Pembaca yang Budiman, Selamat Datang di Situs Nusa Utara. Dears Readers, Welcome to the Nusa Utara site.

●Somahe Kai Kehage● Santisote Sam Pate-pate●Pakatiti Tuhema, Pakandu Mangena, Boleng Balang Sengkahindo●

Senin, 24 Mei 2010

Alex Ulaen, Nama Di balik Nusa Utara

Alex Ulaen, merupakan seorang antropolog handal asal Sulawesi Utara. Dia menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Antropologi, Fakultas Sastra Unsrat, pada awal tahun 1977; dan magister Sejarah Kebudayaan di Ecole des Hautes en Sciences Sociales, EHESS – Paris, di bawah bimbingan Prof. Denys Lombard (1983).

Tahun 1986 dan 1989 menjadi Visiting Scholar di Sociology of Development Research Center – Universitas Bielefeld, Jerman, dalam rangka Proyek Social and Cultural Aspects of Development in North Sulawesi.

Kemudian menjadi Visiting Research Fellow di Center for South East Asian Studies, Universitas Kyoto, Jepang (2001 – 2002). Telah menulis sejumlah artikel, bagian dari buku, dan buku, antara lain: Nusa Utara: Dari Lintasan Niaga ke Daerah Perbatasan yang diterbitkan oleh Pustaka Sinar Harapan Jakarta (2003). Selain bekerja sebagai pengajar di Fakultas Sastra Unsrat, Alex Ulaen aktif di Pusat Kajian Komunitas Adat dan Budaya Bahari Yayasan Marin-CRC Manado.

Dialah ilmuwan yang tidak henti-hentinya memperkenalkan "Nusa Utara" sebagai identitas baru bagi kawasan Sangihe, Talaud, dan SITARO sejak tahun 1998 melalui tulisannya “Nusa Utara, Tepian Lintasan” dalam Supratikno Raharjo (ed.) Diskusi Ilmiah Bandar Jalur Sutra (Kumpulan Makalah Diskusi).

Sebagaimana yang telah dikemukakan pada tulisan Sejarah Penamaan NUSA UTARA sebelumnya bahwa sebutan Nusa Utara berawal dari Belanda sebagai ‘noorder-einlanden’, pulau-pulau lebih Utara. Lazimnya istilah Belanda itu diterjemahkan, ‘Nusa Utara’. Buku Viersen tahun 1903 membenarkan hal ini: “Adapoen maka poelau-poelau Sangir dan Talaoet doedoek pada pihak Timoer laoet tanah Minahasa. Masa keperintahan Kompeni Hindia Nederland maka poelau-poelau itoe diseboet: Poelau-poelau yang doedoeknja lebih ke Utara”. Tetapi orang yang secara konsisten menyebut NUSA UTARA hanyalah Alex Ulaen saja.

Alex Ulaen banyak memotivasi generasi muda untuk menulis. Sebagai akademisi, salah satu yang pernah dikatakannya untuk memotivasi kaum muda untuk menulis adalah, "Pelajar dihormati karena ilmunya dan isi kepalanya".***(Artikel Oleh : Rahadih Gedoan, Foto Oleh: Alfred Pontolondo)

0 komentar: