapa, kedua golongan mahasiswa, dan terakhir adalah golongan seniman. Katamu kalau bukan ketiganya berarti orang gila. Padahal waktu itu kau bukan ketiganya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[mendorong Tune]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ah, kau hanya mengganggu saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keke…Keke….Keke…!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KEKE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada apa ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abaikan cerita mereka, sayang. Lebih baik kita membicarakan hal-hal yang lebih bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KEKE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti apa ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti membayangkan sesuatu yang nantinya akan kita capai saat kita telah menjadi orang terkenal. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KEKE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti membayangkangkan bagaimana jika potret wajah-wajah kita yang terpampang di dinding kota, apa kira-kira yang akan dikatakan banyak orang? Apa kata dunia?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Uhhhh…pasti dengan percaya diri kusampaikan secara terus terang bahwa aku jadi pusat perhatian dunia. Ke manapun aku berjalan, orang-orang berkamera mengejarku, memotret pose-pose terhebat dari gerak-gerakku. Lalu serbuan dari para penggemarku dengan spidol di tangan mereka seraya meminta tanda tanganku pada setiap punggung, pinggang, dan dada mereka. Penggemarku adalah gadis-gadis cantik yang tentu saja dari segi apapun juga mereka lebih cantik dari kau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KEKE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mimpi…..itu mimpi….dan omong kosong. Karena hal itu cuma akan terjadi pada diriku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[tersenyum membayangkan kejadian tersebut]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Heh…kau ini menghayalkan dirimu sendiri atau kita bersama?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KEKE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kau ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sendiri !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KEKE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku juga, dong! Masakan enak di kamu tidak enak di aku. Lagian yang pantas mendapatkan hal itu kan aku bukan kamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[berdiri dan berlenggok seperti peragawati]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kau lihat kan letak kepantasannya, temanku? Aku ini perempuan dengan seribu bakat yang akan dilirik dan siap diorbitkan sebagai artis multi talenta. Poster-posterku akan memenuhi sudut-sudut jalan Hollywood sebagai artis pendatang baru yang paling berbakat pada abad ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tumpul….! Goblok…! Matamu sudah buta apa?  Paling berbakat abad ini…??!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[mengejek]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KEKE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh, temanku yang pikirannya sempit, seharusnya kau bersyukur bila hal ini menjadi kenyataan, karena setiap kali aku pulang kampung pasti kau yang akan aku cari sebagai seorang teman dari selebriti terkenal. Bukankah itu sebuah kehormatan? Bagaimana?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Benar juga…luar biasa….cahaya cemerlang telah terbit dan melingkar di kepalamu seperti gambaran dari para Santo. Tetapi jika kau mengingkari hal ini, maka aku akan mencampakkan tubuhmu yang sangat tidak molek itu di antara duri-duri pohon salak. Kulempari tubuhmu dengan telur busuk. Lalu poster-postermu kurobek-robek dan kubakar….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdengar suara orang yang mengerang dan minta tolong.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TUNE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[berteriak]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diam…! Dengar…ada suara orang yang minta tolong.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KIKA dan KEKE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[terkejut]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bos…??? Ada apa, Bos?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suara orang yang mengerang dan minta tolong makin dekat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TUNE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[membentak]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diam…! Aku bilang, diam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zora masuk menarik Zefa. Semua orang di dalam ruangan ketakutan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZORA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[terengah-engah]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di mana Dia ? Di mana Dia ? Kenapa Dia tidak ada di sini ? Ayo, tunjukkan padaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZEFA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[merintih kesakitan]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Benar…Dia akan datang…sedikit lagi, Dia akan datang…! Tolong lepaskan aku…!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TUNE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada apa? Kenapa dia?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZORA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mana mungkin kalian tidak tahu?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KEKE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mana kami tahu…? Iya kan, Kika…?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[mengangguk]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;He’….eee….!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZORA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mengaku kepada banyak orang bahwa kutu busuk ini telah bertemu Tuhan. Dia menakut-nakuti anak-anak kecil dan mengatakan bahwa Tuhan akan datang. Juga di jalan-jalan raya; di tempat-tempat umum; di mana saja; dia berteriak-teriak seperti orang gila dan mengatakan bahwa Tuhan akan segera datang, bersiaplah sebelum hari mulai malam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZEFA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[kesakitan]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh. Ini benar. Dia akan datang. Sedikit lagi, dia akan datang…! Bukalah pintu hatimu, bila Dia datang mengetuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZORA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kau pembohong!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[menendang Zefa]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mati…kau telah membunuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[sedih]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kasihan dia…dia orang yang tidak bersalah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang ketakutan, memperhatikan tubuh Zefa, sejenak kemudian diangkat dan dibaringkan di meja. Wastika  masuk. Orang-orang makin ketakutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WASTIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa yang membunuhnya? Zefa…Zefaku…! Siapa yang membunuhnya? Siapa yang telah membunuhnya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua orang menunjuk ke arah Zora. Zora ketakutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WASTIKA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kau bajingan…! Kau pikir kau siapa ? Kau tidak punya hak apa-apa untuk mengambil nyawanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[geram, lalu menjambak Zora. Kemudian memeluk tubuh Zefa sambil menangis]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tubuh Zefa berguncang.  Zero masuk memegang lilin. Orang-orang semakin ketakutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZERO :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku bukanlah orang yang kalian tunggu. Bukan siapa-siapa. Bukan sebuah jejak apapun yang berusaha ditinggalkan oleh masa lampau. Aku bukan Dia. Aku hanyalah orang biasa, yang berusaha mengerti tanda-tanda alam. Zefa telah mati sahid karena imannya yang menyiarkan tentang kebenaran bahwa dia akan segera datang. Dia akan datang di tengah-tengah kita seperti pencuri. Tak ada seorangpun yang tahu waktunya. Temuilah Dia. Setiap orang harus menemui sebelum waktu kedatangannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TUNE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[ketakutan]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hei, biasa saja…bicara biasa saja. Tidak perlu kau mendramatisir sesuatu menjadi terkesan sangat rumit dengan makna yang makin kabur pula. Bicara langsung pada intinya. Jangan lagi merekayasa makna. Ini ada apa? Siapa? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau ada yang mau datang mencuri, kita lapor ke polisi saja kalau begitu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MIKHA :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ssssstttt…..diam, Bos…….! Kau tidak tahu siapa yang sedang dibicarakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZERO :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengantin itu akan segera datang…! Waktunya sedikit lagi….tidak lama lagi. Nyalakan lilinnya agar saat Dia datang, kita sedang memegang lilin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[menyalakan dan membagi lilin satu per satu kepada semua orang]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TUNE :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu apa yang harus kami perbuat?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZERO :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pergilah…peganglah iman dan temukanlah jalan itu…..ya, seharusnya kita menemukan jalan itu agar kita bisa berjumpa dengannya. Dia tengah mencari dan menunggu kita. Bergegaslah…!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang-orang pergi, tertinggal Zero dan tubuh Zefa yang tergeletak di atas meja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ZERO :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[memperhatikan lukisan Mikha, mengambilnya, dan mendekati Zefa. Kemudian duduk di kursi]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zefa hanya mengatakan kebenaran yang dia terima melalui mimpi. Kebenaran-kebenaran yang sama telah dilakukan banyak nabi-nabi dan rasul-rasul. Banyak dari antara para penyiar kebenaran itu mati dalam iman mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[diam sejenak]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalian kelak akan mengerti. Pada kaki langit yang terlukis dengan warna yang mempesona, pada sebuah purnama yang indah, buku itu dibuka, dan nama kita tertulis di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***SELESAI***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-8864105547401309369?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/8864105547401309369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=8864105547401309369&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/8864105547401309369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/8864105547401309369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/08/mimpi-dari-sebuah-jendela-waktu-naskah.html' title='Mimpi dari Sebuah Jendela Waktu | Naskah Drama yang Dimainkan Oleh 8 Orang'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-3367581877684825573</id><published>2010-08-24T09:41:00.000-07:00</published><updated>2010-08-24T09:46:13.139-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Seni'/><title type='text'>Sosiologi Sastra | Sebuah Pengantar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sosiologi Sastra, barangkali pernah anda dengar atau barangkali juga pernah dipelajari secara baik sebagai sebuah cabang ilmu. Apalagi bila anda merupakan akademisi, pemerhati sastra, dan praktisi sastra. Tulisan yang dihadirkan di sini tidak lebih merupakan sebuah pengantar dengan menghadirkan definisi, sejarah perkembangan, serta beberapa bentuk pendekatannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/08/sosiologi-sastra-sebuah-pengantar.html"&gt;&lt;b&gt;Sosiologi Sastra&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dalam ilmu sastra dimaksudkan untuk menyebut para kritikus dan ahli sejarah sastra yang terutama memperhatikan hubungan antara pengarang dengan kelas sosialnya, status sosial dan ideologinya, kondisi ekonomi dalam profesinya, dan model pembaca yang ditujunya. Mereka memandang bahwa karya sastra (baik aspek isi maupun bentuknya) secara mudak terkondisi oleh lingkungan dan kekuatan sosial suatu periode tertentu (Abrams, 1981:178).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sosiologi sastra sebagai suatu jenis pendekatan terhadap sastra memiliki paradigma dengan asumsi dan implikasi epistemologis yang berbeda daripada yang telah digariskan oleh teori sastra berdasarkan prinsip otonomi sastra. Penelitian-penelitian sosiologi sastra menghasilkan pandangan bahwa karya sastra adalah ekspresi dan bagian dari masyarakat, dan dengan demikian memiliki keterkaitan resiprokal dengan jaringan-jaringan sistem dan nilai dalam masyarakat tersebut (Soemanto, 1993; Levin, 1973:56). Sebagai suatu bidang teori, maka sosiologi sastra dituntut memenuhi persyaratan-persyaratan keilmuan dalam menangani objek sasarannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekalipun teori sosiologis sastra sudah diketengahkan orang sejak sebelum Masehi, dalam lingkup disiplin ilmu sastra, teori sosiologi sastra masih merupakan suatu bidang ilmu yang tergolong masih cukup muda (Damono, 1977:3) berkaitan dengan kemantapan dan kemapanan teori ini dalam mengembangkan alat-alat analisis sastra yang relatif masih lahil dibandingkan dengan teori sastra berdasarkan prinsip otonomi sastra.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sejarah Pertumbuhan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep sosiologi sastra didasarkan pada dalil bahwa karya sastra ditulis oleh seorang pengarang, dan pengarang merupakan a salient being, makhluk yang mengalami sensasi-sensasi dalam kehidupan empirik masyarakatnya. Dengan demikian, sastra juga dibentuk oleh masyarakatnya, sastra berada dalam jaringan sistem dan nilai dalam masyarakatnya. Dari kesadaran ini muncul pemahaman bahwa sastra memiliki keterkaitan timbal-balik dalam derajat tertentu dengan masyarakatnya; dan sosiologi sastra berupaya meneliti pertautan antara sastra dengan kenyataan masyarakat dalam berbagai dimensinya (Soemanto, 1993). Konsep dasar sosiologi sastra sebenarnya sudah dikembangkan oleh Plato dan Aristoteles yang mengajukan istilah 'mimesis', yang menyinggung hubungan antara sastra dan masyarakat sebagai 'cermin'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian mimesis (Yunani: perwujudan atau peniruan) pertama kali dipergunakan dalam teori-teori tentang seni seperti dikemukakan Plato (428-348) dan Aristoteles (384-322), dan dari abad ke abad sangat memengaruhi teori-teori mengenai seni dan sastra di Eropa (Van Luxemburg, 1986:15).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Plato, setiap benda yang berwujud mencerminkan suatu ide asti (semacam gambar induk). Jika seorang tukang membuat sebuah kursi, maka ia hanya menjiplak kursi yang terdapat dalam dunia Ide-ide. Jiplakan atau copy itu selalu tidak memadai seperti aslinya; kenyataan yang kita amati dengan pancaindra selalu kalah dari dunia Ide. Seni pada umumnya hanya menyajikan suatu ilusi (khayalan) tentang 'kenyataan' (yang juga hanya tiruan dari 'Kenyataan yang Sebenarnya') sehingga tetap jauh dari 'kebenaran'. Oleh karena itu lebih berhargalah seorang tukang daripada seniman karena seniman menjiplak jiplakan, membuat copy dari copy.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aristoteles juga mengambil teori mimesis Plato yakni seni menggambarkan kenyataan, tetapi dia berpendapat bahwa mimesis tidak semata-mata menjiplak kenyataan melainkan juga menciptakan sesuatu yang haru karena 'kenyataan' itu tergantung pula pada sikap kreatif orang dalam memandang kenyataan. Jadi sastra bukan lagi copy (jiblakan) atas copy (kenyataan) melainkan sebagai suatu ungkapan atau perwujudan mengenai "universalia" (konsep-konsep umum). Dari kenyataan yang wujudnya kacau, penyair memilih beberapa unsur lalu menyusun suatu gambaran yang dapat kita pahami, karena menampilkan kodrat manusia dan kebenaran universal yang berlaku pada segala zaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Levin (1973:56-60) mengungkapkan bahwa konsep 'mimesis' itu mulai dihidupkan kembali pada zaman humanisme Renaissance dan nasionalisme Romantik. Humanisme Renaissance sudah berupaya mengbilangkan perdehatan prinsipial antara sastra modern dan sastra kuno dengan menggariskan paham bahwa masing-masing kesusastraan itu merupakan ciptaan unik yang memiliki pembayangan historis dalam jamannya. Dasar pembayangan historis ini telah dikembangkan pula dalam zaman nasionalisme Romantik, yang secara khusus meneliti dan menghidupkan kembali tradisi-tradisi asli berbagai negara dengan suatu perbandingan geografis. Kedua pandangan tersebut kemudian diwariskan kepada zaman berikutnya, yakni positivisme ilmiah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada zaman positivisme ilmiah, muncul tokoh sosiologi sastra terpenting: Hippolyte Taine (1766-1817). Dia adalah seorang sejarawan kritikus naturalis Perancis, yang sering dipandang sebagai peletak dasar bagi sosiologi sastra modern. Taine ingin merumuskan sebuah pendekatan sosiologi sastra yang sepenuhnya ilmiah dengan menggunakan metode-metode seperti yang digunakan dalam ilmu alam dan pasti. Dalam bukunya History of English Literature (1863) dia menyebutkan bahwa sebuah karya sastra dapat dijelaskan menurut tiga faktor, yakni ras, saat (momen), dan lingkungan (milieu). Bila kita mengetahui fakta tentang ras, lingkungan dan momen, maka kita dapat memahami iklim rohani suatu kebudayaan yang melahirkan seorang pengarang beserta karyanya. Menurut dia faktor-faktor inilah yang menghasilkan struktur mental (pengarang) yang selanjutnya diwujudkan dalam sastra dan seni. Adapun ras itu apa yang diwarisi manusia dalam jiwa dan raganya. Saat (momen) ialah situasi sosial-politik pada suatu periode tertentu. Lingkungan meliputi keadaan alam, iklim, dan sosial. Konsep Taine mengenai milieu inilah yang kemudian menjadi mata rantai yang menghubungkan kritik sastra dengan ilmu-ilmu sosial.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pandangan Taine, terutama yang dituangkannya dalam buku Sejarah Kesusastraan Inggris, oleh pembaca kontemporer asal Swiss, Amiel, dianggap membuka cakrawala pemahaman baru yang berbeda dan cakrawala anatomis kaku (strukruralisme) yang berkembang waktu itu. Bagi Amiel, buku Taine ini membawa aroma baru yang segar bagi model kesusastraan Amerika di masa depan. Sambutan yang hangat terutama datang dari Flaubert (1864). Dia mencatat, bahwa Taine secara khusus telah menyerang anggapan yang berlaku pada masa itu bahwa karya sastra seolah-olah merupakan meteor yang jatuh dari langit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Flaubert, sekalipun segi-segi sosial tidak diperlukan dalam pencerapan estetik, sukar bagi kita untuk mengingkari keberadaannya. Faktor lingkungan historis ini sering kali mendapat kritik dari golongan yang percaya pada 'misteri' (ilham). Menurut Taine, hal-hal yang dianggap misteri itu sebenarnya dapat dijelaskan dari lingkungan sosial asal misteri itu. Sekalipun penjelasan Taine ini memiliki kelemahan-kelemahan tertentu, khususnya dalam penjelasannya yang sangat positivistik, namun telah menjadi pemicu perkembangan pemikiran intelektual di kemudian hari dalam merumuskan disiplin sosiologi sastra.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Teori Sastra Marxis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendekatan sosiologi sastra yang paling terkemuka dalam ilmu sastra adalah Marxisme. Kritikus-kritikus Marxis biasanya mendasarkan teorinya pada doktrin Manifesto Komunis (1848) yang diberikan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, khusunya terhadap pernyataan bahwa perkembangan evolusi historis manusia dan institusi-institusinya ditentukan oleh perubahan mendasar dalam produksi ekonomi. Peruhanan itu mengakibatkan perombakan dalam struktur kelas-kelas ekonomi, yang dalam setiap jaman selalu bersaing demi kedudukan sosial ekonomi dan status politik. Kehidupan agama, intelektual, dan kebudayaan setiap jaman -termasuk seni dan kesusastraan - merupakan 'ideologi-ideologi' dan 'suprastruktur-suprastruktur' yang berkaitan secara dialektikal, dan dibentuk atau merupakan akibat dari struktur dan perjuangan kelas dalam jamannya (Abrams, 1981:178).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah dipandang sebagai suatu perkembangan yang terus-menerus. Daya-daya kekuatan di dalam kenyataan secara progresif selalu tumbuh untuk menuju kepada suatu masyarakat yang ideal tanpa kelas. Evolusi ini tidakberjalan dengan mulus melainkan penuh hambatan-hambatan. Hubungan ekonomi menimbulkan berbagai kelas sosial yang saling bermusuhan. Pertentangan kelas yang terjadi pada akhirnya dimenangkan oleh suatu kelas tertentu. Hubungan produksi yang baru perlu melawan kelas yang berkuasa agar tercapailah suatu tahap masyarakat ideal tanpa kelas, yang dikuasai oleh kaum proletar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi Marx, sastra dan semua gejala kebudayaan lainnya mencerminkan pola hubungan ekonomi karena sastra terikat akan kelas-kelas yang ada di dalam masyarakatnya. Oleh karena itu, karya sastra hanya dapat dimengerti jika dikaitkan dengan hubungan-hubungan tersebut (Van Luxemburg, 1986:24-25). Menurut Lenin, seorang tokoh yang dipandang sebagai peletak dasar bagi kritik sastra Marxis, sastra (dan seni pada umumnya) merupakan suatu sarana penting dan strategis dalam perjuangan proletariat melawan kapitalisme.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;George Lukacs: Sastra Sebagai Cermin&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;George Lukacs adalah seorang kritikus Marxis terkemuka yang berasal dari Hungaria dan menulis dalam bahasa Jerman (Damono, 1979:31). Lukacs mempergunakan istilah "cermin" sebagai ciri khas dalam keseluruhan karyanya. Mencerminkan menurut dia, berarti menyusun sebuah struktur mental. Sebuah novel tidak hanya mencerminkan 'realitas' tetapi lebih dari itu memberikan kepada kita "sebuah refleksi realitas yang lebih besar, lebih lengkap, lebih hidup, dan lebih dinamik" yang mungkin melampaui pemahaman umum. Sebuah karya sastra tidak hanya mencerminkan fenomena idividual secara tertutup melainkan lebih merupakan sebuah 'proses yang hidup'. Sastra tidak mencerminkan realitas sebagai semacam fotografi, melainkan lebih sebagai suatu bentuk khusus yang mencerminkan realitas. Dengan demikian, sastra dapat mencerminkan realitas secara jujur dan objektif dan dapat juga mencerminkan kesan realitas subjektif (Selden, 1991:27).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lukacs menegaskan pandangan tentang karya realisme yang sungguh-sungguh sebagai karya yang memberikan perasaan artistik yang bersumber dari imajinasi-imajinasi yang diberikannya. Imajinasi-imajinasi itu memiliki totalitas intensif yang sesuai dengan totalitas ekstensif dunia. Penulis tidak memberikan gambaran dunia abstrak melainkan kekayaan imajinasi dan kompleksitas kehidupan untuk dihayati untuk membentuk sebuah tatanan masyarakat yang ideal. Jadi sasarannya adalah pemecahan kontradiksi melalui dialektika sejarah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bertold Brecht: Efek Alienasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bertold Brecht adalah seorang dramawan Jerman yang terhakar jiwanya ketika membaca buku Marx sekitar tahun 1926. Drama-dramanya bersifat radikal, anarkistik, dan anti borjuis. Sebagai seorang yang anti terhadap paham-paham realisme sosialis, ia terkenal sebagai penentang aliran Aristoteles. Aristoteles menekankan universalitas dan kesatuan aksi tragik dan identifikasi penonton terhadap pahlawan-pahlawan positif untuk menghasilkan 'katarsis' (pelepasan hehan) perasaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Brecht, dramawan bendaknya menghindari alur yang dihuhungkan secara lancar dengan makna dan nilai-nilai universal yang pasti. Fakta-fakta ketidakadilan dan ketidakwajaran perlu dihadirkan untuk mengejutkan dan mengagetkan penonton. Penonton jangan ditidurkan dengan ilusi-ilusi palsu. Para pelaku tidak harus menghilangkan personalitas dirinya untuk mendorong identifikasi penonton atas tokoh-tokoh pahlawannya. Mereka harus mampu menimbulkan efek alienasi (keterasingan). Pemain bukan berfungsi menunjukkan melainkan mengungkapkan secara spontan individualitasnya (Selden, 1991:30-32).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Aliran Frankfurt&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aliran Frankfurut adalah sebuah aliran filsafat sosial yang dirintis oleh Horkheimer dan Th. W. Adorno yang berusaha menggabungkan teori ekonomi sosial Marx dengan psikoanalisis Freud dalam mengkritik teori sosial kapitalis (Hartoko, 1986:29-30). Dalam bidang sastra, estetika Marxis Aliran Frankfurt mengembangkan apa yang disebut "Teori Kritik" (dimulai tahun 1933). Teori Kritik merupakan sebuah bentuk analisis kemasyarakatan yang juga meliputi unsur-unsur aliran Marx dan aliran Freud. Tokoh-tokoh utama dalam filsafat dan estetika adalah: Max Horkheimer, Theodor Adorno, Berhert Marcuse dan J. Habermas (Selden, 1993:32-37).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seni dan kesusastraan mendapat perhatian istimewa dalam teori sosiologi Frankfurt, karena inilah satu-satunya wilayah di mana dominasi totaliter dapat ditentang. Adorno mengkritik pandangan Lukacs bahwa sastra berbeda dari pemikiran, tidak mempunyai hubungan yang langsung dengan realitas. Keterpisahan itu, menurut Adorno, justru memberi kekuatan kepada seni untuk mengkritik dan menegasi realitas, seperti yang ditunjukkan oleh seni-seni Avant Garde. Seni-seni populer sudah bersekongkol dengan sistem ekonomi yang membentuknya, sehingga tidak mampu mengambil jarak dengan realitas yang sudah dimanipulasi oleh sistem sosial yang ada. Mereka memandang sistem sosial sebagai sebuah totalitas yang di dalamnya semua aspek mencerminkan esensi yang sama (masyarakat satu dimensi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adorno menolak teori-teori tradisional tentang kesatuan dan pentingnya individualitas (paham ekspresionisme) atau mengenai bahasa yang penuh arti (strukturalisme) karena hanya membenarkan sistem sosial yang ada. Menurutnya, drama menghadirkan pelaku-pelaku tanpa individualitas dan klise-klise bahasa yang terpecah-pecah, diskontinuitas wacana yang absurd, penokohan yang memhosankan, dan ketiadaan alur. Semuanya itu menimbulkan efek estetik yang menjauhkan realitas yang dihadirkan dalam drama itu, dan inilah sebuah pengetahuan tentang eksistensi dunia modern sekaligus pemberontakan terhadap tipe masyarakat satu dimensi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Teori-Teori Neomarxisme&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaum Neomarxis merupakan pemikir sastra yang meneliti ajaran Marx (khusus pada masa mudanya), dan dengan bantuan sosiologi, ingin menjadikannya relevan dengan masyarakat modern. Mereka tidak mendasarkan argumennya pada Marx, Lenin, dan Engels sebagai dogma politik, ataupun menerima supremasi Partai Komunis terhadap budaya dan ilmu. Kaum Neomarxis hanya mengambil ajaran Marx sebagai sumber inspirasi, khususnya dalam hal studi kritik sastra Marxis (Fokkema &amp;amp; Kunne-Ibsch, 1977:115). Aliran Frankfurt, oleh beberapa pengamat dipandang sebagai salah satu bentuk teori Neomarxis. Tokoh-tokoh pentingnya antara lain Fredric Jameson, Walter Benjamin, Lucien Goldman, dan Th. Adorno.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Neomarxisme lebih bersifat epistemologis daripada politis. Mereka menganut paham "metode dialektik". Sekalipun lingkup diskusi mereka sangat luas, lagi pula pandangan mereka tidak secara khusus diterapkan pada Teori Sastra saja, Th. Adorno meagemukakan bahwa ada empat gagasan pokok dalam pembicaraan aliran ini (Fokkema &amp;amp; Kunne-Ibsch, 1977:134-135).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1). Metode dialektika dapat memberikan suatu pemahaman mengenai totalitas masyarakat'. Penggunaan metode ini mencegah kekerdilan pandangan terhadap seni hanya sebagai fakta atau masalah. Metode ini merupakan suatu bagian kajian ilmiah yang mampu mempelajari konteks sosial suatu fakta estetik. Di samping mendalami objek (seni) tertentu, mereka juga harus menguji objek itu yang ditempatkan sebagai subjek dalam masyarakat. Studi mereka dapat terfokus pada konteks historis, dengan melakukan observasi terhadap fenomena-fenomena serta harapan tertentu mengenai implikasinya di masa depan. Objek kajian metode dialektika tidak terbatas, karena masyarakat yang satu merupakan totalitas dalam dialektika kata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2). Metode dialektik berorientasi pada hubungan antara konkretisasi sejarah umum dan sejarah individual. Konteks kajiannya bukan hanya sekedar masa lampau tetapi juga masa depan. Masa depan memang terbuka untuk berbagai kemungkinan, namun dia ditentukan oleh intensi-intensi yang telah ditetapkan manusia, masyarakat, sejarah. Setiap bidang (ilmu, politik, sejarah) selalu mengandung aspek teleologis (tujuan, sasaran) berkenaan dengan masa depan yang masih jauh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3). Aspek teleologikal itu tergantung kepada perbedaan antara hukum kebenaran yang tampak dan kebenaran esensial. Hanya fenomena-fenomena yang tampak secara nyatalah yang dapat dikaji secara empiris, tetapi tetap harus dipandang dalam kerangka kebenaran esensial. Jadi aspek teleologis memiliki identitas ganda terhadap suatu subjek: dapat mencapai kesadaran yang benar (yang lebih tinggi), tetapi dapat pula mencapai kesadaran yang salah (yang lebih rendah) tergantung pada konteks yang berbeda-beda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4). Perlu diperhatikan perbedaan antara teori dan praktik, antara objek bahasa dan metabahasa, dan antara fakta-fakta hasil observasi dengan nilai-nilai yang dilekatkan pada fakta itu. Subjek harus selalu menyadari posisinya dalam masyarakat. Identitas tidak lagi terletak di antara dua konsep, melainkan tergantung pada relasi subjek dan objeknya, antara proses berpikir dan realitasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan metode berpikir dialektis tersebut, Fredric Jameson mengungkapkan bahwa hakikat suatu karya sastra dapat diketahui dari penelitian tentang latar belakang historisnya. Kita tidak hanya sekedar ingin menangkap nilai-nilai yang sempit pada permukaan (seperti dilakukan kaum New Criticism), melainkan harus dapat menemukan hubungan orisinal antara Subjek dan Objek sesuai dengan kedudukannya (Culler, 1981:12-13). Jadi hasil kritik dialektikal itu bukan hanya sekedar suatu interpretasi sastra, melainkan juga sejarah model interpretasi dan kebutuhan akan suatu model interpretasi yang khusus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bukunya The Political Unconscious: Narrative As a Socially SimhoUc Act (1981), Jameson mengusulkan interpretasi politik terhadap sastra. Perspektif politik ini tidak merupakan metode pelengkap atau tambahan pada metode lainnya (seperti: psikoanalisis, kritik mitos, stilistika, etika, strukturalisme) melainkan suatu pandangan politik yang absolut. Dasar pandangannya adalah bahwa setiap teks mengandung resonansi sosial, historis, dan polios. Dengan persepsi bahwa cerita hanyalah permukaan sebuah teks yang menguhur sejarahnya yang hakiki, maka pentinglah analisis mengenai 'ketaksadaran politis' dalam teks-teks sastra. Dalam setiap teks tercakup beragam operasi mental sehingga pemahaman dialektikal pun sifatnya tidak mutlak. Metode dialektika menempatkan karya sastra sebagai subjek yang mengandung totalitas masyarakatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jameson mengungkapkan kekecewaannya terhadap paradigma dan ohsesi intelektual paham strukturalisme selama kurun abad kedua puluh, yang ingin memikirkan persoalan-persoalan hidup dan totalitasnya melalui sarana bahasa dalam teks sastra (Eagleton, 1983:97). Menurut dia, bahasa hanya akan menjadi semacam penjara bagi persoalan hidup dan totalitasnya karena hidup dan permasalahannya terlalu luas untuk diwadahi oleh sarana bahasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Jameson, sebuah karya individual selalu merupakan bagian dari struktur yang lebih besar. Dengan demikian bentuk dan struktur karya individual harus selalu dipahami dalam dimensi sejarah, yang secara dominan dilandaskan pada dasar (infrastructure) ekonomi. Sekalipun faktor-faktor yang memengaruhi pengarang menuangkan gagasannya sangat beragam, namun kekuatan-kekuatan itu mempunyai satu hasis utama, yakni ekonomi. Ekonomi dan efek-efeknya merupakan taktor utama yang melahirkan suprastruktur: budaya, ideologi, filsafat, agama, hukum, bahkan pemerintah dan negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia selalu berada dalam situasi 'ketaksadaran politik. Teks-teks sastra pun mengandung ketaksadaran politik, yang menawarkan strategi bagi pengbilangan kontradiksi-kontradiksi sejarah. Pengarang individual seolah dihius oleh ketaksadaran politik ini, sehingga dia secara tidak sadar mengungkapkan modus-modus heterogenitas di luar teks. Heterogenitas sosial mengakibatkan keberagaman teks. Dengan demikian tidak ada suatu kerangka referensi yang pasti dan mutlak yang diperlukan sebagai model acuan bagi eksplikasi tekstual. Setiap teks membutuhkan kategori-kategori eksplikasi tertentu sesuai dengan kekhususannya, dan sifatnya pun hanya sekedar menggambarkan saat tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terry Eagleton juga seorang kritikus Neomarxis yang berusaha meng-hidupkan kembali kritik Marx di Inggris dan menghasilkan kritik impresif terhadap tradisi kritik Inggris melalui revolusi radikal perkembangan novel Inggris (Selden, 1991:42). Tugas utama kritik sastra, menurut dia, adalah mendefinisikan hubungan antara sastra dan ideologi, karena sastra tidak merupakan cerminan kenyataan melainkan mengandung efek ideologis yang nyata (Selden, 1991:43).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada bagian penutup bukunya Literary Theory: An Introduction (1985:194), Eagleton menyebut teori-teori sastra modem yang 'murni' sebagai mitos airaftemik yang melarikan diri dari kondisi huruk sejarah modern. Teori-teori itu, ironisnya, justru menjadi pelarian dari realitas menuju sejumlah alternatif tanpa batasan. Mereka bukannya terlihat dengan situasi konkret manusia, tetapi melarikan diri kepada puisi itu sendiri, masyarakat organik (yang bulat dan utuh, bukannya terpecah-pecah), kebenaran abadi, imajinasi, struktur pemikiran manusia, mitos, bahasa, dan sebagainya. Bagi Eagleton, alternatif-alteraatif pelarian itu lebih merupakan penipuan. Secara ironis, Eagleton menilai teori-teori itu sebagai proyek kaum Scrunity (= peneliti yang cermat), yang sudah saatnya ditinggalkan karena sukar, abstrak, dan absurd (Culler, 1988:57-68). Secara umum, Eagleton merasa kecewa terhadap ideologi borjuis yang telah terbukti menelantarkan kaum miskin dan lemah ke dalam marginalitas sosial politik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana Jameson, Eagleton juga mengusulkan kritik politik. Menurut dia, politik adalah semua cara pengaturan kehidupan bermasyarakat yang meli-hatkan hubungan kekuasaan di dalamnya. Dalam kehidupan bermasyarakat selalu terlihat ideologi tertentu. Teori kritik sastra harus mendefinisikan model ideologi tersebut. Asumsi dasamya adalah sastra secara vital terlihat dalam kehidupan konkret manusia dan bukan sekedar gambaran abstrak (1985:196).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang peneliti sastra harus membongkar gagasan-gagasan kesusastraan dan menempatkan ideologi yang berperan membentuk subjektivitas pembaca, dan lebih jauh menghasilkan efek-efek politis tertentu yang harangkali tidak diharapkan (Selden, 1991:45). Dia melinat bahwa kebanyakan studi sastra memulai pendekatan secara benar, tetapi kemudian gagal dalam melihat relevansi sosial-politiknya, lebih-lebih karena tidak ada relevansinya sama sekali dengan ideologi. Kebanyakan kritik sastra justru lebih memperkuat sistem-sistem kekuasaan daripada menentangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teori-teori sosiologi sastra mempersoalkan kaitan antara karya sastra dan 'kenyataan'. Sebenarnya teori sosiologi sastra inilah yang paling tua usianya dalam sejarah kritik sastra. Dalam kenyataannya, teori yang sudah dirintis oleh filsafat Plato (Abad 4-3 SM) tentang 'mimesis' itu baru mulai dikembangkan pada abad 17-18 — yakni zaman positivisme ilmiah — oleh Hippolite Taine dan berkembang pesat pada awal abad ke-19 dengan dicanangkannya doktrin Manifesto Komunis oleh Marx dan Engels.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Studi-studi sosiologis terhadap sastra menghasilkan pandangan bahwa karya sastra dalam taraf tertentu merupakan ekspresi masyarakat dan bagian dari suatu masyarakat. Kenyataan inilah yang menarik perhatian para teoretisi sosiologi sastra untuk mencoba menjelaskan pola dan model hubungan resiprokal itu. Penjelasan Taine dengan menggunakan metode-metode ilmu pasti menarik perhatian, namun ciri positivistis dalam teorinya menimbulkan permasalahan yang rumit mengenai hakikat karya sastra sebagai 'karya fiksi'. Teori-teori Marxisme, yang memandang seni (sastra) sebagai 'alat perjuangan politik' terlalu menekankan aspek pragmatis sastra dan dalam banyak hal mengabaikan struktur karya sastra.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemikir-pemikir Neomarxis memanfaatkan filsafat dialektika materialisme Marx untuk mendefinisikan aspek ideologi, politik, dan hubungan ekonomi suatu masyarakat. Asumsi epistemologis mereka adalah bahwa sastra menyimpan sejarahnya yang sebenarnya dan menjadi tugas studi sastra untuk mendefinisikannya secara jelas.***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-3367581877684825573?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/3367581877684825573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=3367581877684825573&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3367581877684825573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3367581877684825573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/08/sosiologi-sastra-sebuah-pengantar.html' title='Sosiologi Sastra | Sebuah Pengantar'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-3783156888870527382</id><published>2010-08-20T19:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T04:14:59.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Daerah'/><title type='text'>Profil Sangihe Singkat | Tahun 2009 | Daerah Nusa Utara</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TG8zm9r1xWI/AAAAAAAAARs/7bR5heutez4/s1600/Petasangihe.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TG8zm9r1xWI/AAAAAAAAARs/7bR5heutez4/s320/Petasangihe.jpg" width="219" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Peta Kabupaten Kepl. Sangihe&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/08/profil-singkat-sangihe-daerah-nusa.html"&gt;Profil Sangihe&lt;/a&gt; berdasarkan data tahun 2009 dapat diuraikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan bagian integral dari Propinsi Sulawesi Utara, dengan ibukota Tahuna. Berjarak sekitar 142 Mil Laut dari Ibukota Propinsi Sulawesi Utara, Manado,  terletak antara 20 4’13” – 40 44’ 22” Lintang Utara dan 1250 9’ 28” – 1250 56’ 57” Bujur Timur, berada di antara Pulau Sulawesi dengan Pulau Mindanao (Republik Philipina), sehingga Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat dikategorikan “Daerah Perbatasan“. Kemudian di samping Daerah Perbatasan, 3 (tiga) karateristik lain yang cukup signifikan membedakan Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan Kab/Kota lain yaitu : Daerah Kepulauan, Daerah Tertinggal dan Daerah Rawan Bencana Alam.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 2002, Kabupaten Kepulauan Sangihe Talaud dimekarkan, menjadi 2 Kabupaten berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 2002, yaitu Kabupaten Kepulauan Sangihe Talaud sebagai Kabupaten induk dan Kabupaten Kepulauan Talaud sebagai Kabupaten hasil Pemekaran. Kemudian pada tahun 2007, Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali mengalami pemekaran wilayah dengan dibentuknya Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro berdasarkan Undangundang Nomor 15 Tahun 2007.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabupaten Kepulauan Sangihe terdiri dari 105 pulau, sebanyak 26 pulau atau sekitar 24,76 % berpenduduk dan 79 pulau atau sekitar 75,24 % tidak berpenduduk. Pulau yang tidak berpenduduk pada umumnya berukuran kecil dan letaknya menyebar dengan jarak relatif berjauhan; namun tetap merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keutuhan Kabupaten Kepulauan Sangihe, sehingga perlu dikembangkan, dibina, dipelihara dan dipertahankan sebagai Aset Nasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabupaten Kepulauan Sangihe mempunyai beberapa gunung berapi. Tercatat ada 3 gunung berapi yang masih aktif dan pernah meletus. Gunung Awu (1340m dpl) merupakan salah satu gunung aktif, meletus pada tahun 2004.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TG8yDh-EhUI/AAAAAAAAARk/iksa-S9xVUc/s1600/logosangihe.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TG8yDh-EhUI/AAAAAAAAARk/iksa-S9xVUc/s200/logosangihe.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Logo Kabupaten Kepulauan Sangihe&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;b&gt;Lambang Daerah&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Bentuk dan Makna&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Perisai dalam bahasa Daerah Sangihe disebut Kelung adalah pelindung diri dari bahaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Bintang adalah lambang Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar kehidupan. Pribumi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepulauan Sangihe mengenal “Ghenggonalangi” (Tuhan) sebagai sumber kehidupan dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pertandanya adalah bintang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Bininta adalah sebuah perahu jaman kuno yang dipakai sebagai sarana penghubung antar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pulau dan melambangkan kemakmuran dan pertahanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Sebulir buah pala, 8 buah cengkih dan setangkai mayang bunga kelapa : sebulir buah pala&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dengan jumlah 17 (tujuh belas) biji, 8 (delapan) buah cengkih sebagai dasar kemakmuran dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kejayaan, serta jumlah 45 (empat puluh lima) pada bunga kelapa mengartikan kesatuan yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;jelas dan tak terpisahkan dengan NKRI berdasarkan UUD 1945 yang diproklamasikan tanggal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;17 Agustus 1945.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Somahe Kai Kehage : motto (semboyan) Daerah Sangihe yang berarti tantangan/kesulitan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hidup hanya dapat diatasi dengan usaha keras/rajin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Iklim&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iklim di daerah ini dipengaruhi oleh Angin Muson. Musim kemarau Pada Bulan Juli sampai dengan September dan musim penghujan terjadi pada bulan September sampai dengan Nopember. Type iklim ini menurut Schmidt dan Ferguson adalah Type A (iklim basah). Suhu udara di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tempat tersebut terhadap permukaan laut dan jaraknya dari pantai. Secara umum suhu udara rata-rata perbulan pada pengukuran Stasiun Meteorologi Naha Tahun 2008 adalah 27,5 °C, di mana suhu udara terendah 26,8 °C pada bulan Januari dan tertinggi 28,5 °C pada bulan Juni.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, sebagai daerah tropis dan daerah kepulauan Kabupaten Kepulauan Sangihe mempunyai kelembaban udara nisbi/relatif tinggi dengan rata-rata perbulan pada tahun 2008 adalah 83,92 persen. Kelembaban udara nisbi/relatif beragam tiap bulan dari terendah 80 persen pada bulan Oktober dan tertinggi 87 persen pada bulan Januari dan Desember. Keadaan suhu minimum dan maximum, kelembaban udara, tekanan udara dan penyinaran matahari pada tahun 2008 hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Naha. Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan geografi dan perputaran atau pertemuan arus udara. Oleh karena itu curah hujan beragam menurut bulan. Curah hujan tertinggi selama tahun 2008 terjadi pada bulan Januari yaitu 731 mm dengan banyaknya hari hujan 26 hari, sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Mei yaitu 168 mm dengan banyaknya hari hujan 22 hari. Antara curah hujan dan keadaan angin biasanya ada hubungan erat satu sama lain. Walaupun demikian, hubungan tersebut agaknya tidak selalu ada. Keadaan angin pada musim hujan biasanya lebih kencang dan angin bertiup dari Barat dan Barat Laut. Oleh karena itu musim tersebut dikenal juga dengan musin barat. Keadaan angin di Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Tahun 2008 yang dipantau Stasiun Meteorologi Naha.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kecamatan&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumlah kecamatan yang terdapat di Kepulauan Sangihe ini sebanyak 15 kecamatan: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Manganitu Selatan, dengan ibukota Lapango. Ada 13 desa/kelurahan di kecamatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Tatoareng, dengan ibukota Kahakitang. Ada 7 desa/kelurahan di kecamatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Tamako, dengan ibukota Tamako. Ada 20 desa/kelurahan di kecamatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Tabukan Selatan, dengan ibukota Manalu. Ada 17 desa/kelurahan di kecamatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Tabukan Selatan Tengah, dengan ibukota Salurang. Ada 9 desa/kelurahan di kecamatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Tabukan Selatan Tenggara, dengan ibukota Pintareng. Ada 6 desa/kelurahan di kecamatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Tabukan Tengah, dengan ibukota Kuma. Ada 18 desa/kelurahan di kecamatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Manganitu, dengan ibukota Manganitu. Ada 18 desa/kelurahan di kecamatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Tahuna, dengan ibukota Tahuna. Ada 8 desa/kelurahan di kecamatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Tahuna Timur, dengan ibukota Tona Dua. Ada 8 desa/kelurahan di kecamatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. Tahuna Barat, dengan ibukota Beha. Ada 6 desa/kelurahan di kecamatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12. Tabukan Utara, dengan ibukota Enemawira. Ada 24 desa/kelurahan di kecamatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13. Nusa Tabukan, dengan ibukota Bukide. Ada 5 desa/kelurahan di kecamatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;14. Kepulauan Marore, dengan ibukota Marore. Ada 3 desa/kelurahan di kecamatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;15. Kendahe, dengan ibukota Kendahe. Ada 8 desa/kelurahan di kecamatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penduduk&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumlah penduduk Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Tahun 2008 berdasarkan hasil proyeksi penduduk adalah 130.290 jiwa, dengan rincian di setiap kecamatan sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Manganitu Selatan, sebanyak 11.489 jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Tatoareng, 5.220 jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Tamako, sebanyak 13.269 jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Tabukan Selatan, sebanyak 6.065 jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Tabukan Selatan Tengah, sebanyak 2.796 jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Tabukan Selatan Tenggara, sebanyak 2.428 jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Tabukan Tengah, sebanyak 11.742 jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Manganitu, sebanyak 14.360 jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Tahuna, sebanyak 14.579 jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Tahuna Timur, sebanyak 11.851 jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. Tahuna Barat, sebanyak 5.566 jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12. Tabukan Utara, sebanyak 20.986 jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13. Nusa Tabukan, sebanyak 2.896 jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;14. Kendahe, sebanyak 6.882 jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kecamatan Tabukan Utara memiliki jumlah penduduk terbanyak yaitu 16,10 persen dari seluruh jumlah penduduk di Sangihe, dan kepadatan penduduk terbesar ada di Kecamatan Tahuna sebagai ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe, yaitu 577 jiwa per kilometer persegi. Jika dilihat menurut kelompok umur, jumlah penduduk terbanyak ada pada kelompok umur 15 – 64 tahun, yang merupakan usia produktif. Jumlah penduduk pada kelompok umur ini mencapai 67,86% dari total jumlah penduduk di Kabupaten Sangihe. Sex rasio penduduk Sangihe sebesar 102,48. Hal ini menggambarkan bahwa jumlah penduduk laki-laki sedikit lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk perempuan. Ada beberapa kecamatan yang memiliki rasio jenis kelamin dibawah 100 yaitu kecamatan Tatoareng, Tabukan Selatan, Tabukan Selatan Tengah, Tahuna Timur, Tahuna Barat, dan Kendahe.***&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;(dari berbagai sumber)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-3783156888870527382?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/3783156888870527382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=3783156888870527382&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3783156888870527382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3783156888870527382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/08/profil-singkat-sangihe-daerah-nusa.html' title='Profil Sangihe Singkat | Tahun 2009 | Daerah Nusa Utara'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TG8zm9r1xWI/AAAAAAAAARs/7bR5heutez4/s72-c/Petasangihe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-5209352585922058514</id><published>2010-08-15T07:08:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T18:44:32.793-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Budaya'/><title type='text'>Misteri Naga Mati | Cerita Rakyat Nusa Utara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TGiUxZGZAgI/AAAAAAAAARM/SqeuQfb4uak/s1600/Flyin%27deDragon.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TGiUxZGZAgI/AAAAAAAAARM/SqeuQfb4uak/s200/Flyin%27deDragon.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebuah perahu dari Utara melaju di antara terpaan gelombang dan badai. Dari daratan Cina sebuah keluarga berjuang mati-matian melarikan diri dari kejaran seekor Naga. Sang Naga menebar maut di sepanjang pengejarannya. Pulau-pulau yang merintangi jalan Naga terbelah oleh sambar ekornya. Pulau Sara salah satu korban sambaran maut ekornya. Seorang putri nan jelita yang masih kecil tetapi telah disumpahkan untuk diberikan padanya ternyata dilarikan oleh pihak keluarga dengan menggunakan sebuah perahu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesaktian ketujuh saudara laki-laki dari putri tersebut sulit menandingi kehebatan sang Naga. Bahkan tebasan-tebasan pedang Ratuadio yang berisikan kekuatan magis hanya mampu melepaskan beberapa sisik saja.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang-orang Sulu, Tabukan, Malesoeng, dan Ternate sudah dijajaki untuk sebisanya membantu mereka mengatasi amukan Naga yang terus memburu perahu yang membawa lari Arrussuello. Tidak ada pihak yang bisa menyanggupi harapan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam keadaan yang serba kalut, perahu yang sebelumnya mengarah ke Selatan diputar kembali menuju ke Utara, ke arah asal. Berharap di negeri-negeri yang kelak akan dilewati nanti masih ada orang yang berkesanggupan mengatasi bahaya yang terus membuntuti perjalanan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TGiXoak8FDI/AAAAAAAAARc/KhlKAZ5l00Q/s1600/SANY0542.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TGiXoak8FDI/AAAAAAAAARc/KhlKAZ5l00Q/s320/SANY0542.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Melam, danau empedu ular yang dulunya berwarna biru.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tibalah mereka di salah satu teluk nusa Araallan (Pulau Karakelang). Sebuah gunung yang tidak terlalu menjulang tampak di hadapan mereka. Kepulan tipis asap dari atas puncak gunung tersebut menyiratkan ada tanda kehidupan manusia di sana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada puncak gunung Piapi, ketajaman mata dari Mannatta dan Larrossa, dua Pandai Besi Kedatuan Pulutan (Puratangnga), menangkap suatu kejadian yang aneh sementara terjadi dari arah laut. Kedua Pandai Besi penghuni Tujuh Pintu (Ngara Pitu) puncak Piapi melihat seekor Naga tengah mengejar sebuah perahu. Sejurus kemudian tampak sesuatu dilempar dengan tenaga yang sangat luar biasa ke arah mereka, ke arah puncak Piapi. Barangkali hal inilah yang menjadi sumber masalah, pikir kedua Pandai Besi. Tanpa berpikir panjang merekapun melesat ke udara, menyambar sesuatu yang dilempar ke arah mereka tersebut. Alangkah terkejutnya Mannatta dan Larrossa menyadari sesuatu yang dilempar tadi ternyata adalah seorang anak gadis yang berparas sangat cantik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat peristiwa tersebut, Naga bergegas mengejar ke arah puncak gunung. Dia tidak ingin kehilangan gadis itu. Dengan kemampuan yang dimiliki, hanya dalam waktu yang singkat saja sang Naga telah berada di atas puncak Piapi dengan tanpa hentinya menebar maut terhadap apapun yang merintangi perjalannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mannatta dan Larrossa, di negerinya Pulutan, biasa menyebut makhluk Naga itu dengan sebutan Atoanna atau yang berarti ular. Dengan senyum ramah mereka mempersilahkan Atoanna untuk bisa bersabar dan dapat  mengikuti sebuah silaturahmi sederhana, makan pinang sirih, sebagaimana kebiasaan setempat dalam menjamu tamu. Tiga buah batu besar memerah dalam api sebagai sajian yang tengah dipersiapkan bagi Atoanna.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa merasa gentar sedikitpun Atoanna meladeni permintaan kedua Pandai Besi ini. Kalaupun silaturahmi tersebut merupakan bagian dari uji kesaktian maka pasti dirinya tidak akan bisa dikalahkan. Sayangnya, malang tidak dapat ditolak. Dalam seremoni kecil inilah sang Naga, sang Atoanna, akhirnya menggelepar lalu terkapar mati di pinggir laut seusai menelan tiga batu yang sebelumnya telah dipanaskan dalam api dengan rapalan beberapa mantra. Empedunya pecah menggenangi tanah. Tubuhnya lambat laun, yang entah karena proses alam atau entah karena proses magis apa, berubah menjadi batu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TGiV8nUnKuI/AAAAAAAAARU/PInVn_Ykoes/s1600/SANY0528.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TGiV8nUnKuI/AAAAAAAAARU/PInVn_Ykoes/s320/SANY0528.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Puang Katoan di Pulutan - Talaud.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(foto:Ie Hadi G)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tubuh Atoanna yang telah berubah jadi batu tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Puang Katoan (artinya : Kepala Ular) yang membujur sepanjang beberapa ratus meter di pinggir sebuah pantai. Empedu yang pecah tergenang di sekitar bujuran batu lalu menjadi sebuah danau kecil. Orang di negeri Pulutan menyebut danau tersebut dengan nama Melam (artinya : Biru). Konon, air danau itu selalu terlihat berwarna biru dan senantiasa dijaga oleh seekor Belut Emas, yang seluruh tubuhnya berwarna keemasan serta berkilauan bila tertimpa cahaya. Belut Emas tersebut dahulu seringkali dilihat oleh masyarakat setempat tapi kemudian hilang secara misterius.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Danau Melam dan Puang Katoan masih ada di Pulutan sampai sekarang sebagai saksi bisu cerita ini.&lt;i&gt;&lt;b&gt;***&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Sumber: Cerita Rakyat yang terdapat di Pulutan - Kepulauan Talaud - sulawesi Utara. Dibahasakan kembali oleh Ie Hadi G).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-5209352585922058514?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/5209352585922058514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=5209352585922058514&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/5209352585922058514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/5209352585922058514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/08/misteri-naga-mati-cerita-rakyat-nusa.html' title='Misteri Naga Mati | Cerita Rakyat Nusa Utara'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TGiUxZGZAgI/AAAAAAAAARM/SqeuQfb4uak/s72-c/Flyin%27deDragon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-5597395892454530087</id><published>2010-08-08T08:23:00.000-07:00</published><updated>2010-08-08T08:39:43.933-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Gunung Api Bawah Laut di Sangihe | Temuan Terbaru Volcano</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TF7I9VhkElI/AAAAAAAAAQ8/PME2u7vpDSY/s1600/gunung_bawah_laut+sangihe.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TF7I9VhkElI/AAAAAAAAAQ8/PME2u7vpDSY/s320/gunung_bawah_laut+sangihe.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cerobong Gunung Api Bawah Laut di Sangihe&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Suatu ekspedisi ilmiah bersama yang dilakukan melalui sebuah kerja sama antara Indonesia - Amerika Serikat berhasil memetakan sebuah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/08/gunung-api-bawah-laut-di-sangihe-temuan.html"&gt;gunung api&lt;/a&gt; berapi raksasa di dalam lautan perairan Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gunung api aktif ini sebelumnya tidak pernah diketahui sama sekali keberadaannya oleh masyarakat Kepulauan Sangihe. Masyarakat umum selama ini yang mengenal &lt;a href="http://wwww.nusautara.co.cc/"&gt;Mahangetang&lt;/a&gt; saja sebagai gunung api bawah laut yang berada di &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Kabupaten Kepulauan Sangihe&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam penelitian yang menggunakan sonar multicahaya kapal penelitian Okeanos milik NOAA ini mendapati bahwa gunung ini memiliki ketinggian lebih dari 3.000 meter. Menurut Jim Holden, Ketua Ilmuwan AS untuk misi awal ekspedisi bersama ini, Gunung ini adalah sebuah gunung berapi yang besar dan tinggi dan menjulang lebih dari sepuluh ribu kaki dari dasar laut di dalam perairan dan terletak di kedalaman lebih dari 18 ribu kaki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ilmuwan Indonesia dan AS yakin bahwa dengan menyelidiki lautan yang belum pernah tereksplorasi sebelumnya maka akan banyak fenomena baru yang diperoleh dan informasi yang didapat untuk menambah pemahaman dunia tentang ekosistem dan pengasaman laut serta dampak perubahan iklim. Sejauh ini, Okeanos Explorer telah memetakan 2.400 mil persegi dasar laut di Indonesia, wilayah yang luasnya setara dengan luas Delaware.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada pertengahan Juli, kapal riset dan perikanan milik Indonesia Baruna Jaya IV akan memetakan lebih banyak dasar laut dan menempatkan peralatan di kepulauan Kawio. Mereka akan dikerahkan kembali pada 21 Juli untuk terus mengeksplorasi lebih banyak lagi lautan yang belum terjamah dekat gugus Kepulauan Sangihe dan Talaud. Ekspedisi tersebut akan rampung pada 14 Agustus. Peneliti memperkirakan masih ada gunung api di bawah laut Indonesia. Lantaran keterbatasan teknologi, perkiraan itu belum dapat dieksplorasi.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-5597395892454530087?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/5597395892454530087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=5597395892454530087&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/5597395892454530087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/5597395892454530087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/08/gunung-api-bawah-laut-di-sangihe-temuan.html' title='Gunung Api Bawah Laut di Sangihe | Temuan Terbaru Volcano'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TF7I9VhkElI/AAAAAAAAAQ8/PME2u7vpDSY/s72-c/gunung_bawah_laut+sangihe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-7477966528797461368</id><published>2010-08-02T16:43:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T19:09:55.457-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Kemenangan Demokrat Sulut adalah Kemenangan Rakyat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TFdSZGuYSVI/AAAAAAAAAQ0/Bb3GCIXdMfw/s1600/demo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TFdSZGuYSVI/AAAAAAAAAQ0/Bb3GCIXdMfw/s320/demo.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemenangan Partai Demokrat Sulut tinggal menunggu hitungan jam saja dalam Pemilukada yang digelar tanggal 3 Agustus ini. Kemenangan secara menyeluruh dari kandidat yang bertarung melalui Partai Demokrat Sulut ini&amp;nbsp; telah melalui berbagai hasil survey. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usungan calon kandidat melalui Partai Demokrat yang bertarung dalam Pemilukada di Sulawesi Utara meliputi Calon Gubernur - Calon Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Calon Walikota - Calon Wakil Walikota Kota Manado, dan Calon Bupati - Calon Bupati Minahasa Utara telah dipastikan menang "All Round".&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemenangan yang tinggal dalam hitungan jam pada hari pencoblosan ini masih memberikan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk sama-sama menentukan pilihan melalui para kandidat yang sudah bisa dipastikan kemenangannya tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bagi yang belum pada barisan Demokrat, pilihan politik apapun yang dipilih tidak akan merubah konstelasi kemenangan yang diraih hari ini. Daripada tidak berada di barisan, namun kandidat dari Demokrat tetap menang, maka sebaiknya bergabung bersama barisan yang telah dipastikan kemenangannya. Calon dari Demokrat adalah pilihan yang paling tepat sebelum semuanya terlambat. Sebelum anda terlambat tuntuk tidak berada di barisan kemenangan dari rakyat hari ini", gugah sejumlah pendukung dari kandidat Partai Demokrat.***&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(adv)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-7477966528797461368?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/7477966528797461368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=7477966528797461368&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/7477966528797461368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/7477966528797461368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/08/kemenangan-demokrat-sulut-adalah.html' title='Kemenangan Demokrat Sulut adalah Kemenangan Rakyat'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TFdSZGuYSVI/AAAAAAAAAQ0/Bb3GCIXdMfw/s72-c/demo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-3578303441643673374</id><published>2010-07-25T11:33:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T11:38:43.513-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Seni'/><title type='text'>"UNSRAT dan PEKSIMINAS" Ajang Berprestasi atau Liburan?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peksiminas, atau Pekan Seni Mahasiswa Nasional adalah ajang perlombaan seni yang mencakup bermacam tangkai lomba seperti Pembacaan Puisi, Pementasan Monolog, Film Pendek, Tari, Menyanyi dll. Pagelaran Ini diadakan setiap dua tahun sekali dan diikuti oleh mahasiswa di seluruh Indonesia yang memiliki bakat seni melalui seleksi yang dilakukan di tingkat daerah. Dalam beberapa tahun terakhir Universitas Sam Ratulangi selalu berpartisipasi melalui beberapa tangkai lomba yang dianggap unggul untuk diusung di tingkat nasional. Dua dari beberapa tangkai lomba unggul itu adalah Pembacaan Puisi dan Pementasan Monolog.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melalui seleksi tingkat daerah yang cukup ketat, pada peksiminas 2010 yang berlangsung Di Pontianak, (26 Juli - 2 Agustus 2010) Universitas Sam Ratulangi kembali mewakili Sulawesi Utara untuk tangkai lomba &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/07/unsrat-dan-peksiminas-ajang-berprestasi.html"&gt;Monolog&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/07/unsrat-dan-peksiminas-ajang-berprestasi.html"&gt;Baca Puisi&lt;/a&gt;. Keberhasilan ini tentu disambut antusias para peserta maupun pelaku-pelaku seni yang selama ini berjuang keras menggodok dan melatih seniman-seniman muda agar mampu unjuk gigi dan menunjukkan bahwa seni Sulawesi Utara tak boleh dipandang sebelah mata. Bahkan Ie Hadi G, sutradara yang menangani tangkai lomba monolog, rela bersusah payah melatih para peserta tanpa sedikitpun meminta bayaran dari pihak Universitas. Namun cita-cita mulia para seniman untuk unjuk prestasi di tingkat nasional ternyata bertepuk sebelah tangan dengan keseriusan pihak Birokrat Kampus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam persiapan keberangkatan kontingen, tiba-tiba saja pihak UNSRAT mengkonfirmasi bahwa peserta lomba Monolog dan Baca Puisi, akan berangkat tanpa pelatih. Informasi yang segera membuat banyak orang geleng-geleng kepala tak percaya. Bayangkan saja, sebuah perlombaan seni tingkat nasional, peserta yang akan mewakili Sulawesi Utara dibiarkan terlantar tanpa pelatih. Siapapun tak mampu membayangkan apa yang akan terjadi ketika peserta Monolog dari Sulawesi Utara dipanggil di atas panggung dan tidak ada pelatih maupun kru ahli yang akan menyiapkan setting properti dan artistik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pihak rektorat melalui salah satu pegawainya mengatakan, setting make up, properti dan artistik panggung diberitahukan saja kepada pegawai-pegawai UNSRAT yang akan berangkat, dan nanti akan ditangani oleh mereka. Seolah-olah penyiapan konsep artistik panggung adalah pekerjaan anak kecil yang bisa dilakukan oleh semua orang. Penyiapan artistik untuk lomba monolog bukanlah sesuatu yang mudah. Perlu praktisi ahli yang mengerti teknik tata panggung, komposisi properti, lightning, maupun tata make up untuk aktor. Selain itu, latihan untuk aktor Monolog dan pembaca puisi harus terus dilakukan bahkan hingga beberapa menit sebelum lomba dimulai. Lalu siapa yang akan melatih mereka nanti di sana?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menilik pengalaman Peksiminas di Jambi dua tahun lalu, kontingen Jawa Timur yang meraih juara 1 untuk tangkai lomba monolog, membawa tak kurang dari 25 personel (pelatih dan kru ahli), yang menangani aktor maupun artistik panggung. Dan bayangkan saja, untuk tahun ini, Sulawesi Utara tak mengirimkan satu pelatih pun!. Ketika pihak peserta melakukan dialog dengan pihak Rektorat UNSRAT, dalam hal ini Kepala Bagian Kemahasiswaan, hasil yang diperoleh tetap sama, tak ada pelatih yang akan berangkat. Pihak Rektorat beralasan bahwa dana yang ada tidak mencukupi untuk membiayai tiket pelatih yang hanya satu orang saja itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alasan ini sungguh membuat siapapun tertawa geli. Tiket untuk pelatih yang akan menggodok peserta tidak disiapkan, sementara sejumlah pegawai UNSRAT yang tidak jelas fungsinya dalam kegiatan ini ikut diberangkatkan. Lagi-lagi pihak Universitas berdalih bahwa pegawai-pegawai itu perlu diberangkatkan untuk mengurusi penginapan hotel, pengurusan tiket, dan keperluan-keperluan tidak penting lain yang sama sekali bukan inti dari tujuan kegiatan ini. Total jumlah personel kontingen &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/07/unsrat-dan-peksiminas-ajang-berprestasi.html"&gt;Peksiminas&lt;/a&gt; UNSRAT yang akan berangkat berjumlah 29 orang. 22 orang terdiri dari pegawai dan pejabat rektorat, sedangkan peserta yang akan berjuang mempertaruhkan nama Sulut hanya berjumlah 7 orang saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merasa tidak puas, pihak peserta mencoba melakukan pembicaraan langsung dengan Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof.dr. Bernabas Harold Ralp Kairupan, MSc.,SP.KJ-KAR,KAD. Namun keputusan yang dihasilkan tetap sama, pelatih tak bisa diikutsertakan. Beliau beralasan bahwa pengadaan tiket untuk pelatih tidak diberitahukan dari jauh-jauh hari, sementara seluruh tiket untuk kontingen sudah dipesan. Alasan-alasan bertolak belakang yang terkesan mengada-ada ini mengindikasikan bahwa, memang tidak ada secuilpun kepedulian Pihak Birokrat UNSRAT untuk memajukan seni.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang tragis, agenda penting yang harusnya dijadikan ajang untuk mengharumkan nama Sulawesi Utara di panggung nasional, hanya dijadikan ajang liburan oleh sejumlah birokrat kampus. Keikutsertaan di Peksiminas hanya dianggap sebagai program rutin untuk menghabiskan anggaran yang memang sudah dialokasikan. Tak ada target prestasi, tak ada visi untuk menjadi lebih baik. Sayang memang...&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;***(Tulisan ini ditulis oleh Dean Joe Kalalo dan telah dipublikasikan sebelumnya pada jejaring sosial Facebook pada Jumat, 23 Juli 2010)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-3578303441643673374?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/3578303441643673374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=3578303441643673374&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3578303441643673374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3578303441643673374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/07/unsrat-dan-peksiminas-ajang-berprestasi.html' title='&quot;UNSRAT dan PEKSIMINAS&quot; Ajang Berprestasi atau Liburan?'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-3171942793266864491</id><published>2010-07-25T11:16:00.001-07:00</published><updated>2010-07-25T11:17:45.156-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Wartawan Paling Bertanggung Jawab Soal Berita Talaud</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan ini untuk merespon pemberitaan Manado Post tertanggal 24 Juli 2010 dengan tajuk '&lt;b&gt;Korupsi Harus Tetap Korupsi&lt;/b&gt;' yang mengetengahkan kerisauan tiga akademisi asal Nusa Utara - Prof. Dr. Revolson Mege, Dr. Urbanus Naharia, dan Dr. Dora Katiandago - terhadap perilaku wartawan yang tidak lagi memiliki sentisivitas jurnalistik dalam mengangkat realitas yang sesungguhnya terjadi di wilayah Nusa Utara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di bagian akhir dari tulisan tersebut Prof. Dr. Revolson Mege menantang para wartawan untuk datang dan melakukan liputan bersifat investigatif tentang perkembangan di Talaud. Pertanyaan yang muncul sesuai teks tersebut adalah apa kerja para wartawan yang bertugas di Biro Talaud selama ini? Secara otomatis Mege telah menihilkan kerja jurnalistik.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bila diamati secara seksama, kita akan menemukan bahawa peranan para wartawan terutama wartawan media cetak harian yang terbit di Manado dalam mengangkat kepentingan publik sangat tidak maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengambil Manado Post sebagai &lt;i&gt;sample &lt;/i&gt;kasus ini (dengan pertimbangan bahwa Manado Post merupakan media yang telah berusia lebih tua dari semua media cetak harian yang terbit di Manado) demi meninjau kebenaran masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manado Post ternyata hanya memperkerjakan satu orang wartawan saja dengan wilayah kerja Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Dengan pertimbangan kondisi geografis tiga kabupaten, jelas wartawan Manado Post, Jemmy Gahansa tidak mampu memenuhi kebutuhan pemberitaan sebuah media yang terbit setiap hari. Dampak buruknya adalah tingkat keberpihakan terhadap publik sangat kurang, selain kenyataan-kenyataan dominan lain yang menempatkan pejabat-pejabat kabupaten sebagai sumber dan fokus berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, jelaslah tidak ada berita yang berpihak kepada publik. Berbagai masalah yang timbul di tingkatan masyarakat Talaud tidak terekspos melalui media cetak. Bagaimana bisa seorang Jemmy Gahansa menulis tentang Talaud bila dia sedang berada di Sangihe, SITARO, bahkan Manado? Bukankah berita yang ditulisnya adalah berita bohong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepincangan pembangunan di Talaud sangat tertutup rapat selama ini. Hingga akhirnya mata banyak orang terbuka ketika Elly Lasut ditangkap karena tuduhan kasus korupsi. Jika ada pertanyaan mengenai mengapa investigasi jurnalis tidak berjalan dengan semestinya di Talaud, maka jawabannya adalah juga dalam bentuk pertanyaan, ADA APA DENGAN WARTAWAN?***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-3171942793266864491?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/3171942793266864491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=3171942793266864491&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3171942793266864491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3171942793266864491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/07/wartawan-paling-bertanggung-jawab-soal.html' title='Wartawan Paling Bertanggung Jawab Soal Berita Talaud'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-8763985824285706669</id><published>2010-07-17T19:43:00.000-07:00</published><updated>2010-07-17T19:43:26.098-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lowongan Kerja Cepat'/><title type='text'>Apa sebenarnya hipnosis itu?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TEJorAh8WsI/AAAAAAAAAQs/oLX59iS6d-4/s1600/hipnosis.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TEJorAh8WsI/AAAAAAAAAQs/oLX59iS6d-4/s320/hipnosis.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hipnosis adalah suatu cabang ilmu yang terus berkembang. Di luar negeri, khususnya di Amerika, hipnosis telah diajarkan secara resmi di berbagai lembaga pendidikan terkemuka. Meskipun ada sangat banyak pakar yang menjelaskan atau menulis tentang hipnosis, apabila diteliti dengan cermat, apa yang mereka jelaskan selalu mengacu pada satu konsep dasar. Konsep dasar ini yang harus dikuasai untuk bisa mengerti dengan benar hipnosis dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulunya sebelum saya mempelajari hipnosis, saya juga mempunyai pandangan yang negatip terhadap hipnosis. Namun setelah mendalami dengan sungguh-sungguh, saya akhirnya mengerti, jatuh cinta, dan dapat memetik manfaat yang luar biasa dari cabang ilmu ini, baik untuk diri saya sendiri maupun untuk membantu orang lain.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Apa bedanya dengan hipnotis dan hipnotisme?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata hypnosis berasal dari kata hypnos, yaitu dewa tidur pada mitologi Yunani. &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/07/apa-sebenarnya-hipnosis-itu.html"&gt;Hipnosis&lt;/a&gt; adalah ilmunya, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/07/apa-sebenarnya-hipnosis-itu.html"&gt;hipnotis&lt;/a&gt; adalah orang yang melakukan hipnosis, sedangkan hipnotisme sama dengan hipnosis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa beda hipnotis dan hipnoterapis?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gelar hipnotis atau hipnoterapis memang agak membingungkan. Namun untuk mudahnya, hipnotis adalah seseorang yang telah mempelajari dasar-sadar ilmu hipnosis. Hipnoterapis adalah hipnotis yang mempelajari teknik terapi dengan menggunakan kondisi hipnosis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hipnotis belum tentu seorang hipnoterapis. Hipnoterapis pasti seorang hipnotis. Seorang hipnotis yang biasa membawakan pertunjukan belum tentu mampu melakukan terapi. Namun seorang hipnoterapis pasti bisa melakukan apa yang dilakukan hipnotis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah benar saat ini banyak orang yang salah mengartikan apa itu hipnosis?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini masyarakat Indonesia mulai mengenal hipnosis, baik dari pertunjukkan di televisi maupun dari pemberitaan di berbagai media masa. Seiring dengan semakin gencarnya publikasi, masyarakat juga dihadapkan pada berbagai informasi yang tidak tepat atau bahkan salah mengenai hipnosis. Beberapa pandangan yang salah tentang hipnosis, yang beredar di masyarakat, antara lain, hipnosis adalah praktek supranatural atau klenik, hipnosis sama dengan gendam atau kejahatan, hipnosis adalah penguasaan pikiran, hipnosis adalah ilmu sesat yang menggunakan kekuatan mahluk halus, dan hipnosis adalah sama dengan tidur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah hipnosis seperti itu? Tentu tidak. Pandangan yang salah tentunya akan sangat merugikan masyarakat. Masyarakat yang tidak mengerti hipnosis yang sebenarnya akan menutup diri dan menolak mempelajari hipnosis, dan tentunya tidak akan bisa mendapatkan manfaat luar biasa dari praktek hipnosis.&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara kerja hipnosis?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi hipnosis sebenarnya identik dengan gelombang otak alfa dan theta. Gelombang alfa berada pada kisaran 8 â€“ 12 Hz dan theta pada 4 â€“ 8 Hz. Saat seseorang berada dalam kondisi trance maka kisaran gelombang otaknya pasti berada di antara alfa dan theta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang dalam satu hari minimal pasti berada dalam kisaran gelombang ini yaitu saat mau tidur dan saat baru bangun tidur. Secara alamiah saat kita mau tidur gelombang otak akan turun dari beta, ke alfa, ke theta, dan akhirnya di delta (tidur pulas tanpa mimpi). Demikian pula sebaliknya. Saat kita bangun tidur maka gelombang otak akan naik dari delta, ke theta, ke alfa, dan akhirnya di beta atau sadar penuh.&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Apakah benar kita selalu mengalami hipnosis setiap saat?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya setiap hari kita mengalami kondisi hipnosis. Anda pasti pernah nonton film, bukan? Saat adegan film sedang seru-serunya anda pasti merasa tubuh anda menjadi tegang, napas berubah, dan jantung anda berdebar lebih kencang. Mengapa? Bukankah anda tahu bahwa apa yang sedang anda tonton bukanlah suatu kejadian nyata? Pikiran sadar anda tahu bahwa film itu bukan sesuatu yang nyata. Namun pikiran bawah sadar anda menerima apa yang anda lihat dan alami sebagai suatu hal yang nyata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat menonton film, perhatian anda sangat terpusat pada apa yang sedang berlangsung di layar sehingga anda mem-blok suara-suara lain, misalnya suara batuk penonton lainnya, atau suara handphone yang berbunyi. Pada saat ini anda sangat sadar dengan keberadaan diri anda yang sedang menonton film. Semua sensasi atau perasaan yang anda rasakan saat menonton film, misalnya perasaan sedih, gembira, kecewa, marah, jengkel, atau bahagia merupakan hasil dari kerja pikiran bawah sadar anda. Saat itu anda sebenarnya berada dalam kondisi hipnosis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu, apakah anda dikendalikan oleh film yang anda tonton? Tentu tidak! Film itu tidak mengendalikan diri anda tetapi mengarahkan pikiran anda dengan alur ceritanya. Inilah sebenarnya yang dimaksud dengan keadaan hipnosis atau trance.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan pemahaman kebanyakan orang, yang mengatakan bahwa saat dalam kondisi hipnosis atau trance kesadaran seseorang sangat lemah, saat dalam kondisi trance level kesadaran seseorang justru meningkat sangat tinggi.&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana definisi hipnosis yang benar?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini, definisi yang paling banyak digunakan dan diterima berbagai lembaga / asosiasi hipnosis dan hipnoterapi di dunia adalah definisi yang dikeluarkan oleh U.S. Dept. of Education, Human Services Division: "hypnosis is the by-pass of the critical factor of the conscious mind followed by the establishment acceptable selective thinking" atau "hipnosis adalah penembusan faktor kiritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran selektif (sugesti)."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apakah hipnosis hanya bisa untuk acara hiburan, seperti yang ditampilkan di Televisi?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu tidak. Berikut ini adalah jenis hipnosis dan manfaatnya:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Stage Hypnosis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Stage hypnosis adalah hipnosis yang digunakan untuk pertunjukan hiburan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy adalah aplikasi hipnosis dalam menyembuhkan masalah mental dan fisik (psikosomatis). Aplikasi dalam pengobatan penyakit antara lain: depresi, kecemasan, phobia, stress, penyimpangan perilaku, mual dan muntah, melahirkan, penyakit kulit, dan masih banyak lagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Anodyne Awareness&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anodyne Awareness adalah aplikasi hipnosis untuk mengurangi rasa sakit fisik dan kecemasan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Forensic Hypnosis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Forensic Hypnosis adalah penggunaan hipnosis sebagai alat bantu dalam melakukan investigasi atau penggalian informasi dari memori.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Metaphysical Hypnosis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metaphysical Hypnosis adalah aplikasi hipnosis dalam meneliti berbagai fenomena metafisik. Jenis hipnosis ini bersifat ekperimental.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana sebenarnya hipnosis itu, apa termasuk unsur klenik?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hipnosis berhubungan dengan kondisi kesadaran seseorang pada satu waktu tertentu. Tidak ada unsur klenik sama sekali. Hipnosis sebenarnya merupakan seni komunikasi dengan pikiran bawah sadar. Dulunya saya tidak percaya bahwa hipnosis adalah suatu seni komunikasi. Namun setelah saya mempraktikkan hipnosis baik untuk diri sendiri maupun dengan orang lain maka saya akhirnya sadar bahwa memang benar bahwa hipnosis adalah seni komunikasi bawah sadar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam setiap kesempatan saya memberikan workshop hypnosis selalu muncul pertanyaan, "Apa hubungan hipnosis dengan mahluk halus?", "Gendam itu jenis hipnosis yang mana ?". Saya berusaha menerangkan bahwa sebenarnya hipnosis itu murni seni komunikasi dan nggak ada hubungannya dengan mahluk halus. Sambil guyon saya berkata, "Hipnosis memang ada hubungannya dengan mahluk halus bila yang menghipnosis anda adalah seorang wanita yang cantik, berkulit mulus, dan tutur katanya halus. Jadi benar itu mahluk halus".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Lalu bagaimana dengan gendam? Bukankah ada banyak contoh kasus di mana seseorang ditelpon, katanya ia dapat hadiah, dan diminta menyetor sejumlah uang ke rekening tertentu, lhaâ€¦. koq mau? Itu pasti kena gendam", kejar si penanya. Benarkah demikian? Untuk menjelaskan fenomena ini saya akan membahas mengenai cara kerja pikiran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana cara kerja pikiran manusia?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia mempunyai dua jenis pikiran yang bekerja secara simultan dan saling mempengaruhi, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Besarnya pengaruh pikiran sadar terhadap seluruh aspek kehidupan seseorang, misalnya sikap, kepribadian, perilaku, kebiasaan, cara pikir, dan kondisi mental seseorang hanya 12%. Sedangkan besarnya pengaruh pikiran bawah sadar adalah 88%. Untuk mudahnya kita bulatkan menjadi 10% dan 90%. Dari sini dapat kita ketahui bahwa pikiran bawah sadar mengendalikan diri kita 9 kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apakah setiap orang bisa dihipnosis?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawabnya bisa. Semua orang bisa dihipnosis asalkan mereka bersedia. Satu-satunya faktor yang menghambat seseorang untuk masuk kondisi hipnosis adalah rasa takut.&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Apakah benar jika kita menolak untuk dihipnosis maka kita tidak dapat dihipnosis?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syarat utama agar dapat dihipnosis adalah subjek (orang yang dihipnosis) harus bersedia untuk dihipnosis. Bila subjek menolak maka hipnotis / hipnoterapis tidak akan mampu menghipnosis. Saat hipnotis melakukan hipnosis, yang terjadi adalah si hipnotis mem-by-pass pikiran sadar subyek dan langsung berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subjek. By-pass di sini jangan salah dimengerti sebagai suatu bentuk manipulasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;By pass maksudnya adalah pikiran sadar subjek dibuat sibuk, lengah, bosan, bingung atau lelah sehingga pintu gerbang menuju pikiran bawah sadar, yaitu RAS (Reticular Activating System) terbuka atau tidak terjaga dengan baik. Karena RAS terbuka atau pengawasannya lemah maka si hipnotis akan dengan mudah menjangkau pikiran bawah sadar. Apabila subjek merasa takut, tidak suka, khawatir, atau tidak percaya pada hipnotis, maka proses hipnosis akan menjadi sangat sulit karena RAS akan terkunci rapat. Dalam kondisi ini hipnotis akan sulit sekali menjangkau dan berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subjek.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa yang dimaksud dengan self-hypnosis?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerja sama dari subjek sangat dibutuhkan agar proses hipnosis dapat berlangsung dengan mudah dan lancar. Mengapa? Karena semua proses hipnosis sebenarnya adalah self-hypnosis. Dikatakan self-hypnosis karena seorang hipnotis sebenarnya hanya berperan sebagai fasilitator atau operator. Subjek menghipnosis dirinya sendiri dengan mengikuti instruksi yang diberikan oleh hipnotis. Bila subjek menolak dengan cara tidak bersedia mengikuti instruksi maka hipnosis tidak akan bisa terjadi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana cara seorang hipnotis / hipnoterapis menjangkau pikiran bawah sadar seseorang?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang hipnotis / hipnoterapis yang ahli tentu mempunyai sangat banyak cara untuk bisa menjangkau pikiran bawah sadar subjeknya. Cara untuk menjangkau pikiran bawah sadar ini dinamakan induksi. Ada sangat banyak cara melakukan induksi. Dari semua cara itu, bila dicermati, akan tampak suatu pola umum. Pola umum ini membagi teknik induksi menjadi enam kategori. Para pakar biasanya menggabungkan beberapa pola induksi menjadi satu pola baru. Ada teknik induksi untuk orang yang mudah dihipnosis.Ada yang untuk yang moderat. Dan ada yang untuk orang yang sulit dihipnosis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apakah saya bisa menjadi seorang hipnotis / hipnoterapis?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menjadi seorang hipnotis / hipnoterapis yang andal diperlukan beberapa syarat utama, antara lain konsep diri positif, rasa percaya diri yang tinggi, memahami cara kerja pikiran, kemampuan komunikasi verbal dan non verbal yang baik, kreatif, dan menguasai ilmu hipnosis dengan baik dan benar.&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Di mana saya bisa mempelajari hipnosis / hipnoterapi?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini satu pertanyaan yang sangat bagus. Saat ini ada banyak orang atau lembaga yang melakukan loka karya hipnosis. Ada yang memasang harga yang murah sampai harga yang cukup mahal. Terlepas dari berapa harga yang dipasang untuk loka karya hipnosis, yang harus benar-benar diperhatikan adalah siapa yang mengajar di loka karya hipnosis tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Instruktur yang mengajar mempunyai pengaruh yang sangat penting. Bila anda belajar pada orang yang salah, yang hanya mengerti sedikit namun telah berani mengadakan loka karya, maka anda akan membuang uang, waktu, pikiran, dan tenaga karena telah salah belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya dapat bercerita seperti ini karena pengalaman pribadi. Sebelum mendalami hipnosis, dengan mengikuti loka karya, saya banyak membaca buku-buku hipnosis yang ada di toko buku. Semakin saya membaca maka semakin bingung saya jadinya. Saya akhirnya memutuskan untuk mengikuti loka karya yang diselenggarakan oleh beberapa pakar hipnosis. Ada pakar dari dalam negeri maupun yang dari luar negeri, sudah tentu dengan biaya yang tidak sedikit. Dari mereka akhirnya saya mendapat pemahaman yang benar mengenai apa itu hipnosis. Selanjutnya saya mendalami sendiri dengan banyak membeli buku dari luar negeri dan tentu saja banyak praktik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara yang lebih mudah adalah dengan mengikuti pelatihan hipnosis/hipnoterapi 100 jam yang diselenggarakan Quantum Hypnosis Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apakah benar belajar hipnosis itu sangat sulit?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mendalami hipnosis dan melakukan stage hypnosis bukanlah sesuatu yang sulit. Namun untuk melakukan hypnotherapy, ini anda harus hati-hati. Aplikasi hipnosis dalam terapi memerlukan pengetahuan yang lebih dalam. Belajar di loka karya saja belum cukup. Kita masih harus mendalami dari berbagai sumber lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baru-baru ini saya mendapat cerita dari seorang kawan mengenai suatu lembaga yang menyelenggarakan loka karya hypnotherapy. Ternyata apa yang diajarkan sangat keliru. Dari cerita kawan saya ini dapat disimpulkan bahwa sebenarnya teknik terapi yang diajarkan di loka karya tersebut, kalau di Amerika, masuk dalam kategori malpraktik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sengaja menceritakan hal ini tidak bertujuan mendiskreditkan suatu lembaga atau pribadi tertentu. Saya ingin agar kita semua berhati-hati agar kita dapat belajar dari sumber yang benar dan kompeten agar ilmu hipnosis dapat dikuasi dengan benar dan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan kita bersama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apakah hipnoterapis bisa melakukan diagnosa penyakit?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hipnoterapis tidak bisa dan tidak boleh melakukan diagnosa penyakit karena hipnoterapis bukan dokter. Hipnoterapis juga bukan psikolog atau psikiater.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk bisa menjadi seorang hipnoterapis andal tidak perlu harus menjadi dokter, psikolog, atau psikiater dulu. Namun dokter, psikolog, atau psikiater bisa menjadi hipnoterapis dengan mengikuti pelatihan hipnoterapi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apakah seseorang, saat dihipnosis, bisa tidak "bangun" atau "tersangkut" di dalam kondisi hipnosis?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini pandangan yang salah yang diyakini kebanyakan orang. Belum pernah dalam sejarah hipnosis/hipnoterapi ada orang yang "tersangkut" dan tidak bisa keluar dari kondisi hipnosis. Orang dikatakan tidak mau keluar atau "tersangkut" sebenarnya karena mereka merasa enggan untuk keluar dari kondisi hipnosis yang sangat rileks dan menyenangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapapun bisa keluar dari kondisi hipnosis dengan segera saat ia memutuskan untuk keluar dari kondisi hipnosis. Saat dalam kondisi hipnosis, subjek tetap memiliki kontrol sepenuhnya atas pikirannya sendiri.&lt;b&gt;***&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;(Tulisan ini merupakan kiriman via e-mail dari Maxianis L. Losoh &amp;lt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4818059267850983238"&gt;advisor.maxy@yahoo.com&lt;/a&gt;&amp;gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-8763985824285706669?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/8763985824285706669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=8763985824285706669&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/8763985824285706669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/8763985824285706669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/07/apa-sebenarnya-hipnosis-itu.html' title='Apa sebenarnya hipnosis itu?'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TEJorAh8WsI/AAAAAAAAAQs/oLX59iS6d-4/s72-c/hipnosis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-8697807834115795040</id><published>2010-06-13T01:46:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T01:46:56.991-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Menulis Puisi Itu Mudah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menulis puisi kadang-kadang dianggap sulit oleh sebagian orang. Hal ini disebabkan karena pelajaran Bahasa dan Sastra saat di bangku sekolah diberikan dengan sangat tidak menarik oleh para guru. Padahal sebaliknya, puisi itu merupakan sebuah dunia imajinasi yang sangat menarik. Dengan puisi kita bisa mencurahkan beban kehidupan, rasa cinta terhadap seseorang atau sesuatu, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puisi merupakan salah satu bagian dari dunia sastra (yang mencakup Puisi, Drama, dan Prosa), yang memiliki beberapa ciri-ciri, di antaranya : Bunyi dan Aspek Puitiknya (Persajakan/Rima, Asonansi dan Alioterasi, Efoni dan Kakafoni) Diksi, Bahasa Kias (Metafora-Simile, Metafora-Sinekdos, Personifikasi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan melihat ciri-ciri seperti itu pasti kita akan berpikir untuk tidak lagi mencoba menulis puisi karena aturan-aturan yang disodorkan terlalu rumit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana Kita Mulai Menulis Puisi?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar menulis puisi tidak terbebani dengan berbagai aturan maka mulailah menulis ide apa saja yang kita miliki tersebut. Ide-ide yang berada di alam imajinasi kita biasanya merupakan hasil interaksi dengan alam ini (kita dengan diri kita sendiri, kita dengan orang lain, kita dengan lingkungan, kita dengan masyarakat, dan kita dengan Sang Pencipta. Perhatikan contoh di bawah ini :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita melihat sebuah bunga melati indah pada suatu waktu di sebuah tempat. Tidak lama kemudian seekor kupu-kupu terbang dan hinggap tepat di kuntum bunga yang tengah tatap. Saat sedang asik menikmati kejadian ini, tiba-tiba pacar menelpon dan mengatakan bahwa dia ingin bertemu pada sore hari karena telah rindu bersama-sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejadian ini telah menyumbangkan sejumlah ide yang bisa kita tuliskan dalam bentuk puisi, misalnya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kau menelponku untuk bertemu &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saat kupu-kupu hinggap pada kuntum melati&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;di sana kau berbisik pada senja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tentang rindumu tak tertahankan lagi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua bait di atas telah berhasil membentuk sebuah puisi, dengan jenis puisi Haiku. Tapi bila kita ingin menambahkan dengan tujuan ingin membuat puisi yang panjang maka kejadian selanjutnya akan menyumbangkan ide-ide tambahan. Misalnya mengenai bagaimana perjalanan menuju tempat pertemuan yang telah disepakati, sikap pacar, suasana di tempat pertemuan, dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan mempersoalkan bentuk puisi sebagai tahap awal belajar. Karena nanti akan terjebak pada penentuan bentuk seperti apa yang akan dipilih. Menulislah dengan bentuk yang bebas dan disukai. Alasannya karena seni menulis puisi itu senantiasa dinamis dari waktu ke waktu. Dahulu orang menulis puisi dengan bentuk 4 larik dalam tiap bait, tetapi sekarang bahkan ada yang menulis bentuk puisi yang seperti sebuah paragraph tulisan biasa. Jadi, buat apa kita memusingkan bentuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal yang terakhir yang ingin dibagikan adalah jangan terburu-buru membakukan apa yang telah berhasil ditulis sebagai sebuah bentuk puisi yang telah paripurna. Kejadian pada waktu berikut mungkin bisa dikaitkan. Semakin banyak ide dari banyak kejadian pasti akan memperkaya makna puisi dengan tema tertentu yang tengah kita usung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menulis puisi membutuhkan insting yang terus menerus dilatih. Rajinlah berlatih dan selamat mencoba.***&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;(Ie Hadi G)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-8697807834115795040?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/8697807834115795040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=8697807834115795040&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/8697807834115795040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/8697807834115795040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/06/menulis-puisi-itu-mudah.html' title='Menulis Puisi Itu Mudah'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-2129185456806314021</id><published>2010-06-13T00:13:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T00:13:31.221-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Kita'/><title type='text'>Pitres Sombowadile | Antara Sastra dan Kamus Berjalan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TBSEv4fdkSI/AAAAAAAAAQc/uEudUiBCots/s1600/pitres.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TBSEv4fdkSI/AAAAAAAAAQc/uEudUiBCots/s200/pitres.jpg" width="148" /&gt;&lt;/a&gt;Pitres Sombowadile lahir di Manado, tanggal 28 Mei 1966. Dia adalah seorang yang aktif pada berbagai kegiatan kebudayaan, kesenian, sastra, bahkan pada ruang sosial politik di Sulawesi Utara. Juga aktif menulis esei, artikel, kolom, dan kritik di berbagai media di Manado.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mulai aktif menulis puisi sejak di bangku sekolah menengah pertama. Di sekolah membaca dan menerjemahkan karya-karya sastra sebagai bahan pelajaran. Pernah sebagai aktivis LSM, Koordinator Badan Pelaksana &lt;b&gt;Yayasan Suara Nurani&lt;/b&gt; (1997-2000). Dan aktif di berbagai jaringan LSM nasional, regional Asia dan Internasional. Bersama dengan beberapa kawan di Jakarta pernah mendirikan Balai Teater. Kini memimpin lembaga &lt;b&gt;Pusat Kebijakan Alternatif (&lt;i&gt;Center for Alternative Policy&lt;/i&gt;) Manado&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah mendesain dan menjalankan beberapa media di antaranya : &lt;b&gt;Narwastu&lt;/b&gt; (majalah Kristen, Jakarta), &lt;b&gt;SUKMA&lt;/b&gt; (Majalah Pengembangan Sumberdaya Manusia, Jakarta), dan akhirnya &lt;b&gt;KABAR&lt;/b&gt; (tabloid mingguan politik di Manado). menjadi konsultan pengembangan masyarakat, media dan pembuatan buku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersama lima penyair Sulawesi Utara pernah menerbitkan sebuah antologi puisi serta membacanya pada acara &lt;b&gt;Mimbar Penyair Indonesia Abad 21&lt;/b&gt; di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, tahun 1996.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Jakarta, Sombowadile sering terlibat beberapa pementasan dan pagelaran budaya bersama seseorang yang diklaim sebagai gurunya, &lt;b&gt;Remy Sylado&lt;/b&gt;. Sehingga jangan heran jika suatu saat bertemu dengannya dan mendapati kemampuan ‘Kamus Berjalan” (nama alias bagi Remy Sylado karena tingkat kecerdasan dan daya hafalnya yang sangat tinggi) bisa juga ditemukan dalam diri seorang Pitres Sombowadile.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku puisi pribadi yang pernah ditulis berjudul &lt;b&gt;Coelacanth Tak Pernah Mati&lt;/b&gt; yang diterbitkan oleh Komunitas Sastra Manado pada tahun 2007.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-2129185456806314021?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/2129185456806314021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=2129185456806314021&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2129185456806314021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2129185456806314021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/06/pitres-sombowadile-antara-sastra-dan.html' title='Pitres Sombowadile | Antara Sastra dan Kamus Berjalan'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TBSEv4fdkSI/AAAAAAAAAQc/uEudUiBCots/s72-c/pitres.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-484260305406397714</id><published>2010-06-09T05:03:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T05:03:55.248-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infotainment'/><title type='text'>Video Mesum|Luna Maya - Ariel|Cut Tari|Polisi Minta Keterangan|Free Downoad</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TA-BVe1qYwI/AAAAAAAAAQU/faN1luWTAc4/s1600/lunta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TA-BVe1qYwI/AAAAAAAAAQU/faN1luWTAc4/s200/lunta.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Video mesum yang terus beredar di tengah masyarakat yang diduga mirip artis &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/06/roy-suryo-kecam-pakar-itvideo-mesum.html"&gt;Luna Maya-Ariel&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Cut Tari&lt;/b&gt; makin diserbu banyak warga untuk didownload. Kalangan yang memburu video mesum tersebut bukan hanya dewasa tetapi remaja siswa SMP ikut berburu video mesum tersebut. Hal yang lebih parah lagi, malah anak-anak ingusan pada umur SD banyak mengoleksi video mesum tersebut melaui &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt; pribadi mereka.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkait dampak negatif yang terjadi, dalam waktu dekat polisi akan memanggil artis Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari untuk dimintai keterangan terkait maraknya peredaran video mesum mirip ketiga artis tersebut, sebagaimana yang dirilis oleh okezone.com (Rabu, 9 Juni 2010).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-484260305406397714?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/484260305406397714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=484260305406397714&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/484260305406397714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/484260305406397714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/06/video-mesumluna-maya-arielcut.html' title='Video Mesum|Luna Maya - Ariel|Cut Tari|Polisi Minta Keterangan|Free Downoad'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TA-BVe1qYwI/AAAAAAAAAQU/faN1luWTAc4/s72-c/lunta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-6517789283635441670</id><published>2010-06-08T05:02:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T05:05:47.928-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infotainment'/><title type='text'>Roy Suryo Kecam Pakar IT|Video Mesum Luna-Ariel|Artis Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TA4w7RYjDEI/AAAAAAAAAQM/0ECV6Jq0L9k/s1600/lunari.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TA4w7RYjDEI/AAAAAAAAAQM/0ECV6Jq0L9k/s320/lunari.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkait kemunculan kabar heboh di dunia maya dan yang juga telah menjadi buah bibir masyarakat mengenai keaslian video mesum yang diduga adalah Luna Maya dan pacarnya, Ariel, pakar telematika, Roy Suryo, didesak banyak media untuk segera membongkar keaslian adegan syur tersebut.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Roy Suryo, sebagai orang yang paling kerap diposisikan sebagai saksi ahli dalam hal-hal yang berurusan dengan teknologi, terutama menguak keaslian video dan photografi, akhirnya mengecam para pakar IT (&lt;i&gt;Information Technology&lt;/i&gt;) lain yang meyakini bahwa pelaku di video hot tersebut adalah benar pasangan selebritis Ariel dan Luna Maya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendapat para pakar IT yang lain tersebut justru disambut 'sumbang' oleh Roy Suryo. Pasalnya, menurut pria yang berprofesi sebagai anggota DPR RI ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa gambar tersebut asli Luna dan Ariel. Sehingga tidak bisa menghakimi keduanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya masih di Amsterdam sampai dengan 13 Juni, seharusnya yang mengaku-ngaku pakar IT tidak sembarangan menjustifikasi video mirip LM - A, kecuali sudah ada bukti-bukti ilmiah metadatanya," ujar pakat yang kerap mengomentari foto dan video hot artis ini, melalui pesan singkat kepada KapanLagi.com, Minggu (6/6).*** &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-6517789283635441670?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/6517789283635441670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=6517789283635441670&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/6517789283635441670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/6517789283635441670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/06/roy-suryo-kecam-pakar-itvideo-mesum.html' title='Roy Suryo Kecam Pakar IT|Video Mesum Luna-Ariel|Artis Indonesia'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TA4w7RYjDEI/AAAAAAAAAQM/0ECV6Jq0L9k/s72-c/lunari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-7671758661972288926</id><published>2010-06-04T07:31:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T08:37:53.286-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infotainment'/><title type='text'>UFO Terekam Di Langit Kendari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TAkOEgXzuiI/AAAAAAAAAP8/XDXU_ueFMsU/s1600/UFO.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TAkOEgXzuiI/AAAAAAAAAP8/XDXU_ueFMsU/s200/UFO.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah benda aneh mirip perangkat &lt;i&gt;speaker&lt;/i&gt; tertangkap oleh kamera seorang pelajar SMP di langit Kendari, Sulawesi Tenggara. Benda misterius yang diduga UFO atau benda terbang tidak dikenal tersebut terekam secara kebetulan oleh &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/06/ufo-terekam-di-langit-kendari.html"&gt;Fahlidar Adi Putra&lt;/a&gt; melalui kamera telepon genggamnya. Demikian seperti yang dilansir liputan6.com (4/6).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siswa kelas 9 SMP 9 Kendari ini mengaku merekam gambar ini kemarin siang sepulang sekolah. Fahlidar semula hanya berniat merekam matahari yang kebetulan sedang tampak bercincin atau ber-halo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Video singkat karya Fahlidar sempat menghebohkan Kendari. Sejumlah warga yang penasaran, Kamis (3/6) datang ke sekolah Fahlidar untuk menyaksikan secara langsung rekaman tersebut. Kini warga menunggu komentar pakar video tentang keaslian rekaman ini.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-7671758661972288926?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/7671758661972288926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=7671758661972288926&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/7671758661972288926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/7671758661972288926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/06/ufo-terekam-di-langit-kendari.html' title='UFO Terekam Di Langit Kendari'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TAkOEgXzuiI/AAAAAAAAAP8/XDXU_ueFMsU/s72-c/UFO.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-1303685803302492485</id><published>2010-06-01T04:42:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T04:57:29.528-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Kadis Pariwisata &amp; Kebudayaan Sulut Tidak Hafal Jumlah Etnis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TATxg0R8s7I/AAAAAAAAAP0/ZDJc0k4-rG4/s1600/hadi+ngamuk.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TATxg0R8s7I/AAAAAAAAAP0/ZDJc0k4-rG4/s320/hadi+ngamuk.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lucu juga hal yang diucapkan oleh Dr. F. B. Rotinsulu, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/06/kadis-pariwisata-kebudayaan-sulut-tidak.html"&gt;Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Sulawesi Utara&lt;/a&gt;, di sebuah acara Dialog Interaktif dan Workshop Sejarah yang digelar oleh Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Manado pada tanggal 1 Juni 2010.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejadian memalukan ini terjadi saat Rotinsulu didaulat sebagai pembicara pada acara tersebut. Sambil menutup makalahnya Rotinsulu mengajakkan semua peserta untuk menggali nilai budaya yang terdapat pada 3 etnis yang telah diketahui bersama yang terdapat di Sulawesi Utara, yaitu Minahasa, Bolang Mongondow, dan Sangihe.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Rahadih Gedoan&lt;/a&gt;, salah satu peserta dialog, langsung bereaksi kritis terhadap ucapan Rotinsulu dan menyayangkan kejadian tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya sangat prihatin jika seorang Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi tidak mengetahui jumlah etnis yang berada di Sulawesi Utara ini", ujar Hadi, panggilan akrabnya, pada sesi Tanya Jawab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelabakan akibat tanggapan peserta ini, Rotinsulu tergopoh-gopoh mengambil dan membacakan materi dari &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/alex-ulaen-nama-di-balik-nusa-utara.html"&gt;Alex Ulaen&lt;/a&gt;; sesama pemakalah. Spontan hal ini menimbulkan reaksi menggelikan dari peserta yang lain, hingga menimbulkan keriuhan sejenak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Gedoan, hal ini seyogyanya menjadi pelajaran bagi semua kepala instansi agar benar-benar peduli dan memahami kiprah instansi yang tengah dipimpin. Sebab urusan pengetahuan mengenai etnis-etnis yang berada di Sulut itu jelas bidang dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Tentu saja jumlah etnis bukan hanya 3 seperti yang disebutkan oleh Kadis tersebut, karena di Sulut masih terdapat juga etnis seperti Talaud, Cina, Arab, Gorontalo, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Pantasan saja kinerja dinas itu tidak jelas dan tidak berbobot, Kepala Dinasnya saja tidak tahu berapa jumlah etnis di Sulut", keluh Gedoan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/06/kadis-pariwisata-kebudayaan-sulut-tidak.html"&gt;Dialog Interaktif dan Workshop Sejarah&lt;/a&gt; yang mengusung tema "&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/06/kadis-pariwisata-kebudayaan-sulut-tidak.html"&gt;Menemukenali Nilai Budaya Lokal dalam Rangka Memperkuat Kepribadian dan Jatidiri Bangsa&lt;/a&gt;" ini dilaksanakan di aula &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/06/kadis-pariwisata-kebudayaan-sulut-tidak.html"&gt;BPSNT Manado&lt;/a&gt; pada pukul 10.00 wita sampai pukul 16.00 wita dan dihadiri oleh para siswa, mahasiswa, guru, dosen, pemerhati budaya, serta para pegawai pemerintah dari berbagai instansi terkait.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-1303685803302492485?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/1303685803302492485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=1303685803302492485&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/1303685803302492485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/1303685803302492485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/06/kadis-pariwisata-kebudayaan-sulut-tidak.html' title='Kadis Pariwisata &amp; Kebudayaan Sulut Tidak Hafal Jumlah Etnis'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TATxg0R8s7I/AAAAAAAAAP0/ZDJc0k4-rG4/s72-c/hadi+ngamuk.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-3537772528268977773</id><published>2010-05-28T20:48:00.000-07:00</published><updated>2010-06-07T08:37:07.128-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Pertarungan Lima Pasangan Cagub-Cawagub Sulut Dipastikan Ramai</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TACN0svy_2I/AAAAAAAAAPc/b8lY_zemD9U/s1600/pilkada4.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TACN0svy_2I/AAAAAAAAAPc/b8lY_zemD9U/s200/pilkada4.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasca penetapan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/pertarungan-lima-pasangan-cagub-cawagub.html"&gt;Cagub-Cawagub&lt;/a&gt; oleh KPU Sulawesi Utara tensi politik Sulawesi Utara dipastikan akan ramai dan meningkat. Kepastian ini diperoleh setelah pada batas akhir jadwal pendaftaran Cagub-Cawagub Sulut 27 Mei 2010 pukul 24.00 wita hanya diisi oleh lima pasangan kandidat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lima pasangan kandidat Cagub-Cawagub Sulut yang akan bersaing tersebut, antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Stevanus Vreke Runtu dan Marlina Moha Siahaan (Partai Golkar)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Vonny Aneke Panambunan dan Hendrik Manossoh (Partai Gabungan)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Ramoy Markus Luntungan dan Hamdi Paputungan (PDI-P)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Sinyo Harry Sarundajang dan Djouhari Kansil (Partai Demokrat dan PAN)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Elly Engelbert Lasut dan Henny Wullur (Partai Gabungan: 17 Parpol non parlemen)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ke lima pasangan itu selanjutnya akan diverifikasi keabsahan dukungan parpol dan kesiapan berkas oleh KPU sebelum ditetapkan melalui pleno khusus lembaga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dua Putra Nusa Utara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TACZSiBJd8I/AAAAAAAAAPk/5Y73uYbSKmg/s1600/kansil.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TACZSiBJd8I/AAAAAAAAAPk/5Y73uYbSKmg/s200/kansil.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kontelasi politik yang memperebutkan posisi eksekutif Sulut memunculkan dua nama yang berasal dari &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/sejarah-penamaan-nusa-utara.html"&gt;Nusa Utara&lt;/a&gt;, yaitu Djouhari Kansil dan Hendrik Manossoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sebuah sumber, pemunculan dua figur sebagai representasi masyarakat Nusa Utara jelas sangat merugikan dari segi kepentingan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TACZmeRwfCI/AAAAAAAAAPs/G6I7BTwJUhw/s1600/hendrik.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TACZmeRwfCI/AAAAAAAAAPs/G6I7BTwJUhw/s200/hendrik.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"Dua figur tersebut semata-mata jadi korban atau tumbal dari ketidakmatangan pertimbangan representasi Nusa Utara. Yang parah lagi posisi Hendrik Manossoh yang berpasangan dengan Vonny Panambunan merupakan &lt;i&gt;counter politic&lt;/i&gt; bagi Djouhari Kansil yang berpasangan dengan SHS. Pada akhirnya masyarakat Nusa Utara yang dirugikan", ujar sumber yang minta namanya tidak disebutkan.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-3537772528268977773?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/3537772528268977773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=3537772528268977773&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3537772528268977773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3537772528268977773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/05/pertarungan-lima-pasangan-cagub-cawagub.html' title='Pertarungan Lima Pasangan Cagub-Cawagub Sulut Dipastikan Ramai'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/TACN0svy_2I/AAAAAAAAAPc/b8lY_zemD9U/s72-c/pilkada4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-5920494869533488574</id><published>2010-05-24T09:42:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T22:12:37.289-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infotainment'/><title type='text'>MURI di Miangas Antisipasi Penyeludupan Narkoba (?)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_qrTT5PeMI/AAAAAAAAAMg/Q89MrTvN8Dw/s1600/Miangas-bendera-terpanjang01.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="135" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_qrTT5PeMI/AAAAAAAAAMg/Q89MrTvN8Dw/s200/Miangas-bendera-terpanjang01.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Seusai melakukan kegiatan Rangkaian Manusia Terbanyak dan Terpanjang Memegang Bendera Merah-Putih Keliling Pulau Miangas pada hari Sabtu (22/05), akhirnya berhasil mencatatkan hal tersebut sebagai rekor baru di Museum Rekor Indonesia (MURI). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan sebanyak 2000 orang partisipan, yang terdiri dari sebagian besar pelajar, mahasiswa, dan pemuda dari berbagai elemen. Para partisipan tersebut berbaur dengan masyarakat pulau Miangas, berjejer rapi memegang bendera merah putih sambil mengitari Pulau Miangas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seorang partisipan, Stevani Humena, seorang mahasiswa Fakultas Sastra Unsrat, mengatakan bahwa keterlibatannya pada acara ini jelas sangat menarik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Karena selain bisa menjejakkan kaki di pulau yang selama ini disebut-sebut sebagai Pulau Perbatasan, momentum ini juga bisa memperdalam semangat nasionalisme NKRI", papar lajang&amp;nbsp; yang murah senyum ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hal menarik dan menggelitik adalah hal yang diungkapkan oleh Benny Mamoto, pemprakarsa momen ini, bahwa kegiatan pemecahan rekor itu sebagai bentuk sosialisasi Badan Narkotika Nasional (BNN) sekaligus memberi perhatian kepada masyarakat Pulau Miangas sebagai garda terdepan mempertahankan NKRI, sebagaimana juga yang dirilis beritamanado.com (24/5).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kami harus memberikan perhatian khusus di setiap daerah perbatasan termasuk Miangas, daerah perbatasan adalah jalur rawan penyelundupan narkotika dan obat-obat terlarang, juga garda terdepan NKRI,” ujar Benny yang bertindak sebagai Ketua Panitia Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Indonesia tahun 2010.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ucapan Benny Mamoto tersebut membuat seorang ilmuwan dan mantan pejabat di Talaud, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/alex-ulaen-nama-di-balik-nusa-utara.html"&gt;Alex Ulaen&lt;/a&gt;, ikut angkat bicara. Menurut Ulaen, tidak tepat bila kegiatan di Miangas ini merupakan bagian sosialisasi Anti Narkoba karena Miangas jelas bukan daerah yang dijadikan rute penyeludupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;"Sebaiknya pelajari dulu daerah perbatasan secara seksama agar kegiatan ke depan tidak salah kaprah", tutup Ulaen sembari senyum.***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-5920494869533488574?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/5920494869533488574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=5920494869533488574&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/5920494869533488574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/5920494869533488574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/05/muri-di-miangas-antisipasi-penyeludupan.html' title='MURI di Miangas Antisipasi Penyeludupan Narkoba (?)'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_qrTT5PeMI/AAAAAAAAAMg/Q89MrTvN8Dw/s72-c/Miangas-bendera-terpanjang01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-7911782540863919079</id><published>2010-05-24T06:42:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T22:11:52.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Kita'/><title type='text'>Alex Ulaen, Nama Di balik Nusa Utara</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_p8Le_2gwI/AAAAAAAAAMY/-6Uf8Bd6KtU/s1600/alexu.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_p8Le_2gwI/AAAAAAAAAMY/-6Uf8Bd6KtU/s200/alexu.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/alex-ulaen-nama-di-balik-nusa-utara.html"&gt;Alex Ulaen&lt;/a&gt;, merupakan seorang antropolog handal asal Sulawesi Utara. Dia menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Antropologi, Fakultas Sastra Unsrat, pada awal tahun 1977; dan magister Sejarah Kebudayaan di Ecole des Hautes en Sciences Sociales, EHESS – Paris, di bawah bimbingan Prof. Denys Lombard (1983).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tahun 1986 dan 1989 menjadi Visiting Scholar di Sociology of Development Research Center – Universitas Bielefeld, Jerman, dalam rangka Proyek Social and Cultural Aspects of Development in North Sulawesi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian menjadi Visiting Research Fellow di Center for South East Asian Studies, Universitas Kyoto, Jepang (2001 – 2002). Telah menulis sejumlah artikel, bagian dari buku, dan buku, antara lain: Nusa Utara: Dari Lintasan Niaga ke Daerah Perbatasan yang diterbitkan oleh Pustaka Sinar Harapan Jakarta (2003). Selain bekerja sebagai pengajar di Fakultas Sastra Unsrat, Alex Ulaen aktif di Pusat Kajian Komunitas Adat dan Budaya Bahari Yayasan Marin-CRC Manado.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dialah ilmuwan yang tidak henti-hentinya memperkenalkan "Nusa Utara" sebagai identitas baru bagi kawasan Sangihe, Talaud, dan SITARO sejak tahun 1998 melalui tulisannya “Nusa Utara, Tepian Lintasan” dalam Supratikno Raharjo (ed.) Diskusi Ilmiah Bandar Jalur Sutra (Kumpulan Makalah Diskusi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagaimana yang telah dikemukakan pada tulisan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/sejarah-penamaan-nusa-utara.html"&gt;Sejarah Penamaan NUSA UTARA&lt;/a&gt; sebelumnya bahwa sebutan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/sejarah-penamaan-nusa-utara.html"&gt;Nusa Utara&lt;/a&gt; berawal dari  Belanda sebagai ‘&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/sejarah-penamaan-nusa-utara.html"&gt;noorder-einlanden&lt;/a&gt;’, pulau-pulau lebih Utara. Lazimnya istilah Belanda itu diterjemahkan, ‘Nusa Utara’. Buku Viersen tahun 1903 membenarkan hal ini: “Adapoen maka poelau-poelau Sangir dan Talaoet doedoek pada pihak Timoer laoet tanah Minahasa. Masa keperintahan Kompeni Hindia Nederland maka poelau-poelau itoe diseboet: Poelau-poelau yang doedoeknja lebih ke Utara”. Tetapi orang yang secara konsisten menyebut NUSA UTARA hanyalah Alex Ulaen saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; font-size: small;"&gt;Alex Ulaen banyak memotivasi generasi muda untuk menulis. Sebagai akademisi, salah satu yang pernah dikatakannya untuk memotivasi kaum muda untuk menulis adalah, "Pelajar dihormati karena ilmunya dan isi kepalanya".&lt;/span&gt;***&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;(Artikel Oleh : &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Rahadih Gedoan&lt;/a&gt;, Foto Oleh: &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Alfred Pontolondo&lt;/a&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-7911782540863919079?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/7911782540863919079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=7911782540863919079&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/7911782540863919079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/7911782540863919079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/05/alex-ulaen-nama-di-balik-nusa-utara.html' title='Alex Ulaen, Nama Di balik Nusa Utara'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_p8Le_2gwI/AAAAAAAAAMY/-6Uf8Bd6KtU/s72-c/alexu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-5560325030252858783</id><published>2010-05-17T23:41:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T22:13:41.979-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infotainment'/><title type='text'>Pesan Terakhir Dibalik Kematian Mama Lauren</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_I1wBEYSPI/AAAAAAAAALQ/DdgQFfuetco/s1600/9124_mama-laurent-daniel.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_I1wBEYSPI/AAAAAAAAALQ/DdgQFfuetco/s200/9124_mama-laurent-daniel.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kematian seorang &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/pesan-terakhir-dibalik-kematian-mama.html"&gt;paranormal&lt;/a&gt; kondang yang biasa kita kenal dengan nama sapaan Mama Lauren membuat kaget banyak kalangan. Paranormal berdarah Belanda ini telah meninggal dunia pada Senin (17/5) malam di RS Cikini Jakarta, sebagaimana yang dirilis KapanLagi.com tanggal 17 Mei. Sang paranormal ini meninggal akibat komplikasi beberapa penyakit (sakit asam urat, pencernaan, serta ada air di antara jantung dan paru-paru).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wanita lanjut usia itu meninggalkan seorang suami dan dua orang anak. Hendrik Julian Pasaribu, suami dari Mama Lauren spontan mengakui mengenai perasaannya yang hancur berkeping-keping atas kepergian sang istri.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Perasaan saya hancur berkeping-keping. Tapi kita semua sudah pasrah dan ini adalah kehendak Tuhan. Saya hanya bisa pasrah," ujar Hendrik saat ditemui di kediamannya di kompleks Cipinang Indah, Jalan Kaswari, Blok GG, No.2, Jakarta Timur, Selasa (18/5) dini hari.Hendrik menjelaskan jika istrinya itu masuk rumah sakit sejak hari Minggu (16/5) lalu. Kala itu, nafas Mama Lauren memang tersengal dan sesak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dia terakhir masuk ke RS PGI Cikini hari Minggu (16/5) kemarin dan terasa berat dan merasa sesak nafas, tapi Tuhan ternyata berkata lain. &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/pesan-terakhir-dibalik-kematian-mama.html"&gt;Mama Lauren meninggal&lt;/a&gt; karena komplikasi yang dideritanya. Dia terhitung terkena sakit asam urat, pencernaan, serta ada air di antara jantung dan paru-paru," ujar Hendrik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Mama Lauren sempat mengucapkan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/pesan-terakhir-dibalik-kematian-mama.html"&gt;pesan terakhir&lt;/a&gt; kepada suaminya. "Dia berpesan, Jaga lingkungan, karena lingkungan sudah semakin rusak. Politik, jangan serakah-serakah," pungkas Hendrik seraya meniru ucapan Mama Lauren.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-5560325030252858783?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/5560325030252858783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=5560325030252858783&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/5560325030252858783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/5560325030252858783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/05/pesan-terakhir-dibalik-kematian-mama.html' title='Pesan Terakhir Dibalik Kematian Mama Lauren'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_I1wBEYSPI/AAAAAAAAALQ/DdgQFfuetco/s72-c/9124_mama-laurent-daniel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-6092255367806059786</id><published>2010-05-15T05:46:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T20:09:45.873-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Budaya'/><title type='text'>500 TAHUN KEDATUAN SIAU, BENDERA KENANGAN YANG PATUT DIKIBARKAN</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Kedatuan (kerajaan) Siau, sebuah sistem pemerintahan komunal masa lampau yang berkedudukan di pulau Siau (02o 45’ 00’’ LU dan 125o 23’ 59’’ BT), pemimpin dari sistem ini digelari DATU – sebuah kosa kata bahasa Melayu Kuno. Didirikan oleh Lokongbanua (II) yang merupakan anak dari Pahawonsuluge dengan Hiabe Lombun Duata. Dia sekaligus didaulat menahkodai Kedatuan Siau pada tahun 1510.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Dalam berbagai catatan sejarah, kerajaan ini pernah memiliki bagian kerajaan yang meliputi bagian selatan Sangihe, pulau Tagulandang, pulau Kabaruan (Talaud), pulau-pulau teluk Manado (kerajaan Bawontehu), serta di wilayah pesisir jazirah Sulawesi Utara (Minahasa Utara), dan wilayah kerajaan Bolangitan atau &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;Kaidipang&lt;/a&gt; (Bolaang Mongondow Utara). Bahkan pernah melakukan ekspansi sampai ke wilayah Leok Buol dan Makassar demi mengejar armada laut kerajaan Makassar yang tengah menduduki Bolaang Mongondow.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Pada masa kepemimpinan Raja &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;Lokongbanua II&lt;/a&gt; ini (1510-1549), agama Katolik diperkenalkan di pulau Siau pada tahun 1516 melalui sebuah rombongan ekspedisi bangsa Portugis yang dipimpin oleh &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;Diego de Magelhaes&lt;/a&gt;. Rombongan ini menggelar ibadah misa Paskah di Kakuntungan, ibukota kerajaan waktu itu. Karena momen inilah Kakuntungan pada akhirnya lebih dikenal dengan nama barunya, Paseng.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Paseng bukan satu-satunya yang ditetapkan sebagai ibukota &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;kerajaan Siau&lt;/a&gt;. Karena tercatat juga antara lain Pehe, Ondong, dan Ulu (Hulu Siau) pernah menjadi ibukota dari kerajaan ini. Perpindahan ini disebabkan karena beberapa alasan, tapi yang terutama adalah alasan kondisi alam yang tidak memungkinkan akibat aktifitas gunung api aktif Karangetang.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Raja kedua adalah Raja &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;Posumah&lt;/a&gt;, yang memerintah sejak tahun mangkatnya Lokongbanua II; 1549 sampai 1587. Pada masa kepemimpinan raja inilah Katolik mendapat tempat bagi benih agama kerajaan. Raja Posumah dibaptis di sebuah sungai di Manado, lalu mendapat nama baptis Don Jeronimo atau yang juga dikenal dengan sapaan Hieronimus.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Kerajaan ini sempat mengalami kekosongan tampuk pemerintahan selama 4 tahun sejak mangkatnya Raja Posumah. Raja ketiga dipegang oleh Winsulangi atau yang dikenal dengan nama baptis &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;Don Jeronimo Winsulangi&lt;/a&gt; pada tahun 1591 sampai 1639 dengan pusat pemerintahan di Pehe. Di masa kepemimpinan raja ini diadakan sebuah perjanjian kerjasama keamanan dan perlindungan dengan gubernur Spanyol untuk wilayah Asia di Manila, Philipina pada tahun 1594. Sejak itu kerajaan Siau dijaga oleh Spanyol. Dua benteng pertahanan yang dirintis bangsa Portugis, Santa Rosa dan Gurita, berisi tentara Spanyol dan sekaligus menjadi tempat bermukimnya para pendeta Spanyol, Portugis dan Italia. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Siau yang hakikinya diperkenalkan oleh beberapa pihak sebagai sebuah kerajaan tunggal dengan pusat pemerintahan di pulau Siau ini ternyata bukan satu-satunya kerajaan di sana. Bahkan ironisnya, pada sebuah referensi kuno Winsulangi tercatat bukan sebagai datu di Siau tapi sebagai datu di Pehe, hanya sebagai salah satu kerajaan di pulau Siau. Raja Siau justru dipegang oleh Mohonise pada waktu itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Sebuah karya sastra lisan (bansil) wilayah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;Tabukan&lt;/a&gt;, sebagaimana yang sering dikutip banyak pihak, menyebutkan nama-nama kerajaan (yang diberi garis bawah) sekaligus raja-rajanya (ditebalkan hurufnya) yang pernah dikenal masyarakat Sangihe. Kutipan dari karya sastra khas bansil ini ditampilkan dalam ejaan asli van Ophuisen dikutip dari Peri  hal Kampongwezen dan Kampongbestuur dehoeloe dan sekarang dalam keradjaan Taboekan, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;Sem Dalope Paparang&lt;/a&gt;, 1927:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;“Soe Manaro  i Laloda, Soe Wenang i Donangbala, &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Soe Tahoelandang i Pako, Madolokang i Tamoengkoe.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Soe Siaoew i Mohonise, soe Pehe i Winsoelangi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Soe Tamako i Kakalang,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Soe Manganitu i Tolo, Mahoeboengan i Tompolioe,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Soe Tahoena  i Woentoeang, Malahasang i Poeloentoembage,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Soe Kalongan i Tatehe taoe maka Tehe woba,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Soe Kendahe i Hioeng, Malinkaheng i  Wagania,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Soe Talawide i Poeko, taoe Pepoekoliwoetang,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Soe Sawang i Rodoti, Welengang i Pontolawokang,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Soe Sahabe  i Matali ,  Sohowang i  Pangaloreloe&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Soe Tawoekang i  Hama, Rimpoelaeng i Woeateng&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Soe Loemaoege i Taboei, Kaloesada i Ratoengboba&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Soe Koema i Kolowoba&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Soe Koeloehe i Makakoeheting soe Pako Woelele&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Soe Manaloe i  Loemampoe Tonggentoelang i  Megenoe&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Soe Moade I Kansile Manoewo I Ongkedio”.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Namun demikian, Winsulangi merupakan pemimpin yang progresif. Pernah kehilangan tampuk kekuasaannya pada tahun 1614 ketika pusat kedatuan di Siau diduduki Belanda dan Ternate saat dia tengah memadamkan pemberontakan di Tagulandang. Tragedi pendudukan Belanda dan Ternate pada tahun 1614 ini mengakibatkan sebanyak 499 orang Siau ditangkap dan dibawa paksa ke Banda untuk menjadi pekerja pada perkebunan pala. Akibat kejadian pendudukan tersebut Winsulangi harus menyinggkir ke Manila bersama Putra Mahkota Kedatuan Siau, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;Batahi&lt;/a&gt;. Pada masa pengungsian ini Batahi memperoleh gelar akademis sebagai sarjana pada perguruan tinggi Jesuit di dalam benteng Intramuros Manila. Winsulangi beserta Batahi kembali merebut kedatuan dari tangan Belanda-Ternate pada tahun 1924 dengan partisipasi aktif dari Spanyol.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Di masa ‘damai’ hubungan dengan Spanyol ini banyak dari kalangan kedatuan/kerajaan yang berada di kawasan Nusa Utara telah mengecap pendidikan tinggi dengan gelar sarjana. Perguruan yang sering menjadi tujuan belajar antara lain Sekolah Katolik di Maluku, pendidikan tinggi Jesuit di Manila, dan Universitas Santo Thomas.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Anak dari &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;Winsulangi&lt;/a&gt;, Batahi, meneruskan tahta kedatuan ayahnya. Di masa pemerintahan Batahi inilah banyak fenomena yang terjadi berhubungan dengan berbagai aksi spektakuler dan kepahlawanan dari panglima perang &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;Hengkengnaung&lt;/a&gt;. Di antaranya seperti kisah yang ditulis oleh &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;H.B. Elias&lt;/a&gt; dalam buku &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;Sejarah Pergerakan Kebangsaan Indonesia di Siau&lt;/a&gt; (1973), dikatakannya:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;“…Kira-kira pada tahun 1640 maka pengawal di Timeno memberitahukan kepada Laksamana bahwa ada konvoi bajak laut Mindanao lewat berlayar ke Selatan. Laksamana Hengkeng U Naung pun segera menyiapkan perahunya dan mengikuti bajak laut itu dari belakang. Kejar punya kejar ternayata bajak laut itu memasuki teluk Kora-kora (kini) mendarat di sana dan naik menuju Tondano. Hengkeng U Naung pun tiba di tempat itu (di panatai Kora-kora). Penjaga perahu Mindanao ditumpas dan Hengkeng U Naung mengikuti gerakan pasukan Mindanao itu dari belakang. Tiba di perbatasan jalan antara Tomohon dan Tondano ternayata Mindanao sudah perlibat dalam prtempuran melawan pasukan Tomohon-Tondano dalam satu perkelahian yang sengit.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Setelah menaruh kirai akan terrain itu, Hengkeng U Naung memerintahkan pasukannya turut membantu Tomohon Tondano dalam perlawanan mereka terhadap serangan bajak laut Mindanao. Kalau sebelumnya ada kans bagi Mindanao keluar sebagai pemenang dari kancah pertempuran, tetapi dengan turut campurnya pasukan Angkatan Laut dari Kerajaan Siau, maka sudah tertentu akhirnya peperangan. Semua bajak laut Mindanao itu habis tertumpas tidak seorang yang tinggal hidup. Dan di atas mayat-mayat yang bergelimpangan itu menari bahu membahu pasukan-pasukan pemenang bersoraksorak teriakan kemenangan. Oleh mereka itu sebagai kenang-kenangan yang hidup akan kemenangan yang telah tercapai bersama tempat yang menjadi medan pertempuran itu dinamainya ‘&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;Kasuang&lt;/a&gt;’, artinya dalam bahasa Siau: mayat. Hengkeng U Naung spontan ditahan oleh kepala-kepala pasukan Minahasa (kepala balak-balak) untuk turut hadir dalam pesta kemenangan yang lantas diselenggarakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Dalam salah satu pidato yang diucapkan oleh wakil Minahasa dalam kesukaan yang tiada habis-habisnya itu ia berkata: bahwasanya sudah diputuskan dan diatur sebagai permohonan kepada pasukan dari Siau untuk menetap di Minahasa di mana saja suka mereka tinggal. Permohonan itu ditolak oleh Hengkeng U Naung, karena misinya belum selesai.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Sesudah mengadakan perembukan berhubung penolakan itu, maka hari esoknya kepala-kepala balak itu berkata: bahwa Minahasa sudah dibagi kepada &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;8 suku bangsa Minahasa&lt;/a&gt;, ada pulau yang tersisa di luar pembahagian maka biarlah pulau itu dihadiahkan kepada Hengkeng U Naung sebagai &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;tanda persahabatan yang abadi antara Siau dan Minahasa&lt;/a&gt;. Hadiah itu diterima oleh Hengkeng U Naung dan nanti dilaporkan kepada Baginda Raja Batahi…”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Kasuang sampai sekarang masih merupakan salah satu nama tempat di perbatasan Tomohon-Tondano. Menurut beberapa informasi, tombak ‘perjanjian damai’ Hengkengnaung ini masih tertancap di tempat semula.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;500 TAHUN BENDERA KENANGAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Tahun 2010 merupakan tahun yang ke-500 dari Kedatuan Siau sejak berdiri pada tahun 1510. Kedatuan ini hanya menyisahkan reruntuhan-reruntuhan kisah yang nyaris sulit diingat oleh generasi baru. Dalam skala keindonesiaan, momentum ini seyogyanya diperingati dalam kepentingan refleksi jati diri dan perjalanan sosial budaya, serta untuk menjembatani berbagai ingatan massal (&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html"&gt;sastra lisan&lt;/a&gt;) yang masih tersimpan secara tidak beraturan. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Sebagai catatan akhir, sejauh ini belum ada buku yang merunut kisah diaspora Siau ini secara komplit. Tulisan atau dokumentasi lainnya mengenai Siau selama ini hanyalah penggalan-penggalan kisah belaka yang berusaha disampaikan oleh para peneliti.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;“Pulau kecil yang memiliki cerita besar”. Barangkali ini adagium yang tepat untuk menutup tulisan ini, karena membicarakan Siau pada akhirnya akan berhadapan dengan ratusan bahkan ribuan halaman.&lt;b&gt;***&lt;i&gt;(Dari berbagai sumber)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-6092255367806059786?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/6092255367806059786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=6092255367806059786&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/6092255367806059786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/6092255367806059786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/05/500-tahun-kedatuan-siau-bendera.html' title='500 TAHUN KEDATUAN SIAU, BENDERA KENANGAN YANG PATUT DIKIBARKAN'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-2226775952223973707</id><published>2010-05-14T05:30:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T22:14:20.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koleksi Foto Antik'/><title type='text'>Woning van een radja te Beo op Poelau Karakelong op de Talaud-eilanden</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S-0-uWuJfqI/AAAAAAAAALI/TgmxaXI87Po/s1600/BB+Woning+van+een+radja+te+Beo+op+Poelau+Karakelong+op+de+Talaud-eilanden+1910.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S-0-uWuJfqI/AAAAAAAAALI/TgmxaXI87Po/s200/BB+Woning+van+een+radja+te+Beo+op+Poelau+Karakelong+op+de+Talaud-eilanden+1910.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Woning van een radja te Beo op Poelau Karakelong op de Talaud-eilanden 1910&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; atau diterjemahkan &lt;span class="short_text" id="result_box"&gt;&lt;span title=""&gt;"Rumah salah seorang &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/woning-van-een-radja-te-beo-op-poelau.html"&gt;Raja Beo&lt;/a&gt; di Pulau Karakelang Kepulauan Talaud 1910".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="short_text" id="result_box"&gt;&lt;span title=""&gt;Foto ini memberikan gambaran singkat terhadap bentuk rumah pada tahun 1910 di Talaud. Referensi ini membantu banyak pihak terutama pemerintah (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) serta para pemerhati budaya untuk mengenali salah satu &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/woning-van-een-radja-te-beo-op-poelau.html"&gt;bentuk rumah&lt;/a&gt; yang pernah ada di Talaud.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="short_text" id="result_box"&gt;&lt;span title=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="short_text" id="result_box"&gt;&lt;span title=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="short_text" id="result_box"&gt;&lt;span title=""&gt;Konstruksi rumah ini kemudian menjadi penting untuk dijadikan sebagai acuan bentuk rumah adat daerah karena rumah ini merupakan tempat raja. Dalam tata cara pemerintahan masa lalu di Talaud, "&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/woning-van-een-radja-te-beo-op-poelau.html"&gt;Datun Tampa - Datun Tampa&lt;/a&gt;" (Raja-raja Lokal) menggunakan rumah tinggal merangkap sebagai pusat pemerintahan.***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-2226775952223973707?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/2226775952223973707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=2226775952223973707&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2226775952223973707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2226775952223973707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/05/woning-van-een-radja-te-beo-op-poelau.html' title='Woning van een radja te Beo op Poelau Karakelong op de Talaud-eilanden'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S-0-uWuJfqI/AAAAAAAAALI/TgmxaXI87Po/s72-c/BB+Woning+van+een+radja+te+Beo+op+Poelau+Karakelong+op+de+Talaud-eilanden+1910.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-6908494492810182795</id><published>2010-05-12T22:50:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T22:15:01.666-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Kita'/><title type='text'>Iverdixon Tinungki, Syiar dan Syair Penyair</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S-uUusxEYZI/AAAAAAAAALA/1wIenQZCtng/s1600/17844_1181177860942_1573077913_30392978_8128340_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S-uUusxEYZI/AAAAAAAAALA/1wIenQZCtng/s200/17844_1181177860942_1573077913_30392978_8128340_n.jpg" width="131" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/iverdixon-tinungki-syiar-dan-syair.html"&gt;Iverdixon Tinungki&lt;/a&gt;, lahir di Manado, 10 Januari 1963. Merupakan seorang penyair dan jurnalis. Pernah menjadi pimpinan Sanggar Kreatif Manado, pembina kelompok Teater Sido, pelatih pada program Bengkel Sastra Balai Bahasa Sulut.  Kini ia menjabat sebagai salah seorang Ketua Dewan Seni Budaya Provinsi Sulawesi Utara, pembina Persatuan Artis Teater Sulut (Patsu), Wakil Ketua PWI Sulut, dan Pimpinan Redaksi Tabloid Zona Utara. Direktur Yayasan TagongGONG.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya-karyanya berupa puisi, cerpen, essai, dan drama bertebaran di berbagai Media cetak daerah dan nasional. Ia juga menulis Novel, skenario sinetron, dan menyutradarai teater. Puisi dan essainya pernah dimuat majalah Horison dan beberapa buku antologi bersama, di antara : antologi puisi Mimbar Penyair Abad 21, terbitan Balai Pustaka 1996. Antologi Puisi Dua Penyair Sulut diterbitkan Bengkel Seni Mandiri (1990). Antologi Puisi Sasambo,  diterbitkan Forum Komunikasi Seni Budaya Satal  (1989).  Antologi puisi Aceh, diterbitkan Balai Bahasa Medan (2004). Antalogi Duka Aceh Duka Kita, Yayasan TagongGONG (2004). Buku puisi tunggalnya di antaranya: Sakral,  Teater Alit Muara (1987). Surat-Surat Sunyi, Departemen IPAIT GMIM (1997). Di Tangan Angin, Sanggar Kreatif (2001). Sajak Terindah, terbitan Indi Yayasan TagongGONG (2004).   Antologi Drama Empat Nuansa, Taman Budaya Sulut (1996).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah diundang Dewan Kesenian Jakarta membacakan puisinya di Taman Ismail Marzuki 1996, dan di Galeri Cipta Budaya TIM 2003. Membacakan puisi-puisi di sejumlah kota dalam program SBSB majalah Horison bersama Taufik Ismail. Peserta pelatihan teater Rakyat Yakoma PGI di Bengkel Teater Rendra 1995.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia juga menjadi editor sejumlah buku puisi diantara: Puisi Guru, Balai Bahasa Provinsi Sulut 2005 dan Puisi Siswa, Balai Bahasa Provinsi Sulut 2006. Menjadi penulis dan editor buku: Delik Nedosa, Sebuah Kajian Hukum Adat Sangihe, atas permintaan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulut 2002.  Menjadi penulis dan editor buku Nazaret, sebuah sejarah Gereja, 2000. Menjadi pembicara di sejumlah seminar dan pelatihan seni dan kesastraan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;b&gt;Aku Laut, Aku Ombak&lt;/b&gt;" merupakan karyanya yang diterbitkan pada Oktober 2009 oleh penerbit Kutub, Jogjakarta, yang berisi 61 puisi. Beberapa buku yang sudah selesai dikerjakannya namun belum diterbitkan di antaranya: Kepas (Novel), Mencari Cibyl (Novel), Puisi Terpilih Iverdixon Tinungki (Puisi).■&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-6908494492810182795?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/6908494492810182795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=6908494492810182795&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/6908494492810182795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/6908494492810182795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/05/iverdixon-tinungki-syiar-dan-syair.html' title='Iverdixon Tinungki, Syiar dan Syair Penyair'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S-uUusxEYZI/AAAAAAAAALA/1wIenQZCtng/s72-c/17844_1181177860942_1573077913_30392978_8128340_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-4500218118954129163</id><published>2010-05-08T06:30:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T20:12:19.930-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Budaya'/><title type='text'>Sejarah Penamaan NUSA UTARA</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Nusa Utara adalah sebuah nama yang merujuk pada pulau-pulau di utara pulau Sulawesi (Celebes). Nusa Utara pada skala keindonesiaan kini terdiri dari tiga kabupaten, antara lain Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sebutan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/sejarah-penamaan-nusa-utara.html"&gt;Nusa Utara&lt;/a&gt; berawal dari  Belanda sebagai ‘&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/sejarah-penamaan-nusa-utara.html"&gt;noorder-einlanden&lt;/a&gt;’, pulau-pulau lebih Utara. Lazimnya istilah Belanda itu diterjemahkan, ‘Nusa Utara’. Buku Viersen tahun 1903 membenarkan hal ini: “Adapoen maka poelau-poelau Sangir dan Talaoet doedoek pada pihak Timoer laoet tanah Minahasa. Masa keperintahan Kompeni Hindia Nederland maka poelau-poelau itoe diseboet: Poelau-poelau yang doedoeknja lebih ke Utara”.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Istilah noorder-einlanden atau &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Nusa Utara&lt;/a&gt; ini terhitung sudah berusia lebih tiga abad. Kemunculannya dihubungkan dengan sebuah laporan ‘Het Journaal van Padtbrugge’s Reis naar Noord-Celebes en de Noorder-eilanden’ (Jurnal Perjalanan Padtbrugge Ke Sulawesi Utara dan Pulau-pulau Lebih Utara) mengenai perjalanan Gubernur VOC Maluku Padtbrugge 16 Agustus hingga 25 Desember 1677. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Namun istilah Nusa Utara sebagai kosa kata bahasa Indonesia sendiri baru digunakan oleh A. Maluega pada tahun 1972 dalam sebuah orasi ilmiah di Universitas Sam Ratulangi yang berjudul “Ikhtisar Perkembangan Kekuasaan Belanda di Kepulauan Nusa Utara”.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Konsistensi keilmuan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/alex-ulaen-nama-di-balik-nusa-utara.html"&gt;Alex Ulaen&lt;/a&gt;, DEA dalam penggunaan istilah ini sejak tahun 1998 membuatnya lebih dikenal sebagai ilmuwan yang mempopulerkan istilah Nusa Utara. Dimulai dari tulisannya yang berjudul “Nusa Utara, Tepian Lintasan” dalam Supratikno Raharjo (ed.) Diskusi Ilmiah Bandar Jalur Sutra (Kumpulan Makalah Diskusi). Buku Ulaen yang berjudul “&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/sejarah-penamaan-nusa-utara.html"&gt;Nusa Utara, Dari Lintasan Niaga ke Daerah Perbatasan&lt;/a&gt;” yang diterbitkan oleh Pustaka Sinar Harapan Indonesia pada tahun 2003 kian mempopulerkan istilah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang dikemukakan oleh Ulaen berkaitan dengan penamaan ini sangat mendasar. Saat masih dalam satu kabupaten; Sangihe Talaud, orang-orang di Siau sebagai contohnya enggan menyebut identitas sebagai orang Sangir (Sangihe). Pada akhirnya penamaan Nusa Utara tidak lebih sebagai sebuah identitas baru dan penanda geografis untuk sebuah wilayah kepulauan di bagian utara pulau Sulawesi.***&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(Artikel Oleh: Rahadih Gedoan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-4500218118954129163?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/4500218118954129163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=4500218118954129163&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/4500218118954129163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/4500218118954129163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/05/sejarah-penamaan-nusa-utara.html' title='Sejarah Penamaan NUSA UTARA'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-3134130821460251509</id><published>2010-05-07T20:16:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T20:14:56.137-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lowongan Kerja Cepat'/><title type='text'>Bisnis Uang di Internet</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bisnis Uang cepat di Internet ternyata gampang dan praktis. Misalnya dengan melihat Perkembangan Adsense di Indonesia ternyata sangat memudahkan untuk mencari uang tanpa modal. Berbagai cara yang digunakan para blogger mengusahakan menularkan kesempatan ini kepada banyak orang. Clik box Adsense di bawah judul artikel ini sebagai contohnya. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Selamat mencoba untuk meraup keuntungan Anda yang luar biasa dari Internet. Dapatkan berbagai informasi lengkap Anda mengenai Lowongan Kerja Cepat hanya di &amp;lt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/bisnis-uang-di-internet.html"&gt;www.nusautara.co.cc&lt;/a&gt;&amp;gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-3134130821460251509?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/3134130821460251509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=3134130821460251509&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3134130821460251509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3134130821460251509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/05/bisnis-uang-di-internet.html' title='Bisnis Uang di Internet'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-3492683148815197258</id><published>2010-04-29T08:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T20:14:38.070-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Unjuk Rasa Damai Dukung Pemeriksaan Korupsi Talaud</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MANADO. Hari ini (29/4) pemeriksaan perdana tersangka kasus korupsi SPPD yang bernilai 9,8 M atas nama dr. Elly E. Lasut oleh Kejati Sulut dimulai  pukul 9.00 – 18.00 wita. Sementara itu, sejumlah elemen masyarakat &lt;a href="http://www.blogger.com/publish-confirmation.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=3492683148815197258&amp;amp;timestamp=1272554367644&amp;amp;javascriptEnabled=true"&gt;Nusa Utara&lt;/a&gt; yang tergabung dalam “Gabungan Pemuda Mahasiswa dan Masyarakat Talaud” dan FORMAK (Forum Masyarakat Anti Korupsi) - &lt;a href="http://www.blogger.com/publish-confirmation.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=3492683148815197258&amp;amp;timestamp=1272554367644&amp;amp;javascriptEnabled=true"&gt;Musyawarah Masyarakat Talaud (MUKAT)&lt;/a&gt; melakukan unjuk rasa damai di halaman Kejati Sulut untuk mendukung penegakan supremasi hukum yang tengah berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Unjuk rasa ini digelar agar proses pemeriksaan dapat berjalan dengan lancar dan adil tanpa intervensi mafia hukum yang selama ini menghambat upaya penegakan hukum terutama pemberantasan korupsi di Talaud”, ungkap &lt;a href="http://www.blogger.com/publish-confirmation.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=3492683148815197258&amp;amp;timestamp=1272554367644&amp;amp;javascriptEnabled=true"&gt;Rolly Bental&lt;/a&gt;, salah satu pengunjuk rasa dari elemen MUKAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang murah senyum ini menambahkan bahwa MUKAT berharap agar upaya kejati ini bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik untuk kesejahteraan rakyat Talaud yang selama ini jauh dari harapan akibat korupsi yang dilakukan oleh oknum Bupati Talaud bersama kroni-kroninya. Di Talaud yang sejahtera adalah pejabatnya bukan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseriusan dalam memberikan dukungan bagi pengusutan berbagai penyimpangan di Kabupaten Kepulauan Talaud ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I Sulawesi Utara Musyawarah Masyarakat Talaud (MUKAT) dengan membentuk suatu tim khusus yang bertugas mengawal proses proses hukum yang dilakukan Kejati Sulut terhadap &lt;a href="http://www.blogger.com/publish-confirmation.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=3492683148815197258&amp;amp;timestamp=1272554367644&amp;amp;javascriptEnabled=true"&gt;kasus korupsi di Kabupaten Kepulauan Talaud&lt;/a&gt;. Tim ini juga melakukan investigasi atas kasus-kasus korupsi yang lain yang dilakukan oleh pejabat-pejabat di Talaud yang belum terungkap oleh aparat penegak hukum.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-3492683148815197258?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/3492683148815197258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=3492683148815197258&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3492683148815197258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3492683148815197258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/04/unjuk-rasa-damai-dukung-pemeriksaan.html' title='Unjuk Rasa Damai Dukung Pemeriksaan Korupsi Talaud'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-506343699690074541</id><published>2010-04-12T10:33:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T22:45:39.323-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infotainment'/><title type='text'>Malaria Menyerang Teroris Dirawat Polisi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="teroris indonesia muslim" border="0" height="100" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459308047497407858" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S8NbvpqDrXI/AAAAAAAAAK4/gZkolm4mDGk/s200/TEROR.jpg" style="float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 400px;" width="200" /&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Yusuf Arifin&lt;/a&gt; atau yang terkenal dengan nama samaran &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Rambo&lt;/a&gt;, salah satu jaringan terorisme yang terjaring sebuah razia aparat kepolisian belum lama ini mendapat perlakuan khusus berupa perawatan intensif di Rumah Sakit &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Brimob Daerah Sumut&lt;/a&gt; akibat menderita malaria.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Jaringan teroris&lt;/a&gt; yang berhasil dibekuk oleh satuan aparat kepolisian belum lama di Medan, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Sumatera Utara&lt;/a&gt;, tersebut ternyata pernah terlibat dalam beberapa aksi pengeboman yang pernah merebak di Jakarta. Informasi yang diperoleh pihak kepolisian dari mereka, ternyata pernah terlibat kontak senjata dengan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Tim Densus 88 Mabes Polri&lt;/a&gt; di wilayah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)&lt;/a&gt; beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan yang sangat meresahkan orang banyak ini ditangkap oleh pihak kepolisian saat melakukan patroli razia di kawasan jalan Sisingamangaraja, Minggu (11/4) sekitar pukul 00.30 WIB dini hari, sebagaimana yang dilansir &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;okezone.com&lt;/a&gt;. Polisi mencurigai sebuah mobil kijang bernomor polisi Aceh, BL 643 LH yang parkir di lokasi tersebut lalu mendekati mobil tersebut. Penumpang mobil tersebut justru terlihat panik dan berusaha melarikan diri. Bahkan, dua tersangka berhasil kabur dari kejaran petugas. Mereka adalah Daud, warga Bandar Lampung dan Ali, warga Aceh. Daud memiliki ciri-ciri berambut pendek dengan tinggi badan 165 cm serta berkulit sawo matang. Sedangkan Ali berbadan kurus tegap dengan tingi 165 cm juga, serta memakai baju kaos dan celana berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tersangka ini ditangkap oleh pihak kepolisian saat melakukan patroli razia di kawasan jalan Sisingamangaraja, Medan, Minggu (11/4) sekira pukul 00.30 WIB dinihari. Saat itu, petugas curiga dengan sebuah mobil kijang bernomor polisi Aceh, BL 643 LH yang parkir di lokasi tersebut. Ketika petugas mendekat, para tersangka itu pun berusaha melarikan diri. Bahkan, dua tersangka berhasil kabur dari kejaran petugas. Mereka adalah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Daud&lt;/a&gt;, warga &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Bandar Lampung&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Ali&lt;/a&gt;, warga &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Aceh&lt;/a&gt;. Daud memiliki ciri-ciri berambut pendek dengan tinggi badan 165 cm serta berkulit sawo matang. Sedangkan Ali berbadan kurus tegap dengan tingi 165 cm juga, serta memakai baju kaos dan celana berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beberapa di antara tersangka terlibat dalam sejumlah pengeboman di Jakarta dan kontak senjata dengan Tim Densus di Aceh," ujar Wakil Kepala Polda Sumut Brigjen Pol Syafruddin didampingi Kabid Humas Polda Sumut &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Kombes Pol Baharuddin Djafar&lt;/a&gt; dan Kapoltabes Medan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Kombes Pol Imam Margono&lt;/a&gt; kepada wartawan di Medan, Senin (12/4/2010). Dijelaskan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Brigjen Pol Syafruddin&lt;/a&gt;, tersangka &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Qomaruddin&lt;/a&gt; alias &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Abu Musa&lt;/a&gt; alias &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Mustaqim&lt;/a&gt; adalah pemimpin pelatihan teroris di Aceh. Alumni &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Akademi Militer Al-Jamaah Mindanao&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Filipina Selatan&lt;/a&gt; tahun 1998-2004 ini terlibat dalam adu tembak dengan Tim Densus di Lamkabue, Aceh Besar. Luka tembak yang dialami oleh Qomaruddin, diduga didapatkannya pada saat tembak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersangka &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Pandu Wicaksono&lt;/a&gt; alias &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Abu&lt;/a&gt; juga terlibat pelatihan teroris dan kontak senjata di Lamkabue, Aceh Besar. Selain itu, ia juga ikut menyembunyikan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Noordin M Top&lt;/a&gt; di Solo, jawa Tengah. Kemudian &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Bayu Seno&lt;/a&gt; alias &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Budi&lt;/a&gt; merupakan teroris yang merencanakan dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;merakit bom&lt;/a&gt; untuk &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;pengeboman&lt;/a&gt; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Komplek Jati Asih, Bekasi. Ia juga terlibat tembak dengan Tim Densus di Aceh. Selain itu, Bayu bersama Pandu juga merupakan perakit bom dalam kasus peledakan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Hotel JW Marriott&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Ritz Charlton&lt;/a&gt; di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersangka yang lain, Yusuf Arifin alias Rambo juga terlibat dalam pelatihan teroris dan kontak senjata di Aceh. Yusuf sendiri tidak dibawa ke Aceh dalam rombongan Tim Densus pagi tadi, karena dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Brimob Daerah Sumut akibat menderita malaria. Selanjutnya, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Ibrohim&lt;/a&gt; alias &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Deni&lt;/a&gt; merupakan residivis pelaku pengeboman Kedutaan Besar (Kedubes) Australia di Kuningan. Ia juga ikut dalam pelatihan teroris di Aceh sebagai pelatih, dan terlibat dalam kontak senjata dengan Tim Densus di Lamkabue, Aceh Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tersangka terakhir, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Jafar&lt;/a&gt; alias &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Lutfi&lt;/a&gt; alias &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Abu Musa&lt;/a&gt; juga terlibat dalam pengeboman Kedubes. Alumni &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Universitas Al-Mukmin Ngruki&lt;/a&gt;, Solo ini pernah mengikuti kursus militer di &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html"&gt;Yarmuk&lt;/a&gt; pada tahun 1999-2000, serta diketahui sebagai pencari dana untuk mendukung pelatihan teroris di Aceh. Pria ini bersama tersangka Yusuf Arifin merupakan orang dekat Noordin M Top.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-506343699690074541?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/506343699690074541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=506343699690074541&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/506343699690074541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/506343699690074541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/04/malaria-menyerang-teroris-dirawat.html' title='Malaria Menyerang Teroris Dirawat Polisi'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S8NbvpqDrXI/AAAAAAAAAK4/gZkolm4mDGk/s72-c/TEROR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-8492926540534874358</id><published>2010-04-10T20:47:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T22:43:59.467-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Infotainment'/><title type='text'>Sheila Marcia Tolak Dinikahi Anji 'Drive'</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/sheila-marcia-tolak-dinikahi-anji-drive.html" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="sheila bugil" border="0" height="200" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458723192851680642" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S8FH0oUcTYI/AAAAAAAAAKs/6t4x4NaH5nc/s200/sheila3dalem.jpg" style="float: left; height: 333px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 253px;" width="151" /&gt;&lt;/a&gt;Kasak-kusuk mengenai anak &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/sheila-marcia-tolak-dinikahi-anji-drive.html"&gt;Sheila Marcia&lt;/a&gt; masih tetap berlanjut dan semakin seru untuk diikuti oleh para penggemar Infotainment. Setelah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/sheila-marcia-tolak-dinikahi-anji-drive.html"&gt;Anji 'Drive'&lt;/a&gt; mengakui anak Sheila Marcia, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/sheila-marcia-tolak-dinikahi-anji-drive.html"&gt;Leticia Charlotte Agraciana Joseph&lt;/a&gt;, adalah anak biologisnya, namun pengakuan tersebut justru tidak mengubah keputusan Sheila untuk menjadi &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/sheila-marcia-tolak-dinikahi-anji-drive.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;single parent&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang dinyatakan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/sheila-marcia-tolak-dinikahi-anji-drive.html"&gt;Maria Joseph&lt;/a&gt;, ibunda Sheila, saat dimintai pendapat soal pegakuan Anji di tayangan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/sheila-marcia-tolak-dinikahi-anji-drive.html"&gt;Infotainment&lt;/a&gt;, Jumat (9/4/2010) sebagaimana yang rilis oleh &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/sheila-marcia-tolak-dinikahi-anji-drive.html"&gt;detik.com&lt;/a&gt;. Namun ia berterimakasih kepada Anji karena telah mengakui Leticia adalah hasil buah cintanya dengan Sheila.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setidaknya, Lanjut Maria, pengakuan vokalis Drive itu menegaskan kalau cucunya bukan anak simpanan, melainkan memiliki ayah yang jelas. "Tapi tidak merubah apa pun, Sheila tetap menjadi single parent," ujar Maria Joseph saat ditemui di kediamannya di &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/sheila-marcia-tolak-dinikahi-anji-drive.html"&gt;Jalan Pasok 2, Bintaro, Jakarta Selatan&lt;/a&gt;, Jumat (9/4/2010).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah Anji mengaku, Maria dan anaknya, Sheila tidak akan menuntut apa-apa dari Anji. Leticia akan dibesarkan oleh ibunya sendiri dan Maria, sebagai neneknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Kami tidak berhak (meminta apa pun), dia bukan siapa-siapa," ujar Maria.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk pengurusan akte kelahiran Leticia, Maria mengaku tidak ada masalah. Bahkan akte kelahiran bayi perempuan yang lahir pada 24 Februari 2010 di &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/sheila-marcia-tolak-dinikahi-anji-drive.html"&gt;RS Harapan Bunda&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/sheila-marcia-tolak-dinikahi-anji-drive.html"&gt;Pasar Rebo&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/sheila-marcia-tolak-dinikahi-anji-drive.html"&gt;Jakarta Timur&lt;/a&gt; itu sudah jadi. "Nama ayahnya kosong," tutur Maria.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-8492926540534874358?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/8492926540534874358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=8492926540534874358&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/8492926540534874358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/8492926540534874358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/04/sheila-marcia-tolak-dinikahi-anji-drive.html' title='Sheila Marcia Tolak Dinikahi Anji &apos;Drive&apos;'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S8FH0oUcTYI/AAAAAAAAAKs/6t4x4NaH5nc/s72-c/sheila3dalem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-6016713138708451400</id><published>2010-04-06T07:36:00.003-07:00</published><updated>2010-05-25T22:45:12.685-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Seni'/><title type='text'>Perry Rumengan Luncurkan 6 Buku Sekaligus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="150" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458147293849369458" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S788C5Wmu3I/AAAAAAAAAKk/GolExe2c1Tg/s200/100_1565.JPG" style="float: left; height: 300px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 400px;" width="200" /&gt;Nama lengkapnya &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/perry-rumengan-luncurkan-6-buku.html"&gt;Dr. Perry Rumengan, M.Sn&lt;/a&gt;, doktor lulusan UGM 1997 dengan predikat Cum Laude ini patut diacungi jempol. Pasalnya, ide-ide mengenai kebudayan lokal yang mengendap selama ini tiba-tiba tumpah ruah dalam bentuk buku sebanyak 6 judul yang diluncurkan di &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/perry-rumengan-luncurkan-6-buku.html"&gt;M-ICON Manado&lt;/a&gt; (Selasa, 6 April 2010).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Buku yang diluncurkan antara lain &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/perry-rumengan-luncurkan-6-buku.html"&gt;MUSIK GEREJAWI KONTEKSTUAL ETNIK&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/perry-rumengan-luncurkan-6-buku.html"&gt;MAENGKET : SENI TRADISI ORANG MINAHASA VOLUME I - II&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/perry-rumengan-luncurkan-6-buku.html"&gt;PERMAINAN TRADISIONAL ANAK SULAWESI UTARA&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/perry-rumengan-luncurkan-6-buku.html"&gt;INDONESIA CONTEMPORARY MUSIC VOLUME I - II&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/perry-rumengan-luncurkan-6-buku.html"&gt;HUBUNGAN FUNGSIONAL ASPEK MUSIKAL DAN ASPEK EKSTRAMUSIKAL VOLUME I - II&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/perry-rumengan-luncurkan-6-buku.html"&gt;MUSIK VOKAL ETNIK MINAHASA : TEORI, GRAMATIKA, DAN ESTETIKA&lt;/a&gt;. Keenam buku tersebut dicetak oleh KANISIUS Yogyakarta dan diterbitkan oleh PASCA SARJANA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA dan PANITIA &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/perry-rumengan-luncurkan-6-buku.html"&gt;KONGRES KEBUDAYAAN MINAHASA INDONESIA&lt;/a&gt; di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumengan, yang secara khusus mengulas &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/perry-rumengan-luncurkan-6-buku.html"&gt;kesenian dan kebudayaan Minahasa&lt;/a&gt; dalam 3 buku ini mengatakan bahwa paling tidak tulisannya tersebut merupakan bukti otentik dan ilmiah mengenai apa yang Minahasa telah capai dalam bidang kesenian dan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang berkoar-koar bahwa Minahasa punya kebudayaan ini punya kebudayaan itu tetapi tanpa bukti yang jelas. Buku-buku saya itu dihadirkan demi melengkapi kekosongan tersebut", ujar suami &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/perry-rumengan-luncurkan-6-buku.html"&gt;Dra. R.A. Dinar Sri Hartati, M.Sn&lt;/a&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara peluncuran yang dihadiri sekitar 100 orang ini diharapkan bisa memotivasi banyak orang untuk menulis dan mengkaji &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/perry-rumengan-luncurkan-6-buku.html"&gt;kebudayaan lokal&lt;/a&gt; mecara mendalam.***(Sumber foto: Jenry Koraag)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-6016713138708451400?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/6016713138708451400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=6016713138708451400&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/6016713138708451400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/6016713138708451400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/04/perry-rumengan-luncurkan-6-buku.html' title='Perry Rumengan Luncurkan 6 Buku Sekaligus'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S788C5Wmu3I/AAAAAAAAAKk/GolExe2c1Tg/s72-c/100_1565.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-2812005087977098147</id><published>2010-04-04T06:48:00.000-07:00</published><updated>2010-06-07T08:33:37.812-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Kita'/><title type='text'>Makaampo, Dari Rainis Menuju Puncak-puncak Medan Pertempuran</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_yVDhvaeyI/AAAAAAAAANQ/1k1EWUVNdpA/s1600/animasi+maka.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_yVDhvaeyI/AAAAAAAAANQ/1k1EWUVNdpA/s200/animasi+maka.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Makaampo&lt;/a&gt;,  lahir di sebuah kampung kecil di pulau &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Karakelang&lt;/a&gt;;  &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Rainis&lt;/a&gt;,  dari pasangan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Tangkuliwutan&lt;/a&gt;  dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Nabuisan&lt;/a&gt;.  Di masa kecil dia harus menelan kenyataan hidup yang pahit kala ayahnya dibunuh  oleh orang-orang &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Nanusa&lt;/a&gt;.  Kehilangan figur pelindung keluarga di usia belia tersebut berdampak pada  kehidupan sosial Makaampo. Tiap hari selalu mendapat cercaan dan olokan dari  teman-teman. Sampai suatu hari dia tidak lagi mampu menahan amarah saat ikan  hasil tangkapan yang akan disantap bersama ibunya dijarah oleh teman-teman.  Darah anak muda itu berdesir. Pedang peninggalan sang ayah yang tersimpan di  rumah tiba-tiba tergambar di benaknya. Maka, dengan amarah yang menyala-nyala  dia berlari pulang. Makaampo menyambar pedang bertuah ayahnya, berlari ke arah  sekelompok orang yang telah menjarah ikannya tersebut lalu membantai mereka satu  per satu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;Dua peristiwa yaitu saat ayahnya yang mati terbunuh  dan saat gangguan teman-teman yang berakhir dengan pembantaian, mengantarkan  Makaampo menuju ke berbagai kancah pertempuran sampai akhir hayatnya. &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Sastra  Lisan&lt;/a&gt; masyarakat &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/sejarah-penamaan-nusa-utara.html"&gt;Nusa  Utara&lt;/a&gt; merekam berbagai kejadian lanjutan seperti ajang balas dendam Makaampo  ke orang-orang Nanusa yang telah membunuh ayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;Makaampo, yang dikenal dengan nama lengkap &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Makaampo  Bawengehe&lt;/a&gt;, merupakan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;raja  pertama kerajaan&lt;/a&gt; atau kedatuan negeri &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Tabukan&lt;/a&gt;.  Dia memerintah selama 20 tahun (Tahun 1600 sampai tahun 1620). Makaampo memiliki  hubungan darah dengan Mindanao karena neneknya (dari ibu) &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Sarah  Maria&lt;/a&gt; yang berasal dari &lt;st1:place st="on"&gt;Mindanao&lt;/st1:place&gt;. Makaampo  terkenal sebagai seorang yang berperawakan besar dan pemberani. Dia pernah  terlibat dalam perkelahian dengan pamannya dan berhasil memenggal kepala  pamannya itu. Tetapi dia kemudian diburu oleh pihak keluarga dan orang-orang  dari Soa Tebe hingga membuat ia harus melarikan diri ke Talaud sebagai tempat  yang dianggap aman dari kejaran orang-orang. Di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ia bersembunyi di atas pohon &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Saļise&lt;/a&gt;  yang tinggi berdaun lebar, namun akhirnya juga ia ketahuan dan digadang ke &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Soa  Tebe&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;Makaampo dikenal juga sebagai seorang &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;&lt;i&gt;playboy&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;.  Ia membawa lari dua gadis kakak beradik untuk dijadikan istri. Ia dikejar dan ia  bersembunyi di lereng dekat kepundan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;gunung&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Awu&lt;/a&gt;.  Di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ada batu  besar menyerupai meja, ia tinggal di kolong batu itu. Ia merasa aman, karena  bila ada yang datang ia cukup mengelindingkan batu dan orang yang menghampirinya  akan kena batu itu. Sampai sekarang batu itu dinamai batu Makaampo. Konon, jika  batu itu terlempar ke laut maka laut akan bergelombang menimbulkan tsunami yang  akan menghamtam &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Kempar&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Tahuna&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Manganitu&lt;/a&gt;,  dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Tamako&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;Peristiwa yang paling penting dari semua cerita  mengenai Makaampo adalah tentang sebuah kejadian naas yang membuat dia akhir  harus menjemput ajal. Kejadian ini akibat pertikaian antar wilayah kedatuan.  Saat itu Makaampo sebagai ‘&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Datu&lt;/a&gt;’  atau raja di Tabukan yang tengah berselisih dengan kedatuan Siau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;Suatu malam terang yang disinari bulan purnama,  Makaampo pergi menangkap ikan di teluk &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Laine&lt;/a&gt;.  Tidak diduga-duga sepasukan musuh menyelinap dari arah laut menuju darat  menyerang Makaampo. Makaampo terkejut, walau ia tidak bersenjata ia melawannya.  Ikan tangkapannya diayun-ayunkan ke udara. Karena cahaya bulan ikan itu tampak  bagaikan pedang yang diayun-ayunkan, sehingga musuh takut dan melarikan diri.  Sayangnya, seorang budak Makaampo membocorkan rahasia kepada pihak musuh bahwa  bukanlah pedang yang di tangan Makaampo tetapi ikan belanak (ikan gare). Musuh  pun menyerang untuk kedua kalinya. Terjadilah perempuran, kejar mengejar dari  teluk Laine sampai ke teluk Peta. Di tanjung &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Lapepahe&lt;/a&gt;,  di muka &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Peta&lt;/a&gt;,  Makaampo terkepung dan tewas di tangan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Ambala&lt;/a&gt;,  seorang panglima perang Tamako yang membantu pasukan Siau. Musuh Makaampo adalah  pasukan Siau yang panglimanya adalah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Hengkeng  U Naung&lt;/a&gt;. Batu bekas sabetan Ambala membunuh Makaampo dinamai &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Batu  Weka&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;Peristiwa ini dikenang dalam nyanyian rakyat (&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;sasambo&lt;/a&gt;):  &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Pili i Ambala sarang batu weka, Hengkeng U Naung limuhum sebune, Nanentan  bara’ e gare, Pinahun tika menda”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Dalam Bahasa Indonesia artinya:  &lt;b&gt;Ditebas Ambala sampai batu belah, Hengkeng U Naung mengelilingi buihnya,  Mengangkat pedang ikan, yang dikiranya pedang sungguhan&lt;/b&gt;.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;Setelah pertempuran, kepala Makaampo dipisahkan  dari badannya dan dibawa dengan sorak-sorai kemenangan ke Siau oleh panglima  Hengkeng U Naung. Setelah itu seorang panglima Tabukan berusaha ke Siau untuk  mengambil kembali kepala Makaampo. Oleh sebab itu timbul lagi &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;nyanyian  rakyat&lt;/a&gt; (sasambo): &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Nebua’ bo’en Tabukan, benteng bo’en dingo’e, Tarai’  sarang Siau, memona’e Karangetang, Tarai’ mangala’ tembo’ masaghiwu’ etangulu,  Tembo’ i ratu Wawengehe’ tanggulu’ en Makaampo, Enae’ bawaeng saghenaung sarang  Moade i wentan balan Manuwo”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, yang artinya: &lt;b&gt;Berangkat dari Tabukan,  mengangkat kiriman, Pergi ke Siau, menuju Karangetang, Pergi mengambil kepala,  membawa tengkorak, Kepala raja Bawengehe, tengkoraknya Makaampo, untuk dibawa ke  Salurang (Moade) untuk dikubur di Manuwo&lt;/b&gt;. Usaha ini gagal karena panglima  Ambala membawa kepala tersebut ke Mengga’e dan menguburnya di Mengga’e yang  sekarang dikenal dengan nama &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Menggawa&lt;/a&gt;.  Peristiwa ini mengakibatkan hubungan Tabukan dan Siau menjadi  tegang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: justify;"&gt;Peristiwa pembunuhan Makaampo terjadi ketika &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Siau&lt;/a&gt;  berada di bawah pimpinan raja &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Winsulangi&lt;/a&gt;  (1612-1624). Peristiwa ini tidak lepas dari pergolakan politik.  Kerajaan-kerajaan di &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Sangihe&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Talaud&lt;/a&gt;,  yaitu Tabukan, Manganitu, Tahuna, Siau, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Tagulandang&lt;/a&gt;,  dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Kendar&lt;/a&gt;  saling memperluas kekuasaan, dengan saling berperang atau saling kawin mawin  antara raja-raja itu. Saat itu pengaruh luar pun sangat menentukan. Portugis,  Spanyol dan VOC (Belanda) saling merebut simpati raja-raja demi mendapatkan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;pala&lt;/a&gt;  dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;cengkeh&lt;/a&gt;  yang saat itu sangat mahal harganya. Di samping itu agama pun saling  berlomba-lomba. Katolik dibawa oleh Portugis dan Spanyol, Protestan oleh VOC  (Belanda), serta Islam oleh &lt;st1:place st="on"&gt;Mindanao&lt;/st1:place&gt; dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html"&gt;Ternate&lt;/a&gt;.&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;***(Disarikan dari berbagai  sumber, Ilustrasi oleh Ie Hadi G)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-2812005087977098147?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/2812005087977098147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=2812005087977098147&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2812005087977098147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2812005087977098147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/04/makaampo-dari-rainis-menuju-puncak.html' title='Makaampo, Dari Rainis Menuju Puncak-puncak Medan Pertempuran'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_yVDhvaeyI/AAAAAAAAANQ/1k1EWUVNdpA/s72-c/animasi+maka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-3948351174294488171</id><published>2010-03-30T03:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T20:17:14.329-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Budaya'/><title type='text'>Fosil Manusia 4000 Tahun Terbujur di Mega Mall Manado</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S7HToDUGSnI/AAAAAAAAAKM/tFnxuczRoPg/s1600/100_0990.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="fosil manusia purba 400 ratus tahun" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454373308760214130" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S7HToDUGSnI/AAAAAAAAAKM/tFnxuczRoPg/s400/100_0990.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 313px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 416px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/fosil-manusia-4000-tahun-terbujur-di.html"&gt;fosil manusia yang berumur 4000 tahun&lt;/a&gt;, kemarin (29/3), berhasil menyita perhatian banyak pengunjung di sekitar Atrium Mega Mall Manado. Beberapa tampak ketakutan, namun banyak juga yang cukup berani berfoto dekat barang bersejarah itu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal menarik ini merupakan pemandangan yang terlihat pada hari pertama sebuah pameran yang digelar Badan Arkeologi dan Benda Kepurbakalaan Departemen Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Sulawesi Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/fosil-manusia-4000-tahun-terbujur-di.html"&gt;Anthony Sondakh, SS&lt;/a&gt; yang bertugas pada kegiatan tersebut menjelaskan bahwa kerangka yang tampak masih utuh tersebut berasal dari situs sejarah Oluhuta, Bone Bolango, yang terletak di propinsi Gorontalo.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S7HVcVVedJI/AAAAAAAAAKU/OvdKqZTeGKA/s1600/100_1000.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="antropologi sulawesi utara" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454375306462655634" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S7HVcVVedJI/AAAAAAAAAKU/OvdKqZTeGKA/s400/100_1000.JPG" style="cursor: pointer; float: right; height: 266px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 354px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sekitar 4000 tahun yang lalu terjadi migrasi bangsa-bangsa penutur &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/fosil-manusia-4000-tahun-terbujur-di.html"&gt;Austronesia&lt;/a&gt; dari Asia ke Kepulauan Pasifik. Di antara mereka ada yang menetap di Sulawesi Utara dan di tempat-tempat lain sekitar Sulawesi Utara”, papar Sondakh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain fosil manusia tua tersebut, tampak berbagai foto serta benda-benda purbakala lain dari masa Megalitikum yang sengaja di pamerkan kepada khalayak sampai tanggal 3 April mendatang.***(Foto oleh &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/fosil-manusia-4000-tahun-terbujur-di.html"&gt;Jendry Koraag&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-3948351174294488171?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/3948351174294488171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=3948351174294488171&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3948351174294488171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3948351174294488171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/03/fosil-manusia-4000-tahun-terbujur-di.html' title='Fosil Manusia 4000 Tahun Terbujur di Mega Mall Manado'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S7HToDUGSnI/AAAAAAAAAKM/tFnxuczRoPg/s72-c/100_0990.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-4284508381740115728</id><published>2010-03-24T22:55:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T20:18:30.403-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Penolakan Tambang Pasir Besi Bukti Tidak Setuju Warga Talaud</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;Penambangan Pasir Besi yang dilakukan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;CV Anugerah Jaya&lt;/a&gt; di beberapa lokasi di Kabupaten Kepulauan Talaud telah mendapat penentangan sebelumnya oleh warga setempat. Sebagaimana yang dilaporkan oleh kontributor &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;www.nusautara.co.cc&lt;/a&gt; bahwa aksi massa yang digelar tanggal 25 Februari 2010 di kantor &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud&lt;/a&gt; merupakan bukti ketidaksetujuan warga Talaud terhadap aktivitas pertambangan yang bisa mengganggu stabilitas lingkungan hidup di bumi Porodisa. Aksi penolakan ini ditindaklanjuti dengan agenda Dengar Pendapat Terbuka dengan anggota DPRD Kab. Talaud serta Dinas Kehutanan dan Pertambangan (17 Maret 2010) .&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh masyarakat yang terlibat dalam serangkaian aksi penolakan eksplorasi penambangan pasir antara lain:  &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;Yustus Tuwongkesong&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;Paul Manoi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;Obrin Sarundaitan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;Edward Turangan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;Johanis Tuwongkesong&lt;/a&gt;, dan Karel Tamawiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan aksi penolakan (Jumat, 18 Maret 2010) mempersoalkan kedatangan kapal Tongkang ke teluk &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;Beo&lt;/a&gt; di depan base camp PT Anugerah Jaya Mulia di Kelurahan Beo jln. Trans Beo Essang. Warga yang melakukan aksi tersebut menuntut pembatalan penambangan pasir di Talaud dengan landasan UU no. 27 tahun 2007 tentang wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal Tongkang yang akan berfungsi sebagai alat pengangkut pasir pada hari Jumat 19 Maret 2010 telah bergerak dari &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;Melonguanne&lt;/a&gt; ke Beo, namun balik lagi karena ditolak oleh masyarakat Beo. Sekarang kapal tongkang itu berlindung di pulau &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;Sarra&lt;/a&gt;. Demi meredakan amarah warga pihak kepolisian setempat  (Selasa, 22 Maret 2010) akhirnya membuat jaminan bahwa kapal Tongkang tersebut tidak akan datang ke Beo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herannya, sekalipun telah mendapat penentangan dari warga, Pemkab Talaud tetap saja memberikan izin eksplorasi atas kekayaan alam &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;Porodisa&lt;/a&gt; tersebut. Malahan ada beberapa tokoh masyarakat yang mendukung penambangan tersebut, di antaranya adalah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;Johan Pangka&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;Jim Maatuil&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;John Essing&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;Abson Maengga&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html"&gt;Alex Riung&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-4284508381740115728?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/4284508381740115728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=4284508381740115728&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/4284508381740115728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/4284508381740115728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/03/penolakan-tambang-pasir-besi-bukti.html' title='Penolakan Tambang Pasir Besi Bukti Tidak Setuju Warga Talaud'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-3223581759697370685</id><published>2010-03-24T10:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T20:17:57.927-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Dasar Kekeliruan Penetapan Penambangan Pasir Besi Talaud</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;Menelisik kefatalan kinerja Pemkab Talaud yang digawangi oleh &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/pemkab-talaud-mesti-tutup-eksplorasi.html"&gt;Elly Lasut&lt;/a&gt; pada bencana &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;penambangan pasir besi&lt;/a&gt; di salah satu wilayah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Nusa Utara&lt;/a&gt; ini dimulai dengan proses antara lain:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Adanya Surat Perjanjian Kerja-sama antara Pemda kabupaten Kepulauan Talaud yang diwakili oleh Bupati &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Elly Lasut&lt;/a&gt; dengan direktur perusahaan Penambang yang waktu itu masih berbentuk CV dengan nama &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;CV. Anugerah Jaya&lt;/a&gt; yang diwakili oleh Direkturnya &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Donald Antonius Angouw&lt;/a&gt;, dengan nomor 255 tahun 2005 tertanggal 30 April 2005. Perusahaan tersebut beralamat di Jalan Tidar No. 74 Surabaya. Isi surat tersebut adalah bahwa pemda Talaud dan CV Anugerah Jaya sepakat melakukan kerjasama penambangan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/pemkab-talaud-mesti-tutup-eksplorasi.html"&gt;pasir besi&lt;/a&gt; di beberapa lokasi di pesisir kepulauan Talaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Surat Keputusan pemberian kuasa no. 255 tahun 2005 yang dikeluarkan oleh &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/pemkab-talaud-mesti-tutup-eksplorasi.html"&gt;Bupati Talaud&lt;/a&gt; dr. &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/dasar-kekeliruan-penetapan-penambangan.html"&gt;Elly  Lasut&lt;/a&gt; kepada CV Anugerah Jaya untuk melakukan eksplorasi terhadap lokasi-lokasi  antara lain: - Di kecamatan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Melonguanne&lt;/a&gt;, tepatnya di laut depan desa &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/dasar-kekeliruan-penetapan-penambangan.html"&gt;Tarun&lt;/a&gt; dengan luas 1.792 Ha. - Kecamatan Beo, tepatnya di depan teluk &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Beo&lt;/a&gt; dengan Luas sebesar 2.920 Ha. - Kecamatan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Essang&lt;/a&gt; di depan pantai &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Maririt&lt;/a&gt; dengan luas 2.645 Ha, serta di kecamatan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/dasar-kekeliruan-penetapan-penambangan.html"&gt;Tampannamma&lt;/a&gt; di depan desa &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/dasar-kekeliruan-penetapan-penambangan.html"&gt;Tuabatu&lt;/a&gt; dengan luas eksplorasi sebesar 1.899 Ha. adapun besar volume pertambangan adalah sebesar 1.920.000 meter kubik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Surat persetujuan Penanaman Modal dario Badan Koordinasi Penanaman Modal dengan no. 103/I/PMDN/2007, no. kode proyek: 1310-71-015783 tertanggal 19 Juni 2007 dan ditandatangani oleh sekretaris utama Yus'an. salah satu yang ditetapkan adalah waktu penyelesaian proyek adalah selama 36 bulan sejak surat di keluarkan; artinya seharusnya tahun 2010 ini proyek itu sudah tidak berjalan lagi alias surat persetujuan itu tidak berlaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perpanjangan izin pertambangan oleh bupati Talaud Elly Lasut kepada perusahaan penambang yang kini telah berubah menjadi &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/dasar-kekeliruan-penetapan-penambangan.html"&gt;PT Anugerah Jaya Mulia&lt;/a&gt;, dengan No.106 tahun 2007 tertanggal 21 Mei 2007 dengan masa perpanjangan selama 1 tahun. setelah itu tidak ada lagi pemberian perpanjangan izin sejak tahun 2008, artinya. seharusnya sejak tahun 2008 perusahaan tersebut ilegal berada di Talaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak adanya bukti bahwa perusahaan telah melakukan kajian analisis dampak lingkungan terhadap lokasi penambangan terutama yang dilakukan oleh instansi berwenang yaitu Balai Pengelolaan Lingkungan Hidup baik Propinsi maupun &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/dasar-kekeliruan-penetapan-penambangan.html"&gt;Kabupaten Kepulauan Talaud&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perusahaan melakukan sosialisasi pada awal bulan Januari 2010 bahwa akan diadakan eksplorasi tambang pasir besi. sosialisasi ini baru dilakukan setelah 5 tahun pemberian kuasa pertambangan dan telah ditandatanganinya surat kerja-sama antara pemerintah Talaud dan PT Anugerah Jaya Mulia. artinya selama ini masyarakat tidak tahu, sedangkan pemerintah melakukan kesepakatan secara sepihak tanpa melibatkan masyarakat. kemudian daftar hadir sosialisasi yang dihadiri oleh masyarakat Beo itu dimanipulasi sebagai tanda tangan persetujuan bahwa masyarakat Beo mendukung kegiatan pertambangan pasir di teluk Beo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Talaud yang dimotori oleh warga masyarakat kelurahan Beo kemudian melihat kejanggalan kejanggalan baik secara administratif maupun secara ekologis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Masyarakat tidak dilibatkan dalam penetapan lokasi pertambangan, tahu-tahu sudah ada kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Amdal yang tidak dilakukan baik oleh Perusahaan maupun oleh Pemda Talaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Dengan membandingkan penggunaan pasir darat oleh masyarakat yang hanya beberapa ribu kubik saja tapi sudah bisa mengakibatkan kerusakan dan abrasi pantai, maka masyarakat yakin bahwa pengerukan 1jutaan meter kubik pasir besi dari dasar laut Talaud akan mengakibatkan abrasi besar yang pada akhirnya akan menggerus desa-desa nelayan di pesisir pulau Karakelang seperti Desa &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/dasar-kekeliruan-penetapan-penambangan.html"&gt;Bantik Nungin&lt;/a&gt;, desa &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/dasar-kekeliruan-penetapan-penambangan.html"&gt;Bowone&lt;/a&gt;, perkampungan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/dasar-kekeliruan-penetapan-penambangan.html"&gt;Maririt&lt;/a&gt;, desa &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/dasar-kekeliruan-penetapan-penambangan.html"&gt;Tarun&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/dasar-kekeliruan-penetapan-penambangan.html"&gt;Sawang Binalang&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/dasar-kekeliruan-penetapan-penambangan.html"&gt;Tuabatu&lt;/a&gt;. Bukan hanya akan terjadi abrasi, tetapi lingkungan laut yang merupakan tempat pencaharian masyarakat Talaud yang berprofesi sebagai nelayan jelas akan rusak di mana tempat hidup ikan akan diobok-obok dan baru akan kembali pada kondisi semula setelah puluhan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Proses penambangan itu secara administratif melanggar beberapa peraturan dan perundangan di negara Indonesia di antaranya: &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/dasar-kekeliruan-penetapan-penambangan.html"&gt;Permen LH No. 8 tahun 2006&lt;/a&gt; tentang penyusunan Amdal; Kepmen LH No28&amp;amp;29 tahun 2003, Kepmen LH No.13 tahun 1995 , Kepmen LH. No 110 tahun 1998 tentang larangan tentang produksi dan perdagangan bahan perusak lingkungan; Kepmen LH. no.37/2003 tentang air permukaan; UU No. 27 tahun 2007 tentang pesisir dan pulau-pulau kecil.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-3223581759697370685?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/3223581759697370685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=3223581759697370685&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3223581759697370685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3223581759697370685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/03/dasar-kekeliruan-penetapan-penambangan.html' title='Dasar Kekeliruan Penetapan Penambangan Pasir Besi Talaud'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-6197705912829738376</id><published>2010-03-23T06:58:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T20:30:17.085-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>PEMKAB TALAUD MESTI TUTUP EKSPLORASI PASIR BESI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Sangat disesalkan sikap Pemkab Talaud yang memberikan izin kepada pihak perusahaan penambang &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;pasir besi&lt;/a&gt; di Pulau Karakelang.  Aktifitas penambangan yang  tengah berlangsung di kampung &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Maririt&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Tuabatu&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Tarun&lt;/a&gt; ini diduga sarat dengan permainan serta tidak sesuai prosedur perizinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Parahnya lagi penambangan pasir besi yang telah mendapat &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;penolakan dari warga-warga&lt;/a&gt; di setiap kampung tersebut ternyata tidak dilengkapi dokumen penambangan semisal kajian &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Galian itu belum ada kajian &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;AMDAL&lt;/a&gt;. Namun, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Pemkab Talaud&lt;/a&gt; sudah memberi izin penggalian pasir besi, data itu diambil dari mana ?”, kata Kepala &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Balai Lingkungan Hidup &lt;/a&gt;(BLH) Sulut &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Ir. Boy Tamon&lt;/a&gt; sebagaimana yang dirilis koran Swara Kita (1/3) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamon  menambahkan bahwa setiap rapat dan undangan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Pemprov Sulut&lt;/a&gt; menyangkut kajian lingkungan para pengelolah atau pengusaha yang melakukan penggalian pasir besi malah tak menampakkan batang hidungnya di &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;BLH Sulut&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selama ini belum ada pihak pemegang proyek yang ikut rapat ketika diundang ke Pemprov. Hingga kini, kami masih menunggu kajian dari tim yang ada di lokasi apakah ada penggalian yang menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan atau tidak. Dan bila ditemukan ada penyimpangan maka Pemrpov akan akan melakukan pembinaan awal,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada kesempatan sebelumnya Gubernur Sulut &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;S.H. Sarundajang telah mengancam&lt;/a&gt; untuk meng&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;hentikan aktifitas penyedotan pasir laut&lt;/a&gt;, karena memang dinilai bakal berdampak buruk bagi lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikhawatirkan penyedotan pasir laut ini dapat bisa menimbulkan abrasi pantai dan  daratan pulau &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Karakelang&lt;/a&gt; serta membawa dampak ancaman yang lebih luas lagi bagi ekosistem dan keseimbangan alam di kawasan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Nusa Utara&lt;/a&gt;.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-6197705912829738376?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/6197705912829738376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=6197705912829738376&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/6197705912829738376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/6197705912829738376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/03/pemkab-talaud-mesti-tutup-eksplorasi.html' title='PEMKAB TALAUD MESTI TUTUP EKSPLORASI PASIR BESI'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-125992838593896792</id><published>2010-03-17T09:54:00.000-07:00</published><updated>2010-06-07T08:33:23.854-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syair Lagu Nusa Utara'/><title type='text'>SAKAENG SU TAGHAĻOANG</title><content type='html'>Syair lagu Sakaeng Su Taghaloang ini merupakan sebuah syair lagu rakyat di &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/05/sejarah-penamaan-nusa-utara.html"&gt;Nusa Utara&lt;/a&gt; yang sering dinyanyikan sebagai bentuk hasil kebudayaan bahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2010/03/sakaeng-su-taghaloang.html"&gt;SAKAENG SU TAGHAĻOANG&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MASASENGGO MAPIA&lt;br /&gt;NANGKODANE KAI I TUANG&lt;br /&gt;API SU TAKAGHIA&lt;br /&gt;MANING SELIHE MAIHA&lt;br /&gt;BELADE GAGHUWA&lt;br /&gt;I KAMI TAWE MATAKU&lt;br /&gt;NANGKODANE MAWU&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANEHA SU PAĻAĻAHENG&lt;br /&gt;NIMAWENG U MAWU&lt;br /&gt;TATIALA PATINDAENG&lt;br /&gt;KAI KURUIS U MAWU&lt;br /&gt;I SAI MEDEDEA KELUNG&lt;br /&gt;MEDEDEA SIRUNG&lt;br /&gt;SELUNG SU BANEHA ENE&lt;br /&gt;MALINDUNG-LINDUNG SENE.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-125992838593896792?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/125992838593896792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=125992838593896792&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/125992838593896792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/125992838593896792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/03/sakaeng-su-taghaloang.html' title='SAKAENG SU TAGHAĻOANG'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-109974715573856324</id><published>2010-03-08T02:19:00.000-08:00</published><updated>2010-05-25T20:33:25.471-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Budaya'/><title type='text'>Goa Totombatu : Kuburan Sebuah Jejak Sejarah Talaud</title><content type='html'>&lt;img alt="nusa utara sejarah talaud gua totombatu" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209139680415810" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S5TSW3cjEEI/AAAAAAAAAJ0/bplF6y5Ua9U/s400/totombatu4.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 400px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 300px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Goa Totombatu&lt;/a&gt; merupakan sebuah goa batu unik berisi kumpulan tengkorak manusia, berada di bibir pantai di ujung selatan desa &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Tarohan&lt;/a&gt;, Pulau &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Karakelang&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Kabupaten Kepulauan Talaud&lt;/a&gt;. Gua ini berada di atas sebuah bukit batu kecil setinggi kurang lebih 8 meter, yang menjorok ke arah laut sejauh lima puluh meter. Hal menarik dari tempat ini adalah struktur batu yang membentuk gua ini sangat beragam, yaitu terdiri dari bebatuan karang, batuan kapur dan batu-batu tua yang penuh retakan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara gugusan yang menjorok itu terdapat cekungan-cekungan membentuk gua yang beberapa di antaranya membentuk lobang besar, sehingga bisa dilalui oleh lebih dari satu tubuh manusia. Di bagian atas struktur bukit batu itu ditumbuhi berbagai pepohonan dan perdu khas daerah pantai. Pada salah satu kumpulan perdu rimbun di puncak bukit batu itulah terdapat gua yang menyimpan 33 tengkorak kepala dan tulang-belulang manusia. Dari tempat ini kita bisa melihat pulau &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Salibabu&lt;/a&gt;, pulau &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Nusa&lt;/a&gt; di tanjung &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Lobo&lt;/a&gt; dan cekungan pelabuhan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Beo&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konon, menurut tuturan penduduk setempat, dahulu kala terdapat sebuah dataran tinggi bernama &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Tarapahan&lt;/a&gt;, yang artinya gunung sembilan. Di gunung inilah diyakini oleh masyarakat desa Tarohan sebagai asal muasal suku bangsa Talaud. Namun belum ada cerita pasti yang mencoba menjelaskan tentang keberadaan kumpulan masyarakat di dataran Tarapahan ini. Ada yang menyatakan bahwa kumpulan masyarakat itu merupakan masyarakat migran dari pulau &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Mangindano&lt;/a&gt;, atau &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Mindanao&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Filipina&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejumlah informasi yang pernah dirangkum &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Alfred Pontolondo&lt;/a&gt; (21/12/2006) dari beberapa tetua kampung Tarohan (&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Ayub Taengaten&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Maramin Tumpil&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Yosias Muhat&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Mateos Mangule&lt;/a&gt;) mengatakan bahwa orang-orang pertama yang menghuni Totombatu merupakan generasi kesekian dari penghuni &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Tarapahan&lt;/a&gt; yang turun ke Totombatu untuk memulai kehidupan baru sebagai nelayan kira-kira 700 tahun yang lampau. &lt;img alt="nusa utara sastra talaud" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446209864748774802" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S5TTBEiUNZI/AAAAAAAAAJ8/JKtzILFZ_HE/s400/totom2.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 300px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 400px;" /&gt;Mereka adalah tiga orang kakak-beradik &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Alambera&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Puasa&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Papaulla&lt;/a&gt; di tambah dengan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Tatuhe&lt;/a&gt;, seorang nelayan pendatang dari Mindanao yang bertubuh raksasa. Bersama istri masing-masing yang berasal dari kampung-kampung di sekitar Tarohan, mereka kemudian beranak-pinak dan membentuk perkampungan kecil di kawasan Totombatu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat salah satu anggota dari kumpulan masyarakat itu meninggal dunia, mereka yang masih hidup kemudian mengambil kepalanya, diletakkan di atas sebuah piring keramik atau guci dan kemudian diletakkan di dalam goa batu yang ada di atas bukit batu yang berada di bibir pantai kawasan Totombatu. Cara peletakan piringpun berbeda-beda, untuk tokoh masyarakat, piring berjumlah tiga buah dan diletakkan masing-masing di bawah tengkorak kepala, di bawah tulang panggul, serta di bawah tulang kaki. Sedang untuk masyarakat biasa piring hanya satu dan hanya menjadi tempat meletakkan kepala saja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taengetan menambahkan, jumlah tengkorak kepala dan tulang belulang yang ada di dalam goa batu itu lebih dari 100 buah. Ini berarti ada 100 lebih leluhur yang mati dan kepalanya diambil untuk diletakkan di goa batu. Salah satu dari sejumlah besar tengkorak itu berdiameter hampir 50 cm yang diyakini milik Tatuhe. Namun saat Pontolondo mengunjungi gua tersebut hanya menjumpai sekitar 33 tengkorak saja dan tidak ditemuka tengkorak raksasa milik Tatuhe sebagaimana yang diceritakan penduduk setempat. Satu hal yang menunjukkan tentang keberadaan tengkorak raksasa Tatuhe adalah adanya ruas-ruas tulang betis dan paha manusia yang memiliki ukuran sekitar 15 cm lebih panjang dari ruas ukuran normal tulang betis dan paha manusia Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diceritakan bahwa tulang-tulang itu hilang dari gua karena dicuri orang, dan yang paling besar terjadi di paruh tahun 1960-an ketika ada sekelompok orang yang mengaku berasal dari Belanda yang kemudian mengangkut sejumlah benda termasuk sebuah guci besar yang berisi tengkorak raksasa. Guci dan barang-barang peninggalan itu menurut Taengetan kemudian di bawa menuju negeri Belanda dan hingga kini tidak ada informasi lagi yang menjelaskan keberadaan sejumlah benda yang dicuri itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena sempitnya kawasan hunian, penduduk Totombatu dalam kurun waktu 300 tahun berikutnya sejak kedatangan mereka dari dataran tinggi Tarapahan kemudian menyebar ke kampung-kampung di pesisir Karakelang. Sedangkan sebagian besar yang masih tertinggal kemudian berpindah ke arah utara, tepatnya di ujung selatan kampung Tarohan saat ini, yang dikenal dengan bahasa sastranya sebagai &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maninggungkota&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Pada pertengahan abad 19, penduduk yang berada di Maninggungkota kemudian berpindah lagi ke dataran yang lebih luas di sebelah utara  hingga kini dan di sebut kampung Tarohan. Disebut Tarohan karena berada diantara dua sungai. Namun ada versi berbeda tentang nama Tarohan yang membuka cerita perlawanan rakyat Tarohan kepada Belanda. Dikatakan bahwa Tarohan berasal dari bahasa Melayu “Taruhan”. Yaitu kampung yang menjadi taruhan antara &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Mangenti&lt;/a&gt;, raja Tarohan dengan penguasa Kolonial Belanda yang saat itu datang dari arah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Melonguanne&lt;/a&gt; dan yang bermaksud mengambil alih kampung Tarohan. Taruhannya adalah, apabila raja Mangenti tidak dapat memindahkan rakyatnya dari Maninggungkota dalam kurun waktu empat bulan maka Tarohan akan diambil oleh Belanda. Akan tetapi raja Mangenti bersama rakyatnya membangun Tarohan, baik rumah maupun benteng yang mengelilingi Tarohan hanya dalam waktu 40 hari 40 malam.  &lt;img alt="nusa utara sangihe talaud sitaro" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446210899810599954" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S5TT9UcSRBI/AAAAAAAAAKE/UaOT7zvPTZw/s400/totom3.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 300px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 400px;" /&gt;Tarohan pun bisa bebas untuk sementara dari tangan Belanda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penerus raja Mangenti yaitu raja &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Endang Mentiri&lt;/a&gt; mengikuti jejak pendahulunya untuk tidak berkompromi dengan Belanda. Ia tidak mau kerajaanya menjadi bagian dari kolonial Belanda. Maka pemerintah kolonial kemudian mengambil langkah dengan membawa beberapa pasukan dan serdadunya untuk langsung menangkap raja Endang. Setelah satu masa persembunyiannya dari pihak Belanda, raja &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Endang&lt;/a&gt; kemudian tertangkap di hutan dekat dataran Tarapahan setelah Belanda membujuk ipar raja Endang, yaitu saudara lelaki istrinya untuk menunjukkan persembunyian raja Endang. Akhirnya ia dibuang ke pulau Babi, yaitu salah satu pulau berdekatan dengan pulau Nusakambangan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan satu cara yang tidak di ketahui oleh rakyatnya, raja Endang akhirnya dapat meloloskan diri dari &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;pulau Babi&lt;/a&gt; dan kembali ke Tarohan. Sesampainya di Tarohan ia kemudian segera menyerahkan tampuk kekuasaannya ke tangan raja &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Harun Sarendeng&lt;/a&gt; dan ia kemudian mengubah namanya menjadi &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Mangule&lt;/a&gt;. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan penyerangan Belanda yang dipimpin &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Tukunan&lt;/a&gt; atas &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Arangka’a&lt;/a&gt; yang dipimpin oleh raja &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Larenggam&lt;/a&gt; di tahun 1893.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan bergulirnya waktu, Tarohan pun ikut berubah, benteng yang mengelilingi  kampung yang dulunya merupakan kota kerajaan kemudian runtuh oleh gempa bumi di tahun 1936 dan disusul tahun 1971. Sementara beberapa &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;senjata kuno&lt;/a&gt; hasil peninggalan dari jaman Belanda kini mulai rusak oleh karat, dan disimpan di rumah penduduk setempat. Pada akhirnya sejarah Tarohan, cerita Tarapahan dan Totombatu hanya tersimpan dalam benak para &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;tetua adat&lt;/a&gt; dan nyaris hilang bila tidak ada dokumentasi dan kepedulian dari generasi muda Tarohan, pemerintah Talaud maupun masyarakat &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;pecinta budaya&lt;/a&gt; di Talaud. Semoga saja kekuatiran ini tidak terjadi, dan cerita tentang Tarapahan, sejarah Tarohan maupun keberadaan Totombatu yang unik dapat dipertahankan dari generasi ke generasi.***&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Sumber Foto : Alfred Pontolondo)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-109974715573856324?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/109974715573856324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=109974715573856324&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/109974715573856324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/109974715573856324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/03/goa-totombatu-kuburan-sebuah-jejak.html' title='Goa Totombatu : Kuburan Sebuah Jejak Sejarah Talaud'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S5TSW3cjEEI/AAAAAAAAAJ0/bplF6y5Ua9U/s72-c/totombatu4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-4423758407964397312</id><published>2010-03-06T04:05:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T02:56:49.197-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Badai Matahari Akan Terjadi Pada 2012 - 2015</title><content type='html'>&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S5JFncHVTkI/AAAAAAAAAJk/PhbOMd_G1VY/s400/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445491443308514882" border="0" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah mengenai malapetaka yang dikisahkan dalam film '2012' mengenai akan terjadinya badai matahari yang menghancurkan kehidupan manusia ternyata bukan isapan jempol belaka. Badai yang akrab dikenal dengan sebutan Flare ini diperkirakan akan terjadi antara tahun 2012-2015. Namun, menurut Lapan Elly Kuntjahyowati hal itu tak serta merta melenyapkan peradaban umat manusia dan dunia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lapan, sebagaimana rilis yang diterima detikcom, Kamis (4/3/2010) memperkirakan puncak aktivitas matahari akan terjadi antara 2012 hingga 2015. Pada puncak siklusnya, aktivitas matahari akan tinggi dan terjadi badai matahari. Flare tersebut, imbuhnya, merupakan salah satu aktivitas matahari selain medan magnet, bintik matahari, lontaran massa korona, angin surya dan partikel energetik. Ledakan-ledakan matahari itu, bisa sampai ke bumi. Namun, Flare yang diperkirakan akan terjadi itu tak akan langsung membuat dunia hancur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Masyarakat banyak yang menghubungkan antara badai matahari dengan isu kiamat 2012 dari ramalan Suku Maya. Ternyata dari hasil pengamatan Lapan, badai matahari tidak akan langsung menghancurkan peradaban dunia," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Efek badai tersebut, lanjut dia, yang paling utama berdampak pada teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio. Satelit dapat kehilangan kendali dan komunikasi radio akan terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Efek lainnya, aktivitas matahari berkontribusi pada perubahan iklim. Ketika aktivitas matahari meningkat maka matahari akan memanas. Akibatnya suhu bumi meningkat dan iklim akan berubah," jelas Elly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Partikel-partikel matahari yang menembus lapisan atmosfer bumi akan mempengaruhi cuaca dan iklim. Dampak ekstremnya, bisa menyebabkan kemarau panjang. Namun hal ini masih dikaji oleh para peneliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lapan pun berniat mensosialisasikan dampak aktivitas matahari ini ke masyarakat. Sosialisasi Fenomena Cuaca Antariksa 2012-2015 pun akan digelar di Gedung Pasca Sarjana lantai 3, Universitas Udayana, Jl Jenderal Sudirman, Denpasar, Bali pada 9 Maret 2010 pukul 11.00 Wita.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-4423758407964397312?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/4423758407964397312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=4423758407964397312&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/4423758407964397312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/4423758407964397312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/03/badai-matahari-akan-terjadi-pada-2012.html' title='Badai Matahari Akan Terjadi Pada 2012 - 2015'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S5JFncHVTkI/AAAAAAAAAJk/PhbOMd_G1VY/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-2665801113908479440</id><published>2010-03-06T03:37:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T02:57:42.610-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>ANTARA PERATURAN DAN RUANG KEMATIAN KAMPUS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S5I_fMP_eGI/AAAAAAAAAJc/4i-nPFlu09E/s400/jailatonemoment.jpg" alt="nusa utara rahadih gedoan sastra talaud sastra manado" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445484704541145186" border="0" /&gt;Coba kita bayangkan apa jadinya bila seseorang yang tengah sekarat menanti ajal datang lalu dipaksa untuk melakukan ‘sebuah keharusan’ pekerjaan. Pasti hal tersebut hanya memperburuk keaadaan. Contoh itu sama halnya keadaan tengah berlangsung di &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Fakultas Sastra Unsrat Manado&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Coba bayangkan juga mengenai Fakultas &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Sastra&lt;/a&gt; Unsrat Manado yang sejak dahulu dikenal sebagai ladang kreatifitas dan progresifitas dalam lingkup kemahasiswaan intra kampus serta ekstra kampus, tiba-tiba diperhadapkan dengan suatu keadaan yang bisa memperburuk dan memperpuruk keadaan yang ada akibat kekakuan kebijakan. Keadaan yang dimaksud adalah kondisi kefakuman berbagai organ kemasiswaan disusul kemiskinan bahkan kemandulan aktifitas-kreatifitas intra kampus yang berdampak pada tertutupnya ruang dari ajang popularisasi dan sosialisasi. Hal yang berindikator sebagai kekakuan kebijakan yang bisa memperburuk dan memperpuruk keadaan adalah aktifitas ekstra kurikurulum yang dimotori oleh organ-organ internal kampus (ORMAWA) yang tidak dipandang lagi sebagai sesuatu yang menguntungkan sistem industri pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal Fakultas Sastra Unsrat Manado seyogyanya merupakan pengecualian dari pemberlakuan sistem ini. Pasalnya, tiap tahun hanya menerima mahasiswa baru ± 100 orang dengan mayoritas mahasiswa pada Jurusan Sastra Inggris. Sedangkan jurusan lainnya, yaitu jurusan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Sastra Indonesia&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Sastra Jerman&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Ilmu Sejarah&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Bahasa Jepang&lt;/a&gt; telah sekian lama mengalami keadaan kritis yang berkepanjangan dan kian tidak menyenangkan karena tidak pernah melewati nomimal 30 orang mahasiswa baru per tahun. Selain masalah kekurangan jumlah mahasiswa (yang secara otomatis berdampak pada pendapatan dari industri pendidikan melalui pembayaran SPP setiap enam bulan).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyikapi hal tersebut, Fakultas Sastra Unsrat Manado seharusnya membangun kekuatan berupa konsolidasi segenap komponen civitas academica bukannya makin membangun jarak dengan pemberlakuan jam aktifitas di kampus khusus bagi mahasiswa. Kebijakan seperti ini mengingatkan saya kepada masa perang yang harus diberlakukan jam malam bagi rakyat demi mengekang aktifitas yang bisa mengancam stabilitas. Barangkali terdapat kekeliruan penafsiran yang memaknai aktifitas kemahasiswaan sebagai sebuah ancaman stabilitas kampus sehingga pola strategi militer yang berupa pemberlakuan jam beraktifitas di kampus harus dibatasi. Kekeliruan inilah yang harus dipertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prestasi yang Tak Terbantahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbagai deretan profesi dan profesional telah dihasilkan dari kampus kecil ini, terutama pada wilayah seni. Kepeloporan pada bidang musik, sastra, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;seni pertunjukan&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;teater&lt;/a&gt;), dan juga melalui gerakan-gerakan demokrasi kerakyatan menjadi contoh yang tak terbantahkan. Otomatis kepeloporan ini menjadi corong dari apa yang pihak kampus sebut sebagai ‘Sosialisasi’ yang setiap tahun diprogramkan untuk menarik animo masyarakat luas agar mempercayakan generasi muda mengecam pendidikan di fakultas yang berada di luar pagar universitas ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Betapa pun kecilnya gaung yang dihasilkan dari puluhan buku yang terbit secara independen maupun yang menggunakan percetakan industri; kepeloporan teater Sulawesi Utara; dan prestasi musik kalangan geberasi muda, telah memberikan dampak yang kian lama mengedepankan citra baik Fakultas Sastra Unsrat Manado.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi, apapun yang telah tercatat dalam sejarah, dengan kondisi seperti ini, akan segera mengubur semua mimpi dan harapan mengenai kebesaran nama Fakultas Sastra Unsrat Manado untuk selamanya.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-2665801113908479440?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/2665801113908479440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=2665801113908479440&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2665801113908479440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2665801113908479440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/03/antara-peraturan-dan-ruang-kematian.html' title='ANTARA PERATURAN DAN RUANG KEMATIAN KAMPUS'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S5I_fMP_eGI/AAAAAAAAAJc/4i-nPFlu09E/s72-c/jailatonemoment.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-5528564968493587222</id><published>2010-02-22T06:19:00.000-08:00</published><updated>2010-02-22T06:51:34.151-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Aneh &amp; Nyata: Buah Langsat Bertunas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S4KXi4ZJEfI/AAAAAAAAAJE/raEzvBu8igA/s1600-h/100_0542.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441077925326164466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S4KXi4ZJEfI/AAAAAAAAAJE/raEzvBu8igA/s400/100_0542.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ini baru bisa dibilang aneh bin ajaib. Saat sementara asyik minum kopi di kantin kampus &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Fakultas Sastra Unsrat Manado&lt;/a&gt;(Senin/22/2010) tiba-tiba datang seorang gadis sambil menunjukkan satu buah langsat segar yang mengeluarkan tunas tepat di tengahnya. Dengan wajah yang serius dia berkata, "Ini &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;keajaiban dunia&lt;/a&gt;!". Sontak seisi kantin langsung mengerumuni buah langsat aneh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harganya 1 juta...!", ungkapnya nyaris tak berkedip di tengah rasa heran orang-orang yang tengah mengerumuni buah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;aneh&lt;/a&gt; itu. Ada yang bilang kalau ini pasti mustika, namanya &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Mustika Langsat&lt;/a&gt;. Ada juga selorohan yang mengatakan bahwa barang siapa yang memakan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;buah aneh&lt;/a&gt; tersebut pasti beruntung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada-ada saja tanggapan terhadap &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;fenomena alam&lt;/a&gt; ini. Yang pastinya, buah Langsat aneh itu berhasil aku bawa pulang tanpa membayar satu peser pun.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-5528564968493587222?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/5528564968493587222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=5528564968493587222&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/5528564968493587222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/5528564968493587222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/02/aneh-nyata-buah-langsat-bertunas.html' title='Aneh &amp; Nyata: Buah Langsat Bertunas'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S4KXi4ZJEfI/AAAAAAAAAJE/raEzvBu8igA/s72-c/100_0542.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-185225188546894357</id><published>2010-02-20T03:53:00.000-08:00</published><updated>2010-03-05T02:12:35.265-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>DARI SEBUAH EKSPEDISI, JALAN MENUJU EKSOTISME NUSA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 544px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S3_YS4YGC6I/AAAAAAAAAHs/4zWBxyoOLCM/s400/OKI+LAOH_490%28edit%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440304693769538466" border="0" /&gt;Sebuah ekpedisi yang pernah dilakukan oleh WANADRI di Propinsi Sulawesi Utara beberapa waktu lalu yang bekerja sama dengan beberapa organisasi di antaranya Rumah Nusantara, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;MPA Artsas&lt;/a&gt;, serta Balai Kajian Sejarah ternyata menyisahkan cerita yang sangat menarik untuk disimak. Ekpedisi yang mengusung tema “&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Ekspedisi Garis Depan Nusantara : 92 Pulau Terluar&lt;/a&gt;” yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2009 tersebut menjejali pulau-pulau kecil nan eksotis seperti &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Makalehi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Marore&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Miangas&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Karatung&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Kakorotan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Intata&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Kawio&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Kawaluso&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Marampit&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita dan berbagai informasi yang dihimpun dari &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Oki Petrus Laoh&lt;/a&gt;, salah seorang peserta ekspedisi ini, sangat menggugah imajinasi dan semangat ke&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;nusa&lt;/a&gt;an. Oki, demikian dia akrab disapa, mengungkapkan bahwa ekspedisi yang diikutinya bersama kawan-kawan lainnya (&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Irwanto Iskandar&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Gali Doni Kara&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Doni Rahmansyah&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Ayong, Arif&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Arfan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Reza&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Steven Sumolang&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;JhonTobilin&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;g&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Haris Mulyadi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Yudi Barka&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Jimmy Sisca&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Denny Sambas&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Didi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Henrolds Tatengkeng&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Edwin Walukow&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Gustus Ambat&lt;/a&gt;) mampu menyelipkan pesona abadi akan pulau-pulau yang seakan-akan terasing dari modernisasi peradaban itu tetapi di luar dugaan merupakan penyumbang sejumlah pernik sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspedisi ini kebetulan dibagi ke dalam dua tim perjalanan. &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Oki&lt;/a&gt;, pemuda energik yang sehari-harinya dikenal sebagai &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;aktivis&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Pencinta Alam&lt;/a&gt; ini bersama beberapa orang lainnya menempuh rute perjalanan di Pulau Karatung, Pulau Marampit, Pulau Kakorotan, Pulau Intata, Pulau Makalehi, dan terakhir di Pulau Siau. Sedang tim lainnya menempuh rute Pulau Miangas, Pulau Marore, Pulau Kawio, dan Pulau Kawaluso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S3_f-p0LhzI/AAAAAAAAAH8/GO8pqCDBDZw/s320/OKI+LAOH_525%28edit%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440313142356444978" border="0" /&gt;Suasana alam yang mempesona saat menjejakkan kaki di pelabuhan Karatung.Aroma air laut, kaki langit, hamparan pasir putih, dan suasana akrab penduduk setempat menjadi ciri khas pulau ini. Karatung, pulau dengan luas ± 12 km², merupakan salah satu pulau dari beberapa pulau yang berdekatan dan dikategorikan sebagai &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Kepulauan Nanusa&lt;/a&gt; di wilayah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Kabupaten Kepulauan Talaud&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada salah satu bagian di kampung Karatung berdiri sebuah tugu yang bertuliskan “&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Sasambon Ratu Tatulu&lt;/a&gt;” atau syair penyambutan kuno yang ber&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;bahasa Talaud&lt;/a&gt; dan dibuat oleh seorang pemimpin komunal masa lalu setempat bernama Tatulu. Sayangnya tulisan yang menjadi syairnya telah pudar dimakan waktu sehingga pada beberapa bagian tidak terbaca lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kejauhan terlihat Pulau Intata serta Pulau Kakorotan. Pulau Intata, pulau yang hanya berukuran ± 0,15 km², yang di depan tersebut bisa dituju dengan berjalan kaki saat air laut surut. Dengan air yang hanya setinggi perut orang dewasa bisa berjalan kaki menuju pulau tak berpenghuni ini tentulah merupakan sebuah perjalanan yang sangat menarik dan penuh tantangan terutama bagi yang belum pernah melakukannya. Menurut kebiasaan orang-orang setempat hal ini bisa ditempuh sebelum waktu matahari terbenam, yakni di sore hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh dari Pulau Karatung, tutur Oki, terdapat juga Pulau Marampit. Pulau ini lebih besar dibanding pulau-pulau lainnya di Kepulauan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Nanusa &lt;/a&gt;yakni berukuran luas ± 34,15 km². Tidak ada pantai pasir yang mengelilingi pulau ini sebagaimana pulau-pulau lain, tapi hanya karang. Kebutuhan air bersih warga Marampit berasal dari mata air yang dialirkan melalui pipa yang instalasinya sejak zaman Belanda.&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 350px; height: 236px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S3_kwzakDXI/AAAAAAAAAIc/n6DJ5fMoh5o/s320/OKI+LAOH_561%28edit%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440318401973325170" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 187px; height: 218px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S3_hVI6WUeI/AAAAAAAAAIE/VQ7bx1sxJ0g/s320/OKI+LAOH_555%28edit%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440314628172567010" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S3_icAqWIkI/AAAAAAAAAIM/t851OXv0q6Y/s320/OKI+LAOH_601.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440315845728674370" border="0" /&gt;Di pulau ini ada hal yang sangat menarik, yaitu kisah tentang perjuangan penduduk setempat melawan serbuan para perompak &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Mindanau&lt;/a&gt;. Dahulu kala, demi mempertahankan hidup, penduduk setempat membangun benteng pertahanan yang berdiri di atas sebuah gua. Saat ada serbuan bajak laut maka perempuan dan anak-anak dilarikan ke dalam benteng yang berada di lokasi yang cukup tinggi - sekitar 100 meter Dari Permukaan Laut - sedangkan kaum laki-laki terutama yang dewasa wajib berperang. Sisa bangunan ini masih bisa ditemukan sampai sekarang. Sebatas informasi, gua yang berada di pulau ini memiliki speleotem bentuk coloum sebesar dua pelukan orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat singgah dan menetap beberapa hari di Pulau Makalehi, pulau yang diposisikan sebagai pulau terluar dari wilayah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Kabupaten SITARO&lt;/a&gt; ini, bertemu dengan beberapa monumen sejarah perjuangan rakyat Makalehi dalam melawan penjajahan Jepang. Monumen sejarah ini dalam bentuk tugu serta sebuah bentuk kuburan ukuran besar yang menguburkan 30 kepala orang yang dipenggal kepalanya oleh Jepang pada 22 Juni 1945 akibat tidak mau tunduk kepada pihak penjajah. Oleh masyarakat setempat, pada setiap tanggal 17 Agustus senantiasa digelar upacara peringatan mengenang perjuangan para pahlawan pulau (&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bahaning Nusa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 210px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S3_j_vFU3_I/AAAAAAAAAIU/4bwdV9D3NMY/s320/OKI+LAOH_243%28edit%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440317558996918258" border="0" /&gt;Sebaliknya, terdapat juga bukti kepahlawanan dan perlawanan rakyat Makalehi pada sebuah goa yang penuh dengan tengkorak dan tulang belulang manusia. Dikisahkan, merupakan korban dari pihak tentara Jepang. Selain kekaguman tentang kisah perlawanan terhadap penjajahan di pulau kecil ini, menurut &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Laoh&lt;/a&gt;, di sana terdapat sebuah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;danau&lt;/a&gt; indah yang terletak tepat pada bagian tengah pulau. Konon danau ini berasal dari airmata seekor anjing yang dipukul mati pemiliknya karena kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari serangkaian rute perjalanan, Pulau &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Siau&lt;/a&gt; menjadi terminal akhir dari ekspedisi ini. Selain gunung api aktif Karangetang, di pulau Siau juga bisa dijajaki berbagai jejak sejarah masa lampau. Menurut Henrolds Tatengkeng, Pulau Siau memang kaya akan kisah dan sejarah masa lalu. Hal ini bisa dibuktikan dari berbagai catatan yang pernah ditulis seperti misalnya tulisan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Antonio Pigaffeta &lt;/a&gt;(1421) atau &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;H.B. Elias&lt;/a&gt; (1973). Dari perjalanan yang dilakukan di Pulau Siau ini, salah satu yang berhasil dikunjungi adalah makam &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Hengkeng U Naung&lt;/a&gt;, panglima perang Kedatuan Siau di masa pemerintahan Raja &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Batahi&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang untuk menikmati eksotisme pulau-pulau di &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Nusa Utara&lt;/a&gt;, perjalanan ini jelas tidak cukup, tapi paling tidak merupakan langkah awal membuka cakrawala berpikir mengenai daerah yang seyogyanya menjadi garda depan nusantara.***[Sumber Foto : Oki Petrus Laoh]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-185225188546894357?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/185225188546894357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=185225188546894357&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/185225188546894357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/185225188546894357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/02/dari-sebuah-ekspedisi-jalan-menuju.html' title='DARI SEBUAH EKSPEDISI, JALAN MENUJU EKSOTISME NUSA'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S3_YS4YGC6I/AAAAAAAAAHs/4zWBxyoOLCM/s72-c/OKI+LAOH_490%28edit%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-1894159181025129850</id><published>2010-02-19T03:48:00.001-08:00</published><updated>2010-03-06T02:35:14.635-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koleksi Foto Antik'/><title type='text'>Nelayan di Teluk Taruna dan Manado</title><content type='html'>&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 296px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S36JWX_MIvI/AAAAAAAAAGg/Z_15i7msL2Y/s320/BB+Vissers+aan+de+baai+van+Taruna+kijken+hun+netten+na,+Celebes+1948.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439936417399317234" border="0" /&gt;Foto ini judul aslinya "&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Vissers aan de baai van Taruna kijken hun netten na, Celebes 1948&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;", atau yang arti harafiahnya "Nelayan di Teluk &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Taruna&lt;/a&gt; merawat jaringan mereka, Sulawesi 1948". Merupakan koleksi foto kuno &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Nusa Utara&lt;/a&gt; yang dimiliki &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Rahadih Gedoan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Foto bercerita tentang aktivitas para nelayan di teluk &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Tahuna&lt;/a&gt; yang tengah merawat jala, pada tahun 1948. Sekilas saya tertegun melihat kemajuan fasilitas yang telah dimiliki para nelayan di tahun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut membuat saya makin mendapat penguatan mengenai kemampuan dan kehandalan warga Nusa Utara sejak zaman dahulu kala di bidang &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;kelautan&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;perikanan&lt;/a&gt; ternyata bukan semata isapan jempol. Pada tahun seperti itu nelayan di Nusa Utara telah memiliki perlengkapan yang sangat memadai. Harga jala yang seperti nampak pada foto tersebut bisa dipastikan bernilai mahal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 233px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S36ZDSux79I/AAAAAAAAAHU/ED_TgaZ1ApE/s320/BB+Sangirese+zeilprauwen+aan+de+kade+van+Manado,+Noord-Celebes+1926.jpg" alt="nusa utara foto nelayan sangihe" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439953681756843986" border="0" /&gt;Kehandalan orang Nusa Utara di laut selain dibuktikan berbagai sumber tertulis juga oleh dokumentasi-dokumentasi seperti yang ditunjukkan oleh foto yang diambil pada tahun 1926.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto yang berjudul "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sangirese zeilprauwen aan de kade van Manado, Noord-Celebes 1926&lt;/span&gt;" - menampilkan perahu-perahu yang berasal dari Sangir dan tengah berlabu di pantai Manado - ini kian menguatkan fakta tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Nusa Utara memang bisa dikatakan merupakan sebuah wilayah yang memiliki asal-usul kesejarahan yang kuat bercerita tentang laut dan kebaharian. Sehingga secara otomatis bahasan mengenai sejarah Nusa Utara tidak pernah lepas dari cerita tentang ketangguhan para nenek moyang; leluhur orang Nusa Utara dalam mengarungi lautan.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-1894159181025129850?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/1894159181025129850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=1894159181025129850&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/1894159181025129850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/1894159181025129850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/02/nelayan-di-teluk-taruna-dan-manado.html' title='Nelayan di Teluk Taruna dan Manado'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S36JWX_MIvI/AAAAAAAAAGg/Z_15i7msL2Y/s72-c/BB+Vissers+aan+de+baai+van+Taruna+kijken+hun+netten+na,+Celebes+1948.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-227046976921589599</id><published>2010-02-16T06:03:00.000-08:00</published><updated>2010-03-06T02:57:39.237-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koleksi Foto Antik'/><title type='text'>Groepsportret met de raja van Manganitoe 1914</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S5IxxVSer3I/AAAAAAAAAJM/XQKdUpJ8xdM/s1600-h/BB+Groepsportret+met+de+raja+van+Manganitoe+1914.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 278px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S5IxxVSer3I/AAAAAAAAAJM/XQKdUpJ8xdM/s400/BB+Groepsportret+met+de+raja+van+Manganitoe+1914.jpg" alt="nusa utara foto raja manganitu" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445469623042355058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Foto ini diambil pada tahun 1914. Tampak Raja Manganitu berpose dengan rakyatnya yang mengenakan baju adat lengkap.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rumah Raja Manganitu ini masih bisa ditemukan hingga sekarang. Namun sayangnya tidak ada perhatian dari pemerintah dalam rangka merawat aset budaya yang sangat mahal ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-227046976921589599?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/227046976921589599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=227046976921589599&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/227046976921589599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/227046976921589599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/02/groepsportret-met-de-raja-van.html' title='Groepsportret met de raja van Manganitoe 1914'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S5IxxVSer3I/AAAAAAAAAJM/XQKdUpJ8xdM/s72-c/BB+Groepsportret+met+de+raja+van+Manganitoe+1914.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-129799381862976469</id><published>2010-02-09T04:47:00.004-08:00</published><updated>2010-03-05T02:16:16.779-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Budaya'/><title type='text'>Waruga Toar Lumimuut Generasi Pakampetan, Jejak Kearifan Budaya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 227px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S3FbBx4KsTI/AAAAAAAAAFw/e_HhAxpuHdo/s320/waruga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436226311339815218" border="0" /&gt;Pada tulisan sebelumnya (edisi NYARE IV : 10 Desember – 10 Januari 2007, judul artikel &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2009/12/budaya-sulut-minahasa-waruga-toar.html"&gt;Waruga Leluhur Di Desa Tua Yang Jarang ‘Terjenguk’ Keturunannya&lt;/a&gt;) saya sudah sedikit bercerita tentang keberadaan waruga Toar Lumimuut yang nyaris tidak lagi diziarahi oleh keturunannya. Namun, rasanya tidak cukup mengungkapkan kekaguman yang ditemui itu hanya dalam satu lembar tulisan saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saat berkunjung ke waruga Opo Toar dan Lumimuut waktu lalu, saya memandang heran pada sebuah bendera Negara Republik Indonesia; Merah Putih, yang tampak kusam berkibar di halaman pada sebuah tiang besi. Lalu sebuah papan yang bertuliskan PENGAWASAN &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;SITUS CAGAR BUDAYA, WARUGA TOAR LUMIMUUT – TOEDANA MINAESA, ROONG PALAMBA KECAMATAN LANGOWAN&lt;/a&gt; terpancang persis di depan bangunan waruga yang menerangkan tentang perlindungan dan pemeliharaan waruga sebagai Benda Cagar Budaya. Tidak tanggung-tanggung sederetan perhatian pemerintah terpampang di situ. Mulai dari Undang-undang No. 5 Tahun 1992 (Prerogatif Pasal 22 Menyangkut Pasal 15), Kepres RI No. 16 Tahun 1994, PP No. 10 Tahun 1993, sampai dengan Kepmendikbud RI No. 063/U/1995.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini bukti dari besarnya perhatian pemerintah terhadap aset budaya Minahasa ? Saya secara pribadi agak mempertanyakan hal itu. Sebab nyatanya hanya keluarga &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Maarthen L. Sumual&lt;/a&gt; yang secara turun temurun menjaga warisan leluhur tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya diserahkan tanggung jawab menjaga waruga oleh Bapak saya, karena beliau telah tua. Kelak saya pun akan menyerahkan tanggung ini kepada salah satu anak saya”, ujar Teni, panggilan akrabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam budaya Minahasa, Teni memiliki predikat sebagai &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Tounaas&lt;/a&gt; dan juga sebagai &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Pakampetan&lt;/a&gt;. Bila Tounaas telah dikenal secara luas maknanya, namun istilah Pakampetan kurang memasyarakat. Pakampetan merupakan sebutan bagi orang yang memiliki posisi istimewa sebagai mediator dalam berkomunikasi dengan roh para leluhur dalam ritual kuno Minahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waruga Toar Lumimuut yang mereka jaga ini memiliki keunikan tersendiri. Selain karena merupakan makam bersama dari pendiri tanah Minahasa (Minaesa – &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Malesung Im Pinaesaan&lt;/a&gt;) yang keturunannya telah tersebar di seantero bumi ini dan dikenal dengan sebutan Tou Minahasa atau warga Kawanua, juga karena melalui waruga ini bisa ditemukan/diakses berbagai kekayaan budaya lainnya yang tersimpan atau yang disimpan oleh Teni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang bisa ditemukan adalah Arca Toar Lumimuut yang terbuat dari tiga jenis bebatuan: pertama, dari batu yang sama dengan batu Waruga Toar Lumimuut; kedua, dari batu yang sama dengan jenis batu &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Pinabetengan&lt;/a&gt;; dan ketiga, berasal dari jenis batu tempat diikhtiarkan Toar Lumimuut sebagai suami istri oleh Karema yang berlokasi di Bukit Kasih Kanonang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, ini mungkin akan mengundang keheranan banyak pihak sebab ternyata di Minahasa sendiri telah dikenal aksara yang artinya bahwa di tanah Minahasa juga sebenarnya telah lama dikenal budaya tulis walaupun kemudian hilang atau tenggelam akibat tidak dikembangkan sebagaimana tulisan-tulisan dalam kebudayaan yang lain seperti dalam sansekerta, latin, cina, dan arab. Bukti adanya aksara Minahasa kuno yang lebih akurat sebenarnya bisa ditemukan di badan prasasti Batu Pinabetengan. Melalui beberapa diskusi informal yang membahas mengenai aksara ini terarah pada dugaan tentang adanya kesamaan dengan aksara cina kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang hal ini masih perlu digali lagi melalui penelitian Antropologi maupun Linguistik agar bisa ditemukan keakuratan dugaan ini dan sekaligus menguak kebenaran mitos yang mengutarakan tentang asal-usul nenek moyang &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Tou Minahasa&lt;/a&gt; yang berasal dari Negeri Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman negatif dari penganut agama Samawi mengenai peranan Pakampetan perlu segera diakhiri demi tetap terpeliharanya sisa-sisa kebudayaan Minahasa. Sebab kepercayaan tradisional Minahasa (Alifuru) juga berakar pada kepercayaan yang sama, kepada Tuhan Yang Maha Tinggi (&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Amang Kasuruan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mensyukuri banyak informasi yang boleh diakses melalui peran Pakampetan yang senantiasa menjunjung tinggi dan menjaga budaya warisan leluhur yang penuh bukti tentang kejayaan masa lampau. Generasi Pakampetan, generasi penjaga waruga. Ungkapan ini mungkin lebih tepat dipredikatkan pada keluarga Sumual ini. Karena dengan kesadaran budaya mereka akan tetap mempertahankan berbagai peninggalan leluhur sampai kapan pun meski tanpa kepedulian yang serius dari pihak pemerintah.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-129799381862976469?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/129799381862976469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=129799381862976469&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/129799381862976469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/129799381862976469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/02/waruga-toar-lumimuut-generasi_8266.html' title='Waruga Toar Lumimuut Generasi Pakampetan, Jejak Kearifan Budaya'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S3FbBx4KsTI/AAAAAAAAAFw/e_HhAxpuHdo/s72-c/waruga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-9074315400733309153</id><published>2010-02-09T04:32:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T04:45:45.436-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Budaya'/><title type='text'>ASAL-USUL NAPOMBARU, Cerita Rakyat Talaud</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S3FXTRZVuxI/AAAAAAAAAFo/wDIlh4t_cTA/s1600-h/ilustrasicerita+talaud.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 283px; height: 227px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S3FXTRZVuxI/AAAAAAAAAFo/wDIlh4t_cTA/s320/ilustrasicerita+talaud.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436222213811714834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di zaman dulu ada seorang pemuda yang pekerjaan setiap harinya bertani dan berburu. Namanya &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Lawongo&lt;/a&gt;. Ia terkenal sebagai seorang pandai membuat dan memainkan suling sekaligus mencipta lagu. Lagu yang diciptakannya ada yang bertema kesedihan, kegembiraan, percintaan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pemuda yang tampan dan kekar, banyak gadis yang menaruh hati padanya. Namun sayangnya, di antara sekian banyak gadis yang menyukainnya tersebut, ia telah menambatkan cintanya pada seorang gadis yang kemudian dikawininya. Mereka berdua saling mencintai dan hidup bahagia sampai akhirnya sebuah kejadian buruk datang dan merubah keadaaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam, Lawongo seperti biasa tidur bersama istrinya. Sekitar subuh ia bermimpi. Di dalam mimpinya ia berkelahi dengan seekor babi yang besar. Pertarungan tersebut berakhir dengan kematian babi yang ditikam Lawongo dengan sebilah Sondappa (senjata berbentuk pisau yang berukuran besar).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seusai mimpi tersebut, Lawongo bangun lalu bergegas ke hutan untuk berburu seperti biasa. Seharian ia masuk keluar hutan namun tidak mendapat binatang yang bisa diburu. Karena kelelahan dan kehausan ia terpaksa harus istirahat. Untuk menghilangkan rasa haus yang menderanya, Lawongo berniat memetik beberapa buah kelapa muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicabutnya Sondappa yang senantiasa terselip dipinggangnya tersebut untuk memotong kelapa muda. Tidak seperti biasanya, kali ini pisau besarnya tersebut sulit dicabut dari sarungnya. Setelah dengan susah payah berusaha, akhirnya berhasil juga ia mencabut senjata andalannya dalam berburu. Namun, alangkah terkejutnya ia sewaktu melihat &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Sondappa&lt;/a&gt; yang akan digunakan untuk memotong buah kelapa itu justru berlumuran darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa gerangan yang telah terjadi dengan Sondappa ini, tanya Lawongo dalam hatinya. Semua kejadian berusaha diingatnya untuk mencari alasan mengapa senjatanya penuh dengan lumuran darah yang memerah dan mulai mengering tersebut. Sampailah pada dugaan tentang mimpi semalam yang berkelahi dengan babi. Jangan-jangan yang ditikam dalam mimpi tersebut bukan babi melainkan istri tercintanya. Pertanyaan tersebut selalu mencekami benaknya dalam perjalanan pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jauh Lawongo melihat kerumunan orang di rumahnya. Makin kuatlah dugaannya apalagi sewaktu ia tiba di rumah dan diinformasikan oleh sanak saudara tentang kematian tragis yang menimpa istrinya. Tak salah lagi. Istrinya mati di tangannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan yang sangat sedih Lawongo kemudian menceritakan mengenai peristiwa yang dialami sejak subuh, yaitu mimpi dan perjalanan berburuhnya. Lalu katanya, “ Saudara-saudara sekalian, penyebab semua kejadian ini adalah saya sendiri, sekalipun tidak ada keinginan sekecil apapun dalam pikiran saya untuk membunuhnya. Saya sangat mencintainya”. Maka, saudara-saudara sekalian, lanjut Lawongo, aku mau mati bersama istriku. Buatkanlah peti jenazah yang berukuran lebih besar, yang bisa menampung dua orang sekaligus. Tolong buatkan juga  lubang di atas penutup peti. Lubang itu akan disambung dengan sepotong bambu panjang sampai ke atas tanah agar saya bisa bernapas. Saya akan membawa suling ke dalam liang kubur yang akan ditiup terus menerus sampai saya mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percuma saja sanak saudara yang berusaha mencegah keinginan Lawongo; tekadnya telah benar-benar bulat. Sehingga setelah semua persiapan pemakaman rampung, mereka berdua pun dikuburkan bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayup-sayup terdengar bunyi suling dari dalam tanah yang terus mengalunkan lagu-lagu kesedihan. Irama-irama penyesalan seorang suami yang tanpa sengaja telah membunuh istri tercintanya. Lambat-laun bunyi itu melemah. Tepat hari ketiga bunyi suling berhenti. Jelaslah bagi penduduk desa bahwa Lawongo telah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui hal ini, saudara perempuan Lawongo makin terguncang dalam duka.  Di malam ketiga itu ia mendapat mimpi; Lawongo, kakaknya, datang padanya. Di dalam mimpi Lawongo berkata, “Jangan larut dalam kesedihan. Bangunlah. Pergilah ke pantai. Jika melihat benda putih di kaki langit dan bergerak mendekatimu, janganlah ditunjuk”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat mimpi aneh itu, pagi-pagi benar saudara perempuan Lawongo itu bergegas menuju pantai. Setibanya di sana, ditatapnya kaki langit. Aneh. Sebuah benda sebesar titik makin lama makin besar bergerak dari arah laut dengan cepat mendekatinya. Melihat benda putih yang semakin dekat itu, menjadi takutlah perempuan itu. Sambil berteriak minta tolong kepada penduduk sekitar, tanpa sadar ia telah mengabaikan pesan kakaknya untuk tidak menunjuk ke arah benda yang datang itu. Tepat jarinya terancung menunjuk, berhentilah benda yang datang dari kaki langit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kemudian hari benda putih itu diketahui ternyata adalah sebuah pulau karang, yang oleh penduduk setempat disebut &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Napombaru&lt;/a&gt;. Napombaru berasal dari kata Napo (pulau karang atau kumpulan batu karang) dan Baru/balu (berubah), yang artinya bisa diinterpretasikan sebagai batu yang datang dan berubah-ubah dari jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang Napombaru menjadi salah satu penanda &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;batas wilayah Talaud&lt;/a&gt; di bagian Selatan. Hal inipun kemudian diabadikan dalam sebuah ungkapan Wassu Tinonda sara Napombaru (dari &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Tinonda sampai Napombaru&lt;/a&gt;). Tinonda di bagian &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Utara &lt;/a&gt;sebagai penanda batas dengan wilayah Philipina, sedangkan Napombaru di bagian Selatan sebagai penanda batas dengan wilayah Sangir/&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Sangihe&lt;/a&gt;.***(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cerita ini merupakan salah satu &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Sastra Lisan Talaud&lt;/a&gt; dan diceritakan kembali oleh Rahadih Gedoan&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-9074315400733309153?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/9074315400733309153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=9074315400733309153&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/9074315400733309153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/9074315400733309153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/02/asal-usul-napombaru.html' title='ASAL-USUL NAPOMBARU, Cerita Rakyat Talaud'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S3FXTRZVuxI/AAAAAAAAAFo/wDIlh4t_cTA/s72-c/ilustrasicerita+talaud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-4254011610715408474</id><published>2010-02-09T04:17:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T04:30:26.213-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Budaya'/><title type='text'>PUTERI LOHORAUNG, Cerita Rakyat Tagulandang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada kurang lebih empat ratus tahun yang lalu lalu terjadi sebuah peristiwa yang tidak terduga: suatu badai puting beliung melanda wilayah Tagulandang dan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit di kalangan penduduk, terutama di bagian Selatan dan Tenggara kepulauan ini. Badai tersebut terjadi ketika angin musim Selatan bertiup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah badai telah berlalu, seorang petani desa &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Tulusan&lt;/a&gt; yang sudah berusia lanjut bernama Makahiking pergi ke kebun. Ayunan langkahnya cukup cepat, sehingga tak lama kemudian ia telah tiba di kebun, betapa terkejutnya ketika ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri kerusakan yang telah ditimbulkan oleh amukan angin topan itu. Ia lalu mulai membereskan kebunnya. Salah satunya adalah sebuah pohon yang rubuh dan melintang di tengah kebunnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Makahiking sangat terkejut sebab di hadapannya tampak sesosok tubuh yang putih mulus berada di tengah rerimbunan daun pohon tumbang itu. Ia menggosok-gosokkan matanya untuk lebih meyakinkan penglihatannya, namun semakin digosok dan dikedip-kedipkan penglihatannya itu, justru semakin nyata dan semakin meyakinkannya bahwa dirinya bukan sedang bermimpi namun tetap berada di alam nyata dan sedang berhadapan dengan seorang putri yang berusia remaja di pagi subuh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekejap timbul keraguannya. Jangan-jangan Sang Putri merupakan penjelmaan makhluk halus penghuni hutan yang berwajah peri cantik dan sengaja menampakkan diri di hadapannya untuk membawa suatu isyarat atau suatu pertanda baik atau buruk dalam kehidupan pribadi dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ia sempat berbuat sesuatu, terdengarlah suatu suara yang lemah dan bernada memelas di antara isakan tangis dari sang putri : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ia ko wawine, natuntung bou Pulisang, nawawa su anging mangkilaeng&lt;/span&gt;” (Saya seorang wanita, datang dari Pulisang, terbawa angin badai semalam). Itulah ucapan pertama sang puteri yang memperkenalkan asal-usul tempatnya namun tidak langsung memperkenalkan namanya. Makahiking yakin bahwa sang putri yang berada di depannya itu tidak berbusana dan hanya tertutup atau terbungkus dengan daun-daun pohon yang rubuh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua yang arif dan memiliki moral yang tinggi, tanpa berkata sepata kata pun Makahiking pulang ke rumahnya memanggil isterinya dan membawa pakaian untuk dipakaikan kepada putri cantik yang ditemukannya di kebun. Dipanggilnya juga beberapa penduduk setempat untuk menyaksikan putri temuannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian putri tersebut ke rumah mereka dan diangkat sebagai anak kandung sendiri. Makahiking bersama istrinya sangat bahagia dengan kehadiran putri tersebut di dalam rumah tangga mereka. Putri itu dipanggil dengan sapaan kesayangan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;LOHORAUNG&lt;/a&gt; sebab ditemukan di tengah dedaunan pohon (dalam bahasa setempat : Maraloho su Raung yang berarti ditemukan di antara dedaunan pohon).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, setelah semua kehidupan telah kembali normal, berkumpulah para tokoh masyarakat dan semua &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahaning Wanua&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (Pemberani/Pejuang Negeri) antara lain &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Walandungo&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Wansiani&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Lahawuateng&lt;/a&gt;. Mereka bermusyawarah, mengambil prakarsa dan bersepakat untuk menjadikan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;MANDOLOKANG TAGULANDANG&lt;/a&gt; sebagai sebuah wilayah kerajaan sendiri yang kedaulatannya diakui oleh raja-raja sekitar. Dan karena kesaktian para Wahaning Wanua ini, seluruh penduduk negeri menyetujui gagasan itu. Sebelum pelaksanaan musyawarah ini, kekuasaan di pulau Tagulandang berada di tangan para Pemberani Negeri, masing-masing sesuai dengan asal kampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada kesepakatan itu juga Putri Lohoraung diangkat sebagai Raja Perempuan atau Ratu kerajaan MANDOLOKANG TAGULANDANG sejak tahun 1570 dan memerintah selama 39 tahun. Dengan Walondungo sebagai Panglima Perangnya, yang sangat berjasa dalam mempersatukan dan mempertahankan keutuhan kerajaan yang meliputi Tagulandang, Talise, Bangka, dan Lembe. Ratu Lohoraung wafat dan dimakamkan di desa Tulusan yang pada waktu itu berstatus sebagai ibukota  kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian kisah Putri Lohoraung yang berasal dari tanjung Pulisang (ujung &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Utara pulau Sulawesi&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : BUKU CERITERA RAKYAT KECAMATAN TAGULANDANG, Editor : &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Ch. O. Bingku&lt;/a&gt;. Penilik Kebudayaan 1976-2001. Adaptasi Teks oleh : Rahadih Gedoan&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-4254011610715408474?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/4254011610715408474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=4254011610715408474&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/4254011610715408474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/4254011610715408474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/02/nusa-utara-cerita-rakyat-budaya-daerah.html' title='PUTERI LOHORAUNG, Cerita Rakyat Tagulandang'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-989982773036936218</id><published>2010-01-26T02:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T02:21:17.435-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Kita'/><title type='text'>J. E. Tatengkeng, Penyair yang Tak Lagi Kembali</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Jan Engelbert Tatengkeng atau yang lazim dikenal dengan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;J.E. Tatengkeng&lt;/a&gt; adalah penyair Pujangga Baru. Ia biasa dipanggil Oom Jan oleh orang-orang dekatnya, panggilan yang lazim di kalangan masyarakat Sulawesi Utara. Dilahirkan pada 19 Oktober 1907 di &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Kolongan&lt;/a&gt;, Sangihe, Sulawesi Utara, dari orang tua yang bekerja sebagai seorang guru Injil dan juga kepala sekolah zending.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengecap dunia pendidikan di sebuah sekolah Belanda, HIS, di &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Manganitu&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Sangihe&lt;/a&gt;). Melanjutkan pendidikannya pada jenjang yang lebih tinggi di antaranya di &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Christelijk Middagkweekscool&lt;/a&gt; (Sekolah Pendidikan Guru Kristen) di Bandung, Jawa Barat dan di &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Christelijk Hogere Kweekschool&lt;/a&gt; atau Sekolah Menengah Tinggi Pendidikan Guru Kristen di Solo, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari sekolah-sekolah tersebut J.E. Tatengkeng kemudian berkenalan dengan kesusastraan Belanda dan gerakan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Tachtigers&lt;/a&gt; “Angkatan 80-an”, yang kemudian banyak mempengaruhi karya-karyanya dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naluri seni &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Tatengkeng&lt;/a&gt; yang telah terdidik oleh alam Sangihe ini akhirnya menemukan wadah dan rohnya pada sejumlah puisi. “Gerakan sukma yang menjelma ke indah kata! Itulah seni bahasa!,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada deretan berbagai karya penyair &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Pujangga Baru&lt;/a&gt;, karya-karya J. E. Tatengkeng merupakan ‘sebuah kelainan’ kebanyakan penyair pada waktu itu. Pilihan tema, latar, dan gaya bahasa menempatkannya sebagai sorotan di angkatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Perdana Menteri Indonesia Timur&lt;/a&gt; ini, pernah menulis karya puisi yang fenomenal sekaligus visioner yaitu “&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Penumpang Kelas 1&lt;/a&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1953, J.E. Tatengkeng mulai jarang menulis. Akan tetapi, kreatifitasnya sebagai penyair tidak pernah hilang meskipun ia bergiat dalam bidang politik dan pemerintahan. Hal itu dibuktikan dengan beberapa sajaknya yang dimuat pada beberapa majalah setelah tahun 1953.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J.E Tatengkeng tidak lagi kembali ke tanah kelahirannya namun menghabiskan masa tuanya di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan dan meninggal di sana pada tanggal 6 Maret 1968.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-989982773036936218?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/989982773036936218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=989982773036936218&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/989982773036936218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/989982773036936218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/01/j-e-tatengkeng-penyair-yang-tak-lagi.html' title='J. E. Tatengkeng, Penyair yang Tak Lagi Kembali'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-1121115457230553901</id><published>2010-01-25T03:15:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T03:51:25.065-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Kita'/><title type='text'>Tatetu, Pendiri Nusa Lawo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Tatetu&lt;/a&gt; adalah seorang pemimpin spiritual (Kulano) sekaligus dianggap sebagai &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Ampuang&lt;/a&gt; (orang yang memiliki pengetahuan dan kesaktian yang sangat tinggi). Diperkirakan hidup di bawah 1500 SM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Ampuang Tatetu&lt;/a&gt; memerintah atas sebuah daratan yang merupakan pulau besar, membentang dari &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Bacan&lt;/a&gt; hingga &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Mindanau&lt;/a&gt; kini. Daratan besar ini dinamakan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Alamina&lt;/a&gt;. Konon, Alamina ini dihancurkan oleh Tuhan melalui sebuah bencana yang dasyat akibat ketidaksetiaan manusia kepada Sang Pencipta. Bencana ini menghasilkan tenggelamnya sejumlah bagian dari Alamina tersebut dan menyisahkan pulau-pulau baru yang sangat banyak. Oleh Ampuang Tatetu pulau-pulau yang baru tersebut dinamakan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Nusa&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Lawo&lt;/a&gt; (Pulau yang Banyak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Nusa Lawo&lt;/a&gt; (ada juga &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Tampungang Lawo&lt;/a&gt;) dikenal dalam tradisi lisan yang berkembang di wilayah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Nusa Utara&lt;/a&gt; hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatetu, dalam kosa kata bahasa proto Sangiric, sesuai &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;SANGIREES-NEDERLANDS WOORDENBOEK MET NEDERLANDS-SANGIREES REGISTER&lt;/a&gt; yang ditulis oleh &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Mr. K. G. F. STELLER&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Ds. W. E. AEBERSOLD&lt;/a&gt;, ditulis sebagai &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;de houten knuppel waarmee men iets open klopt&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Tentu saja berbeda deskripsi tersebut dan tidak merujuk kepada Tatetu, sebagai seorang Ampuang.***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-1121115457230553901?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/1121115457230553901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=1121115457230553901&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/1121115457230553901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/1121115457230553901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/01/tatetu-pendiri-nusa-lawo.html' title='Tatetu, Pendiri Nusa Lawo'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-3185666900741083934</id><published>2010-01-21T21:42:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T02:59:12.666-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>ARTI KATA RW, SEBUAH MASAKAN KHAS DI MINAHASA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah anda adalah seorang penggemar &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;masakan khas Minahasa&lt;/a&gt; – Sulawesi Utara? Jika ya, maka barangkali anda merupakan salah seorang yang pernah mencicipi RW, masakan daging khas selera Minahasa yang serba pedas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kecenderungan dari para kuliner atau penikmat masakan tidak mempedulikan asal usul nama dari masakan, karena yang utama enak tidaknya masakan yang sedang dihadapi. Tapi tidak ada salahnya kan kalau anda mengetahui asal usul mengapa masakan daging anjing yang lezat tersebut disebut RW?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;RW secara etimologis berasal dari bahasa Tountemboan (salah satu bahasa daerah di Minahasa), singkatan dari RINTEK WUUK yang berarti Rambut Halus. &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;RINTEK WUUK&lt;/a&gt; merupakan bahasa halus atau nama alias yang mengacu pada binatang/hewan anjing. Konon, zaman dahulu ada semacam etika dalam penyebutan orang, roh, tumbuhan, atau hewan tertentu diwajibkan menggunakan nama alias atau bahasa halus karena jika menggunakan bahasa verbal atau nama langsung/asli akan berkonsekuensi negatif. Dalam bahasa Tountemboan sendiri terdapat bahasa verbal yang dikenal bermakna ANJING, yaitu ASU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa bahasa daerah lain di Minahasa ditemukan juga kosa kata RINTEK WUUK dengan makna yang sama pula. Misalnya pada bahasa Tombulu.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Notabene&lt;/span&gt; : Redaksi menerima tanggapan, sanggahan, dan komentar yang bersifat membangun demi penyediaan informasi yang benar kepada masyarakat luas. Silahkan kirimkan respon anda pada ruang &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOMENTAR&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang tersedia di bawah ini atau melalui alamat e-mail: &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rahadihgedoan79@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-3185666900741083934?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/3185666900741083934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=3185666900741083934&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3185666900741083934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/3185666900741083934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/01/arti-kata-rw-sebuah-masakan-khas-di.html' title='ARTI KATA RW, SEBUAH MASAKAN KHAS DI MINAHASA'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-5331787956513729007</id><published>2010-01-20T06:59:00.000-08:00</published><updated>2010-01-20T07:11:04.019-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>WARGA NUSA UTARA JANGAN BACA BERITA OMONG KOSONG…!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila anda, Pembaca yang Budiman, memiliki kesempatan untuk memperhatikan dan mengkritisi berita-berita yang terbit melalui media cetak di setiap rubrik Sangihe, Talaud, dan Sitaro, rasa-rasanya tidak ada lagi yang perlu dibaca. Berita-berita yang dimuat dari waktu ke waktu sangat monoton bahkan tidak berbobot. Tema-tema mengenai aktifitas petinggi kabupaten selalu saja mendominasi pemberitaan. Lalu mengapa jarang kita mendapatkan berita sosial yang objektif? Berarti ada yang salah dengan pola kerja para wartawan (jurnalis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayakah anda bahwa ada sebuah media yang memperkerjakan satu orang wartawan saja di tiga kabupaten (Sangihe, Talaud, dan Sitaro) sekaligus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasanya sangat tidak logis bila kejadian di Sangihe ditulis dari Talaud ataupun sebaliknya. Di sinilah dasar pijakan apa yang saya maksudkan dengan judul WARGA &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;NUSA UTARA&lt;/a&gt; JANGAN BACA BERITA OMONG KOSONG…!, lalu melihat secara luas para jurnalis yang mengabdikan diri di wilayah yang memiliki tingkat kesulitan medan yang tinggi. Hal yang paling menggelitik saya adalah karena berita yang dimuat sekarang tidak lagi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan rahasia lagi bila banyak dari deretan jurnalistis yang bekerja di wilayah Nusa Utara tidak lagi mengindahkan etika jurnalisme. Hal ini terjadi akibat kerja sama dari wartawan yang berlebihan dengan para sumber berita, misalnya pimpinan daerah; pejabat; pengusaha; ataupun pihak-pihak tertetu yang berkepentingan dengan subjektifitas berita yang akan terbit. Dampak hal tersebut terhadap wartawan pasti akan berpengaruh pada penentuan tema, objektifitas/subjektifitas, dan yang paling utama adalah kebenaran berita. Tentu saja hasilnya adalah warga masyarakat Nusa Utara tidak lagi memperoleh informasi apapun kehidupan masyarakat secara umum seperti yang semestinya tujuan jurnalisme karena telah dijejali oleh berita-berita bohong dan sarat dengan kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Bill Kovach&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Tom Rosenstiel&lt;/a&gt; dalam buku Elemen-elemen Jurnalisme menulis tentang tujuan utama jurnalisme adalah ‘menyediakan informasi yang dibutuhkan warga agar mereka bias hidup merdeka dan mengatur diri sendiri’ sekaligus bertanggung jawab dalam membangun kewargaan (citizenship). Jadi kalau media yang diterbitkan di Ibukota Propinsi itu tidak lagi berpihak pada masyarakat akibat pola kerja wartawan yang tidak becus maka sebaiknya WARGA NUSA UTARA JANGAN BACA BERITA OMONG KOSONG…!.***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-5331787956513729007?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/5331787956513729007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=5331787956513729007&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/5331787956513729007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/5331787956513729007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2010/01/warga-nusa-utara-jangan-baca-berita.html' title='WARGA NUSA UTARA JANGAN BACA BERITA OMONG KOSONG…!'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-1004223274849138571</id><published>2009-12-31T02:43:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T04:50:09.394-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>ORANG TALAUD JANGAN MAU DIBODOHI TERUS, ORANG LAIN JANGAN TERBODOHI SEPERTI ORANG TALAUD</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 280px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/SzyBHd0Qo_I/AAAAAAAAAFY/4irF09cvnjg/s400/KARTUN.jpg" alt="ORANG TALAUD JANGAN MAU DIBODOHI TERUS, ORANG LAIN JANGAN TERBODOHI SEPERTI ORANG TALAUD" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421350016710124530" border="0" /&gt;Meneropong kiprah politik Elly Lasut di tengah kasak-kusuk pencalonannya pada Pilkada tahun 2010 mendatang, sangatlah menggelitik. Figur Bupati di Kabupaten Kepulauan Talaud ini betapa tidak telah menghabiskan sebagian besar waktunya di luar Talaud demi mengejar ambisi menjabat Gubernur Sulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda politik Elly Lasut tersebut terang saja telah menggangu stabilitas pemerintahan di kabupaten yang dipimpinnya. Selain pada sektor pemerintahan, aktivitas yang dilakoni Elly Lasut juga kini berimbas pada kecemasan warga Talaud, khususnya para Pegawai Negeri Sipil. Pasalnya, menurut seorang PNS yang berhasil ditemui oleh redaksi situs ini (23/12) dan meminta namanya tidak dipublikasikan, mengatakan bahwa selama ini mata dunia termanipulasi oleh publikasi media massa yang seolah-olah mengatakan bahwa di Talaud itu baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Mari datang ke Talaud, dan menyaksikan apa sebenarnya yang terjadi di tanah kami. Gaji dan tunjangan PNS kerap mengalami keterlambatan sampai beberapa bulan. Saya menakutkan agenda dan aksi politik Pak Elly (Elly Lasut, red) akan membawa dampak buruk yang lebih besar bagi nasib kami. Saat beliau mengikuti Pilkada di Talaud, Tunjangan Kemahalan kami tidak dibayar selama beberapa bulan dengan alasan kas daerah kosong. Apalagi beliau mengikuti Pilkada yang cakupan wilayah politiknya lebih besar lagi, yakni tingkat propinsi, bisa-bisa tunjangan kami macet selama satu tahun", papar figur yang sehari-hari berprofesi sebagai guru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi ia mencemaskan karena aksi politik Elly Lasut yang dilakukan sekarang ini lebih mengarah pada money politics berbungkus beasiswa atau yang kini lebih dikenal dengan nama BLS (Bantuan Langsung Siswa). Perlu dicatat bahwa pemberian beasiswa kepada banyak pelajar asal Talaud dan juga kini sampai ke pelajar dari daerah-daerah lain di Sulawesi Utara itu terbungkus kepentingan politik. Dan sebagian besar dana yang dihamburkan dalam bentuk beasiswa tersebut merupakan uang rakyat Talaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mental orang Talaud harus berubah. Jangan selalu dibungkam oleh manipulasi kepentingan penguasa. Kita harusnya merdeka dalam berpikir. Singkatnya, orang Talaud jangan mau dibodohi terus menerus. Juga orang-orang dari daerah lain, seyogyanya jangan terbodohi seperti orang Talaud yang mau haknya dirampok terus menerus”, tandasnya.***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-1004223274849138571?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/1004223274849138571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=1004223274849138571&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/1004223274849138571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/1004223274849138571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2009/12/orang-talaud-jangan-mau-dibodohi-terus.html' title='ORANG TALAUD JANGAN MAU DIBODOHI TERUS, ORANG LAIN JANGAN TERBODOHI SEPERTI ORANG TALAUD'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/SzyBHd0Qo_I/AAAAAAAAAFY/4irF09cvnjg/s72-c/KARTUN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-2019336240184746114</id><published>2009-12-31T02:38:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T02:41:27.785-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>MAKLUMAT PAGAN II</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setiap laut ada penandanya&lt;br /&gt;Setiap gunung ada Datunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kau itu adalah badai&lt;br /&gt;Selamat datang di negeri utara&lt;br /&gt;Nusanya Perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mendesah dalam diam&lt;br /&gt;Juga membunuh dalam diam&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasir mengisap&lt;br /&gt;Laut menyerap&lt;br /&gt;Udara mencekik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disambut oleh kata&lt;br /&gt;Berakhir dengan kata&lt;br /&gt;Cukup dalam kata&lt;br /&gt;Yang bukan hanya sisik terlepas&lt;br /&gt;Tapi sekalian napas tercerabut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiknya kau tidak datang&lt;br /&gt;Bila kau adalah badai&lt;br /&gt;Karena setiap gunung ada Datunya&lt;br /&gt;Maka hendaknya hidup tidak berakhir dengan pedang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-2019336240184746114?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/2019336240184746114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=2019336240184746114&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2019336240184746114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2019336240184746114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2009/12/maklumat-pagan-ii.html' title='MAKLUMAT PAGAN II'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-6734948663372660686</id><published>2009-12-31T02:35:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T02:38:04.941-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>MAKLUMAT PAGAN I</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Datu-datu sudah banyak salah&lt;br /&gt;Hitam dikira putih&lt;br /&gt;Curian dianggap penghasilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran tlah disungsangkan&lt;br /&gt;Namun urung dimafhumi&lt;br /&gt;Bumi akan berarak menerjangi tabiatmu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Elang-elang putih&lt;br /&gt;Wangi-wangi kuncup anggrek&lt;br /&gt;Bulu-bulu bersayap, mengepak di telinga&lt;br /&gt;Terbang ringan dalam angin&lt;br /&gt;Kanan di tombak&lt;br /&gt;Kiri di pisau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawa pekikkanmu ke banua&lt;br /&gt;Potong tangan datu lalim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa berjiwa, hendaklah gemetar&lt;br /&gt;Siapa bernyawa, mestilah bersungkur&lt;br /&gt;Siapa berempedu, memucatlah wajahmu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-6734948663372660686?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/6734948663372660686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=6734948663372660686&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/6734948663372660686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/6734948663372660686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2009/12/maklumat-pagan-i.html' title='MAKLUMAT PAGAN I'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-1031845832598920325</id><published>2009-12-31T02:30:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T05:00:34.420-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Seni'/><title type='text'>Episode 17 Februari 2007</title><content type='html'>&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/Szx-E25t5AI/AAAAAAAAAFQ/mnyTJ-kcze0/s400/Narcism1056.jpg" alt="Episode 17 Februari 2007" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421346673369408514" border="0" /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku lama mengenal sebuah negeri ini sbagai surga, tempat banyak harapan digantung. Aku lama mengenal sebuah negeri ini sbagai tujuan para pencari kedamaian dan kejayaan. Cina, Arab, Spanyol, Portugis, Bugis-Makasar, Ternate, Tidore, Gorontalo, Sangir, Tarodda, Belanda, dan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manarouw. Dataran pertemuan dan perpisahan. Semua mata yang berkedip seperti sedang melafalkan kalimat ‘tempat ini bagai surga’.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di labuhan tua kapal-kapal datang dan pergi, yang datang dan perginya membawa harapan, juga cerita, ke tanah-tanah jauh. Wanua-wanua jauh memimpikan dalam tidurnya tentang lembah tempat bermuaranya sungai yang airnya mengalir dari Toundanouw ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku terdiam, menyelami banyak cerita yang tengah membuat lintasannya di benakku. Lalu kutuliskan kata-kata, yang mungkin itu puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas batu, ujung lidah laut&lt;br /&gt;Di balik kerlap café-café&lt;br /&gt;Nyanyi bening ajak kelana&lt;br /&gt;Lewati triliunan plankton&lt;br /&gt;Dan cecipratan ikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lalu larut dalam sunyi&lt;br /&gt;Masuk ke laut&lt;br /&gt;Ke dalam&lt;br /&gt;Kibarkan lagi kenangan&lt;br /&gt;Memanen harapan&lt;br /&gt;Dan juga  ingatan&lt;br /&gt;Yang benihnya tlah ditabur Yupung-yupung dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di teluk ini kapal corongkan stom&lt;br /&gt;Datangkan harapan juga tinggalkan sayatan&lt;br /&gt;Gerbang para raja datang bergaul&lt;br /&gt;Kini hanya sebuah histoar belaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas pasir&lt;br /&gt;Di dinginnya laut&lt;br /&gt;Aku menengadah ke atas, ke cakrawala&lt;br /&gt;Lalu menatap ke sana, ke daratan&lt;br /&gt;Sungguh,&lt;br /&gt;Kota ini seperti surga&lt;br /&gt;Namun kini orang kecil merasakannya sbagai neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manado&lt;br /&gt;Kota yang tlah berubah&lt;br /&gt;tempat dosa berkompetisi&lt;br /&gt;Harus menang&lt;br /&gt;Agar bisa gonta-ganti baju bermerek&lt;br /&gt;Biar bisa dianggap manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini dibacakan pada sebuah acara diskusi di Radio Montini hasil kerja sama dengan NYARE Jurnal Seni &amp;amp; Pariwisata Kawanua tanggal 17 Februari 2007&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-1031845832598920325?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/1031845832598920325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=1031845832598920325&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/1031845832598920325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/1031845832598920325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2009/12/episode-17-februari-2007.html' title='Episode 17 Februari 2007'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/Szx-E25t5AI/AAAAAAAAAFQ/mnyTJ-kcze0/s72-c/Narcism1056.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-2133946992469001466</id><published>2009-12-31T02:24:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T02:28:57.266-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Seni'/><title type='text'>Sebuah Surat Buat Christy Sondey</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kawan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sejak peradaban bumi ini dimulai, perang melawan dehumanisasi ikut berkobar. Telah cukup lama. Lalu apakah kita akan menyebut perang yang sekarang ini adalah awal dari pertempuran ataukah lanjutan dari yang tlah menyala ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tetap bagian yang terkecil dari kemakroan perjuangan. Di sini memang ada tulisan yang kemudian dikitabkan, namun di sana juga bertebaran kepingan kata-kata pengisi peradaban. Di sini kita mengucapkan perang, di sana juga telah terdengung sorakan dan desing peluru. Seumpama kita sekarang, mereka juga tlah menebas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pola diskursus publik semakin menjalar, meragukan kerja masa lampau. Mencurigai cerita masa silam, apakah benar pernah terjadi suatu desis? Sejak bumi ini berkenalan dengan berbagai penemuan media suara, pencetak kata, serta berbagai barisan benda yang diakibatkan oleh kemajuan teknologi, manusia semakin mengagungkan kehebatan masanya. Bila demikian, kita semakin terhantar pada satu tepian ketidaktahuan sejarah. Sejarah bukanlah semata yang pernah tercatat dalam lempengan-lempengan kayu atapun kertas, tapi juga yang tersimpan di angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku secara pribadi makin tak tahu apa yang disebut sebagai neoliberalisme, kapitalisme, dan isme-isme yang lainnya. Namun aku makin tahu dan mengenal jiwa bangsaku yang kian tertelan sistem, sampai orang-orang dari nusa-nusaku sendiri makin tak mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Yang kuketahui :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samper tlah selesai dinyanyi&lt;br /&gt;Namun bangsaku tak ada yang mempedulinya&lt;br /&gt;Selain aku, tak akan ada yang bakal datang&lt;br /&gt;Menghampiri keterasingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skarang, akupun tengah berperang. Seperti Porodisa mengacungkan pando sampai Spanyol terbirit-birit, seperti Makaampo yang datangkan hujan darah dan bumi gemetaran, seperti kuatnya Onding yang melajukan perahu ke mil-mil yang jauh dalam sekali dayung, dan seperti Ghenggona Narangi restui kilatan pedangku. Aku juga sudah sementara berperang. Dalam Pasal-pasal Kitab “raung angin” kau mungkin akan bisa membacanya sebagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manaro, duampuro su apparele dua riwu lima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IE HADI G&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keagungan masa lalu masih tersimpan di jantungku&lt;br /&gt;Dan upung-upungku yang mengajak aku menziarahinya&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Artikel ini merupakan tulisan balasan yang dibuat secara khusus untuk Christy Sondey pada 20 April 2005, dalam rangka aktivitas kesenian pribadi kami pada waktu itu).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-2133946992469001466?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/2133946992469001466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=2133946992469001466&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2133946992469001466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2133946992469001466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2009/12/sebuah-surat-buat-christy-sondey.html' title='Sebuah Surat Buat Christy Sondey'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-6807737828249898267</id><published>2009-12-31T02:19:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T04:57:16.375-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Budaya'/><title type='text'>ARRUSSUELLO DILEMPAR KE PIAPI, BATU ALAM DIKURAS KE PROYEK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 283px; height: 283px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/SzyRbmrzn7I/AAAAAAAAAFg/u9jlwQ-YWU8/s320/sketsahadi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421367954874015666" border="0" /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah perahu dari Utara melaju di antara terpaan gelombang dan badai. Orang-orang Sulu, Ternate, Malesoeng, dan Tabukan sudah dijajaki agar bisa membantu mereka mengatasi amukan Atoan yang terus memburu karena Arrussuello dibawa lari. Karena tidak ada yang bersedia membantu, mereka terus mendayung sampai di salah satu teluk nusa Araallan (Karakelang). Lalu Wonteburanna, Ratuadio, dan beberapa saudara lainnya lalu dengan sekuat tenaga melempar perempuan itu ke atas gunung Piapi. Mannatta dan Larrossa, dua pandai besi kebanggaan kerajaan Puratangnga (Pulutan) menerima anak perempuan yang dilempar tersebut dan sekaligus meladeni ancaman ular raksasa dalam sebuah silaturahmi sederhana, makan pinang sirih. Dalam ceremoni kecil inilah Atoan akhirnya terkapar dan mati di pinggir laut. Empedunya pecah menggenangi tanah. Puang Katoan dan Melam jadi bukti bisu kejadian masa lampau itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MITOS LOGAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logam telah dikenal sejak zaman dahulu di wilayah kepulauan Talaud. Banyak sastra lisan yang dituturkan secara turun-temurun dari mulut ke mulut memuat adanya penggunaan logam dalam kehidupan sehari-hari. Konon, serombongan orang-orang dari Cina Daratan yang bernama Wonteburawanna, Wontesala’a, Wontebitua’a, Wonteulu, dan yang lainnya itu telah mewujud secara gaib menjadi Emas, Perak, Perunggu, Timah, besi, serta logam-logamnya di dalam perut dan permukaan bumi tanah Pulutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logam-logam ini merupakan bentuk rasa terima kasih para ksatria kepada bumi Pulutan, yang berhasil terselamatkan dari kejaran ular raksasa yang kini fosilnya masih bisa ditemukan di pantai Melam desa Pulutan. Bahkan kehadiran profesi pandai besi (mananassalla) di gunung Piapi pada penggalan kisah tentang Puang Katoan di atas ikut mempertegas bahwa logam ternyata telah dikenal sebelum kisah kedatangan bangsa asing di rana Porodisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BATU-BATU BERLOGAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulutan merupakan salah satu desa penghasil batuan alam terbesar di kabupaten kepulauan Talaud. Batu-batu granit dari ukuran kerikil sampai yang sebesar rumah tersedia di alam secara cuma-cuma sebagai bagian dari karunia Ruata kepada umatNya. Pemandangan indah seperti ini lalu berubah seiring dengan pemekaran wilayah Talaud menjadi kabupaten sendiri serta berubahnya tuntutan kebutuhan dan pola hidup masyarakat lokal. Batu-batu tersebut lambat-laun mulai dilirik sebagai suatu materi pertambangan yang cukup menjanjikan untuk penghasilan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penambangan rakyat yang terdapat di Pulutan kecamatan Pulutan ini sebenarnya sangat menarik untuk ditelisik lebih jauh. Sebab menurut beberapa penelitian terhadap batu-batu granit (akrab dengan sebutan Langgicca, dalam variasi tuturan di wilayah Pulutan) yang ditambang guna keperluan proyek pembuatan jalan aspal ternyata mengandung beberapa jenis logam. Tercatat logam-logam seperti jenis Besi dan Perak dikandung dalam ‘batu-batu proyek’ tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sangat disayangkan nasibnya hanya sampai menjadi pengalas jalan tanpa adanya pemanfaatan yang lebih layak, yang memungkinkan kemajuan atau peningkatan ekonomi masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;KERUSAKAN YANG DASHYAT DAN KONSERVASI ALAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kurun waktu hampir satu dekade ekplorasi tambang batu-batu granit di Talaud untuk memenuhi kebutuhan industri (proyek, red) terpusat di desa Pulutan. Proyek-proyek fisik seperti pembangunan gedung serta pembuatan/pengaspalan jalan di seluruh wilayah kabupaten kepulauan Talaud hanyalah bertumpu pada hasil penambangan rakyat yang tidak terawasi secara serius oleh pihak yang berkompeten ini. Batu-batu yang berada di pesisir pantai serta di Daerah Aliran Sungai (DAS) tentu tidak luput dari penambangan masyarakat demi menopang kebutuhan keluarga penambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, kerusakan alam (hutan, sungai, pantai, laut beserta ekosistemnya) yang dashyat tercipta dalam waktu yang singkat dengan ancaman abrasi dan erosi serius yang akan menghancurkan keseimbangan alam. Ini tentu merupakan hal yang tidak bisa dianggap remeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebatas diketahui saja bahwa di sekitar areal penambangan tersebut merupakan tempat bermukimnya beberapa jenis flora (di antaranya yaitu Busa’ Pallian/dendrobium dimorphum dan juga Parang Pallian/Porotanna/gymnacranthera ibutti) dan fauna endemik/ khas yang populasinya hanya terdapat di Talaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SOLUSI BERSAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi siapa yang akan bertangung jawab terhadap hal ini ? Tentu saja kerja sama seluruh pihak merupakan solusi paling mujarab bagi penanganan masalah ini. Mungkin, daripada kerusakan alam tetap berlanjut dengan berbagai konsekuensinya, lebih baik baik diarahkan pada penambangan yang lebih profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, mengharapkan pihak pemerintah daerah menggaet perusahaan tertentu untuk mengeksplorasi batu-batuan tersebut yang tentu saja dilengkapi dengan kajian penanganan AMDAL (Analisa Masalah Dampak Lingkungan) memadai serta dengan hasil atau konstribusi terhadap daerah dan masyarakat sangat jelas bagi kemajuan pendapatan daerah. Atau, ditiadakan sama sekali. Karena dampak lingkungan semakin meluas tanpa ada pihak yang akan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah daerah, pelaku bisnis, pimpinan adat setempat, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat penambang otomatis merupakan mata lingkaran yang paling bertanggung jawab terhadap masalah ini. ***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-6807737828249898267?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/6807737828249898267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=6807737828249898267&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/6807737828249898267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/6807737828249898267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2009/12/arrussuello-dilempar-ke-piapi-batu-alam.html' title='ARRUSSUELLO DILEMPAR KE PIAPI, BATU ALAM DIKURAS KE PROYEK'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/SzyRbmrzn7I/AAAAAAAAAFg/u9jlwQ-YWU8/s72-c/sketsahadi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-1577682807810355521</id><published>2009-12-31T02:03:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T04:52:31.729-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Budaya'/><title type='text'>WARUGA LELUHUR DI DESA TUA Yang Jarang ‘Terjenguk’ Keturunannya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span&gt;Hanya orang yang berpikiran majulah yang mampu menghargai eksistensi para leluhur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Desa Palamba terletak di kecamatan Langowan, kabupaten Minahasa Induk, dan berjarak sekitar 30 menit perjalanan kendaraan bermotor dari pusat kota Langowan atau diperkirakan hampir 180 menit bila perjalanan ditempuh dari terminal pasar Karombasan Manado. Desa ini sepintas hampir tidak ada yang istimewa karena kesan yang didapatkan sama saja dengan desa-desa terisolir lainnya: rumah-rumah yang semi permanen – bahkan banyak juga yang masih menggunakan rumah kayu; aspal jalan desa yang tidak terlalu bagus kwalitasnya; serta mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani sawah dan ladang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Melalui beberapa diskusi dengan Tounaas lokal, seperti salah satunya &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Marthen Sumual&lt;/a&gt;, desa Palamba ini tidak diketahui secara pasti kapan mulai dihuni atau didiami sebagai sebuah perkampungan. “Bila desa lain biasanya mengantongi sejarah desa yang bisa didapatkan di Kuntua atau tokoh desa lainnya, tapi Palamba tidak! Banyak orang berusaha melacak sejarah penghunian desa ini tapi selalu mengalami kesulitan data dan informasi yang akurat. Jadi boleh dikata bahwa &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Palamba&lt;/a&gt; merupakan desa tertua di tanah Minahasa ini”, ungkap lelaki yang berumur 40-an tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapannya tersebut bukan semata bualan yang tidak beralasan, karena ternyata di desa inilah, tepatnya di tanah milik keluarganya, bisa ditemukan situs budaya yang sangat berharga dalam bentuk &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;WARUGA&lt;/a&gt; (kubur tradisional Minahasa yang terbuat dari batu) dari leluhur yang sekaligus dianggap sebagai pendiri Minahasa: &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;TOAR&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;LUMIMUUT&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waruga nenek moyang Minahasa? Ya, jawabnya! Pamor waruga ini bahkan kalah jauh dibanding objek wisata budaya waruga Sawangan yang paling sering mendapat perhatian dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Waruga ini nyaris tidak pernah terangkat kepermukaan melalui ulasan fasilitas media lokal maupun nasional; yang tidak pernah diperkenalkan di sekolah-sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya di Sulawesi Utara melalui muatan lokal (Mulok); serta hampir tidak tersentuh oleh penelitian-penelitian yang sifatnya antropologis. Sayangnya, sekalipun artefak sejarah yang sangat penting ini telah dijadikan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;BENDA CAGAR BUDAYA&lt;/a&gt; oleh pemerintah tetapi tetap saja tidak diketahui atau tidak dikenal oleh sebagian besar orang Minahasa yang biasa digelari Keturunan Opo Toar-Lumimuut. Padahal Minahasa secara kultur dikenal dengan budaya yang sangat menjunjung tinggi para leluhur. Hal ini bisa dilacak melalui kebiasaan kebanyakan orang Minahasa yang setiap tahun – terlebih dalam rangka menyongsong hari raya (Natal dan Tahun Baru) – sering datang menjenguk dan membersihkan kubur orang yang masih memiliki hubungan darah, termasuk para leluhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi waruga ini ,dengan bangunan kecil yang mengelilinginya, memang sangat terawat. Itupun berkat keuletan Marthen Sumual sekelurga yang senantiasa menjaga dan mengawasi para peziarah yang datang berkunjung. Perawatan ‘bangunan’ ini kesannya hanya berharap sepenuhnya dari kemampuan finansial &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Juru Kunci  waruga&lt;/a&gt; (sekalipun hampir tidak mendapat gaji dari pemerintah) dan sedikit partisipasi dari beberapa pengunjung. Padahal seharusnya menjadi tanggung jawab penuh dari Pemerintah karena telah dijadikan aset budaya nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang berpikiran bahwa tidak penting memperhatikan sebuah peninggalan kuno apalagi bentuknya Waruga/Kubur – sebuah pandangan yang terdistorsi oleh dogma agama modern. Pemikiran yang seperti inilah yang kemudian menghancurkan kebudayaan Minahasa secara keseluruhan, baik secara individual maupun secara sosial. Resistensi kebudayaan mungkin akan terbangun bila mau mulai menghargai tempat peristirahatan para leluhur, terutama waruga TOAR-LUMIMUUT.***&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Artikel ini telah dimuat sebelumnya dalam &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;NYARE &lt;/a&gt;Jurnal &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Seni &amp;amp; Pariwisata Kawanua&lt;/a&gt;, Edisi IV; 10 Desember - 10 Januari 2007. Dimuat ke dalam blog ini dalam rangka sekedar sebuah sajian informasi bagi masyarakat luas tentang budaya tanah Minahasa. Tulisan yang ditulis oleh &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/"&gt;Rahadih Gedoan&lt;/a&gt; ini sebagian telah mengalami perubahan dari teks aslinya&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-1577682807810355521?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/1577682807810355521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=1577682807810355521&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/1577682807810355521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/1577682807810355521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2009/12/budaya-sulut-minahasa-waruga-toar.html' title='WARUGA LELUHUR DI DESA TUA Yang Jarang ‘Terjenguk’ Keturunannya'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-2869892161880413321</id><published>2009-12-10T05:43:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T01:30:03.710-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koleksi Foto Antik'/><title type='text'>Wajah Teluk Peta  1905-1914 (Gezicht over de baai van Peta 1905-1914)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/SyD9IfMRlaI/AAAAAAAAAFI/Y-i5LbNfw7M/s1600-h/Gezicht+over+de+baai+van+Peta+1905-1914.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 326px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/SyD9IfMRlaI/AAAAAAAAAFI/Y-i5LbNfw7M/s400/Gezicht+over+de+baai+van+Peta+1905-1914.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413605074353100194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Foto Teluk &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2009/12/wajah-teluk-peta-1905-1914gezicht-over.html"&gt;Peta&lt;/a&gt;, di Pulau &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2009/12/wajah-teluk-peta-1905-1914gezicht-over.html"&gt;Sangihe&lt;/a&gt; pada tahun 1905 - 1914. Memperlihatkan keindahan alam yang sangat mengagumkan dengan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2009/12/wajah-teluk-peta-1905-1914gezicht-over.html"&gt;pohon kelapa&lt;/a&gt; yang tumbuh dominan pada sepanjang pantainya. Teluk ini dari dulu sampai sekarang sekarang memegang peranan penting sebagai salah satu jalur lintas niaga antara daerah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Nusa Utara&lt;/a&gt; dengan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc/2009/12/wajah-teluk-peta-1905-1914gezicht-over.html"&gt;Philipina Selatan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ISI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-2869892161880413321?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/2869892161880413321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=2869892161880413321&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2869892161880413321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2869892161880413321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2009/12/wajah-teluk-peta-1905-1914gezicht-over.html' title='Wajah Teluk Peta  1905-1914 (Gezicht over de baai van Peta 1905-1914)'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/SyD9IfMRlaI/AAAAAAAAAFI/Y-i5LbNfw7M/s72-c/Gezicht+over+de+baai+van+Peta+1905-1914.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-2457054091715333412</id><published>2009-12-10T05:13:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T05:38:48.127-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Drama'/><title type='text'>KATA MERETAS JADI BATU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah ruangan waktu malam, cahaya lilin meredup. Beberapa potongan kayu berserakan di lantai – bagian-bagian salib yang terpenggal – di dekat seorang (Orang IV) yang mematung. Orang I &amp;amp; Orang II masuk dan memandanginya. Lama mereka memandanginya dan keadaan di sekelilingnya, lalu menyalakan lilin yang berada di tangan orang yang mematung itu. Perlahan-lahan mereka kemudian mulai mengumpulkan satu per satu kayu-kayu yang berserakan dan memakunya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;Magdalena&lt;/a&gt; : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(masuk, membawa payung)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;Salib&lt;/a&gt; yang patah, hati yang retak. Telah ribuan waktu ia terpajang dalam gelap tanpa ada yang begitu peduli. &lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;Jesua&lt;/a&gt;, Sang Kekasih Hati dari semua jiwa yang merindu, yang pernah terpaku di nadinya, berharap deritanya bisa disimpan dalam semua ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang I : Satu salib patah. Satu lambang derita yang rusak, maka makna deritaNya tak lagi berarti luka&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(memalu lagi)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;Iskariot&lt;/a&gt; : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(masuk)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;Natal&lt;/a&gt; lagi…&lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;natal&lt;/a&gt; lagi!&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;Topeng&lt;/a&gt; lagi…&lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;topeng &lt;/a&gt;lagi!&lt;br /&gt;(menawarkan jualannya dengan saling membenturkan topeng, mirip ayam bersabung).&lt;br /&gt;Sibuk rayakan natal, pasti butuh topeng lagi. Nona, nona pasti butuh topeng, sekarang kan sudah natal. (menatap Orang II) Oh, Tuan. Tuan pasti ingin membelinya. Tuan kan orang sibuk, pasti perlu topeng. Mau dipakai di rumah, bisa. di luar rumah, bisa. Di gereja, bisa. Di luar gereja, bisa! Apalagi, dengar-dengar tuan ini orang yang sering tampil di depan publik. Topeng ini akan merubah seluruh penampilan tuan dan semua orang akan berdecak kagum pada tuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang II : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(berhenti memaku)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berapa harganya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;Iskariot&lt;/a&gt; : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(senyum)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak mahal. Tinggalkan saja salib itu dan topeng gratis jadi milik bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang I : Jangan. Jangan ambil topeng khianat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang II : Kalian diam saja. Karena topeng ini gratis, jadi uangnya buat kalian saja. Tenang. Saya kan dermawan dari golongan terhormat. Saya rasa kalian tahu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;Magdalena&lt;/a&gt;  : &lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;Natal&lt;/a&gt;. Topeng. Munafik, lalu dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang I : Jangan. Itu topeng khianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang II : Ssssstttttttt!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(mengenakan topeng)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lihat, ini pasti hebat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(mengolok Orang I dan &lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;Magdalena&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang III : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(masuk)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cukup! Ini penyesatan. Kalian pikir dengan mengenakan topeng itu jiwa kalian akan sekalian tertutupi ? Tidak! Bila busuk, tetaplah busuk. Sekalipun topeng itu bentuknya seperti malaikat, namun ini (menunjuk ke dada) takkan bisa terdustai oleh manipulasi apapun. Lepaskan topeng itu dan pikullah salib &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(menunjuk ke salib)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;(&lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;Iskariot &lt;/a&gt;keluar bersama Orang II dengan perasaan takut)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;Magdalena&lt;/a&gt; : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(sedih, mendekati salib)&lt;/span&gt; Semua orang berkompetisi dengan dosa. Biarkanlah kita berwajah tanpa topeng itu. Dalam jiwa, natal berarti &lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;salib&lt;/a&gt;, bukan topeng, bukan kerlap lampu dan kemewahan, bukan ketenaran, bukan ketidakpedulian, bukan kebohongan, bukan judi, bukan dosa. &lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;Natal&lt;/a&gt;, kelahiran dari yang akan menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang I : Aku berikrar tuk selalu memandang &lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;salib&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(mengeluarkan sebuah topeng dari balik bajunya, lalu keluar bersama &lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;Magdalena&lt;/a&gt; sambil memanggul salib yang telah diperbaiki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang III : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(sedih)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak orang yang ingin bertopeng kepada sesamanya, padahal mereka tengah bertopeng pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang IV : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(bergerak dan perlahan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata meretas jadi batu, jadi prasasti, jadi sebuah sumpah pada &lt;a href="http://www.blogger.com/www.nusautara.co.cc"&gt;Tuhan&lt;/a&gt;. Dan baiknya kita tak memilih jalan kelam. Berusaha menjaga cahaya di hati agar tak padam dalam waktu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(lilin jatuh dan mati)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-2457054091715333412?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/2457054091715333412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=2457054091715333412&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2457054091715333412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/2457054091715333412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2009/12/drama-natal-kristen-rohani.html' title='KATA MERETAS JADI BATU'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-4046103333571978476</id><published>2009-11-03T20:09:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T02:40:49.937-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koleksi Foto Antik'/><title type='text'>Een schip van de KPM bij de aanlegplaats bij Tahoelandang 1914</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/SvD_TWyP6jI/AAAAAAAAAFA/min6OlkCnv0/s1600-h/Een+schip+van+de+KPM+bij+de+aanlegplaats+bij+Tahoelandang+1914.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 274px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/SvD_TWyP6jI/AAAAAAAAAFA/min6OlkCnv0/s400/Een+schip+van+de+KPM+bij+de+aanlegplaats+bij+Tahoelandang+1914.jpg" alt="foto tagulandang" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400096661216160306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keramaian arus perdagangan masa lampau di wilayah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Nusa Utara&lt;/a&gt; bukan isapan jempol semata. Hal ini bisa dibuktikan dengan foto yang diambil pada tahun 1914 di pulau &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=4046103333571978476"&gt;Tagulandang&lt;/a&gt;. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara otomatis kian menukuhkan kemajuan yang dialami oleh &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Nusa Utara&lt;/a&gt; yang disubkoordinatkan dalam pergaulan&lt;/span&gt; nasional. Persentuhan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Nusa Utara&lt;/a&gt; dengan bangsa asing yang lebih awal dari bangsa lainnya disekitar pulau-pulau se-&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Nusa Utara&lt;/a&gt; seakan menjelaskan kemajuan mental dan peradaban telah dialami lebih awal.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4818059267850983238-4046103333571978476?l=www.nusautara.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nusautara.co.cc/feeds/4046103333571978476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4818059267850983238&amp;postID=4046103333571978476&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/4046103333571978476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4818059267850983238/posts/default/4046103333571978476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nusautara.co.cc/2009/11/een-schip-van-de-kpm-bij-de.html' title='Een schip van de KPM bij de aanlegplaats bij Tahoelandang 1914'/><author><name>Situs Orang Nusa Utara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18258286378265245877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/S_fj7oP099I/AAAAAAAAAL4/w0M6dGpW5Y4/S220/blog+logokecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Q7TRFP9_nn0/SvD_TWyP6jI/AAAAAAAAAFA/min6OlkCnv0/s72-c/Een+schip+van+de+KPM+bij+de+aanlegplaats+bij+Tahoelandang+1914.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4818059267850983238.post-1682153174352215845</id><published>2009-10-14T23:00:00.000-07:00</published><updated>2009-12-29T02:59:54.328-08:00</updated><title type='text'>SELAYANG PANDANG PERJUANGAN TALAUD</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terbentuknya kabupaten &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud&lt;/a&gt;, merupakan klimaks dari suatu rangkaian panjang proses perjuangan selama setengah abad dari putra-putri terbaik &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Porodisa Talaud&lt;/a&gt;. Proses inipun merupakan kelanjutan dari perjuangan generasi-genegrasi sebelumnya, demi mempertahankan dan menegakan kedaulatan wilayah terhadap rongrongan dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perjuangan ini diilhami oleh ungkapan bahwa &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Kepulauan Talaud &lt;/a&gt;merupakan “&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Udha Makatraya&lt;/a&gt;” atau  “&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Payung Utara&lt;/a&gt;” bagi kerajaan &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Majapahit&lt;/a&gt; (1290 – 1520) dalam buku Atlas Sejarah, karangan Moh. Yamin, SH. Ungkapan ini memberikan inspirasi bagi &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;perjuangan Talaud&lt;/a&gt; untuk menjadikan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud&lt;/a&gt; sebagai “&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Payung Utara&lt;/a&gt;” Republik Indonesia dalam status daerah otonomi Tingkat II atau Kabupaten. Perjuangan ini secara garis besar dapat dibagi sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERJUANGAN UNTUK MEMPERTAHANKAN KEDAULATAN WILAYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Pada abad ke 17.&lt;br /&gt;&gt;Suatu ekspedisi “&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Angkatan Perang&lt;/a&gt;” yang besar dibawah panglimanya Pitugansa menyerang kerajaan-kerajaan kepulauan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Sangihe dan Talaud&lt;/a&gt; yang tidak bersedia bernaung dibawah kekuasaan &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;kesultanan Ternate&lt;/a&gt; di maluku Utara. Ekspedisi ini dapat dikalahkan di pulau Kabaruan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud&lt;/a&gt; dalam perang &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Gunung Taiyan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Pada 23 Juli 1893&lt;br /&gt;Meletuslah perang &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Arangkaa&lt;/a&gt;, karena kerajaan Arangkaa dibawah raja &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Mane’e&lt;/a&gt; dengan panglima perangnya raja &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Larenggam&lt;/a&gt; menolak menandatangani Korte Verklaring atau Perjanjian Pendek yang dipaksakan oleh penguasa penjajah Belanda. Akibat politik Devide et Impera, maka kerajaan Arangkaa dapat ditaklukan dan rajanya ditembak mati bersama isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Pada tahun 1932&lt;br /&gt;Pulau-pulau &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud&lt;/a&gt; dapat diakui Belanda sebagai daerah Landschap tersendiri dengan rajanya Julius Saria Tamawiwy sebagai raja PP Talaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Pada tahun 1933&lt;br /&gt;Timbul lagi perlawanan terhadap kekuasaan Belanda oleh Barisan Merah Putih  dari Organisasi &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Persatuan Anak Muda Indonesia Lirung (PAMIL) &lt;/a&gt;dengan pemimpinnya “Tiga Serangkai” &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Mahode Gagola&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Corneles Tamawiwy&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;A Tucunan&lt;/a&gt;. Perlawanan ini dapat dipatahkan dengan menangkap ketiga pemimpinnya dan memenjarakannya di penjara Suka Miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Pada tahun 1942&lt;br /&gt;Pulau-pulau Talaud dapat dipertahankan sebagai satu swapraja sendiri terhadap kekuasaan &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Kaigun Jepang&lt;/a&gt; oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;raja Kerajaan PP Talaud&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;raja Koagouw&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERJUANGAN UNTUK MEMBENTUK SATU &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;KABUPATEN TALAUD&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6.Pada tahun 1948&lt;br /&gt;Bersamaan dengan dibentuknya kabupaten &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Sangihe Talaud&lt;/a&gt;, pemuda-pemudi &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud&lt;/a&gt; di Makassar mulai merencanakan perjuangan membentuk kabupaten Talaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Pada tahun 1952&lt;br /&gt;Melalui sidang DPRD II &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Sangihe Talaud&lt;/a&gt;, tiga anggota DPRD II dari &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud,&lt;/a&gt; Ismail Tingginehe, Daniel Lampah, Apitalau Pangisian, menyampaikan usul pembentukan kabupaten &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Pada tahun 1954&lt;br /&gt;Aspirasi pembentukan kabupaten &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud&lt;/a&gt; disampaikan kepada gubernur &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Sulawesi Utara&lt;/a&gt; oleh &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Barisan Pemuda Talaud&lt;/a&gt; (BAPIT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Pada tahun 1956&lt;br /&gt;Dicetuskannya proklamasi terbentuknya Daerah Istimewa Tkt. II &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud &lt;/a&gt;oleh Pemuda-pemuda Ismail Tingginehe, Heles Rama dan Wempie Bee dan disusul dengan pengiriman delegasi ke Makassar untuk menghadap gubernur Sulawesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Pada Juli 1956&lt;br /&gt;Rapat akbar di Manado dibawah koordinasi Bapak &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;P Th Sasauw&lt;/a&gt; untuk mendukung terbentuknya &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Daerah Istimewa Tkt. II Talaud&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Pada tahun 1961&lt;br /&gt;Dibentuk organisasi &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Persatuan Pemuda dan Siswa-Mahasiswa Talaud (PERSMIT)&lt;/a&gt; untuk mendukung perjuangan aspirasi &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud&lt;/a&gt; dengan ketuanya PH Towoliu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Pada tahun 1962&lt;br /&gt;Partai &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;IP-KI&lt;/a&gt; Anak Cabang &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud &lt;/a&gt;memperjuangkan pembangunan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud&lt;/a&gt; mulai 1 Januari 1963 atau melepaskan Talaud menjadi satu kabupaten sendiri melalui &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Bupati Sangihe Talaud&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Harry Sutoyo&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.Pada tahun 1962&lt;br /&gt;Berlangsung kesepakatan pemuka/tokoh masyarakat &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud&lt;/a&gt; dalam upaya perjuangan pembentukan daerah tkt II Talaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.Pada Februari 1963&lt;br /&gt;Berdirilah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Front Persatuan Pemuda Talaud&lt;/a&gt; dengan misi perjuangan pembentukan Daerah Tkt II Talaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.Pada Oktober 1963&lt;br /&gt;Front &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Persatuan Pemuda Talaud&lt;/a&gt; mengadakan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Kongres Talaud&lt;/a&gt; Pertama di &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Beo&lt;/a&gt; dan mencetuskan perjuangan pembentukan Daerah Tkt II Talaud.Kongres ini menghasilkan keputusan-keputusan penting antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Mendesak agar segera dibentuk kabupaten &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;2.Memperjuangkan penegerian SMP Swasta di Beo&lt;br /&gt;3.Menyampaikan kebulatan tekad Pemuda &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud&lt;/a&gt; untuk mendukung politik konfrontasi RI dengan Malaysia dan menygatakan siap dikirim ke garis depan , jika perlu rela berkubur di ujung peluru. Keputusan ini dibawa oleh satu delegasi bersama, &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud&lt;/a&gt; – Manado dan Jakarta dan disampaikan kepada :&lt;br /&gt;1.Pemerintah daerah Tkt. I dan II&lt;br /&gt;2.Pemerintah Pusat  (MPRS, DPR, Presiden, Mendagri, Menlu, Menhankam, Menteri P dan K)&lt;br /&gt;3.Panitia Aksi Ganyang Malysia&lt;br /&gt;4.Ketua Front Nasional dan&lt;br /&gt;5.Ke –10 Ketua Partai Politik Tingkat Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.Pada Januari/Februari 1964&lt;br /&gt;Sebagian delegasi tadi menghadap DPRD I dan&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Gubernur SULUT&lt;/a&gt; untuk menyampaikan aspirasi pembentukan kabupaten Talaud sesuai dengan anjuran Mendagri bahwa mulai bulan Februari 1963, pembentukan setiap daerah otonom yang baru, harus melalui keputusan DPRD I dan usul gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.Pada Tahun 1964&lt;br /&gt;Diadakan kongres pemuda, Pelajar dan &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Mahasiswa Talaud&lt;/a&gt; se Indonesia di Manado untuk mendukung perjuangan Talaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.Sejak April 1964&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Front &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Persatuan Pemuda Talaud&lt;/a&gt; di beo juga mencetuskan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Pembangunan ekonomi dengan menggiatkan penanaman &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;pala&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;cengkih&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;lada&lt;/a&gt;, sebagai lanjutan dari program Komando Operasi gerakan Makmur (KOGM).&lt;br /&gt;2.Memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud&lt;/a&gt; dengan menggiatkan spontanitas pemuda-pemuda Talaud menyerbu gerbang Perguruan Tinggi. Hasil dari kedua perjuangan ini dapat disaksikan sekarang dengan meluapnya hasil pala, cengkih dan lada dari wilayah Talaud serta meningkatnya jumlah sarjana dan sarjana muda pada berbagai jurusan, di Manado sendiri telah melampaui 100.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.Dari tahun 1960 – 1985&lt;br /&gt;Selalu dikirim delegasi masyarakat &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Talaud&lt;/a&gt; menghadap gubernur &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Sulawesi Utara&lt;/a&gt; tengah /Sulawesi Utara untuk menyampaikan aspirasi Talaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.Tahun 1967 dan 1969&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Persatuan masyarakat Indonesia Talaud (PERMITA) &lt;/a&gt;di Manado, setelah mengadakan pembersihan dan reorganisasi Badan Perjuangan Masyarakat Talaud, mengirim delegasi menghadap Komisi II DPRD I yang diketuai oleh bapak &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Yuswo Folali&lt;/a&gt;, akhirnya mengirim “&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Team Bawole&lt;/a&gt;” ke Sangir Talaud untuk menindaklanjutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.Tahun 1979&lt;br /&gt;Surat pernyataan tokoh-tokoh masyarakat Talaud di Jakarta yang antara lain :&lt;br /&gt;1.Mendesak dipercepatnya realisasi Kabupaten Talaud&lt;br /&gt;2.Menolak pernyataan bahwa perjuangan Talaud adalah &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;“Gerakan Separatis” &lt;/a&gt;dari pihak tertentu. Pernyataan ini disampaikan antara lain kepada Panglima Kodam XIII Merdeka, pada waktu itu Bapak Mayjen Rudini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.Tahun 1981&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Musyawarah masyarakat Talaud (MUKAT)&lt;/a&gt; mengadakan Munastal I di Jakarta yang dihadiri oleh 120 tokoh masyarakat Talaud di seluruh Indonesia dengan sponsornya Bapak &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Yerry Sumendap&lt;/a&gt; Almarhum. Keputusan &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Munastal I&lt;/a&gt; ini tetap mendesak dipercepatnya realisasi pembentukan Dati II Talaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23.Tahun 1982&lt;br /&gt;Diadakan paternatal I di Manado yang menuangkan keputusan Munastal I di Jakarta menjadi Program Kerja &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;Dewan Pembangunan Rakyat Talaud (DPRT)&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24.Tahun 1986 dan 1991&lt;br /&gt;Diadakan lagi Munastal II di Lirung dan Munastal III di &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Beo&lt;/a&gt; untuk tujuan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25.Tahun 1993&lt;br /&gt;Delegasi Masyarakat Talaud menghadap BKDH Sangihe Talaud, Bapak &lt;a href="http://www.nusautara.co.cc"&gt;O Karambut&lt;/a&gt; di Tahuna dan terus ke Manado menghadap pimpinan DPRD Tkt I Sulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26.Sejak tahun 1999&lt;br /&gt;Menerima dukungan &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;Bamukist&lt;/a&gt; yang melalui Tim 17 dengan membawa rekomendasi dari Gubernur Sulut &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4818059267850983238&amp;amp;postID=1682153174352215845"&gt;EE Mangindaan&lt;/a&gt;, mengajukan proposal kepada komisi II DPR RI di Jakarta, yang menghasilkan kunjungan komisi II ke Talaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27.Pada tanggal 5 Maret 2001&lt;br /&gt;DPD I Mukat Sulut menerima rekomendasi dari gubernur Sulut A J Sondakh untuk menghadap Pemerintah Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28.Pada 30 mei 2001&lt;br /&gt;DPD I Mukat Sulut menerima panggilan untuk menghadap presiden RI, Abdul Rahman Wahid (Gus Dur) dan menyampaikan penjelasan tentang perjuangan pembentukan kabupaten Talaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29.Pada 25 Mei 2001&lt;br /&gt;DPD I Mukat Sulut mengadakan Audensi dengan Menteri Dalam Negeri RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERJUANGAN MASYARAKAT TALAUD DI TALAUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Pada 30 Desember 1994&lt;br /&gt;Diadakan pertemuan kekeluargaan di rumah Dinas Pembantu Bupati Wilayah Talaud antara tokohmasyarakat, ulama, Pentua-pentua adat, wakil generasi muda dengan &lt;a
